Jakarta, BPost
Malam tahun baru ternoda oleh sebuah kasus pembunuhan yang diduga melibatkan
pembalap nasional, Adiguna Sutowo yang juga adik konglomerat pemilik Hotel Hilton, Ponco
Sutowo. Pembalap seangkatan Tommy Soeharto itu, diduga menembak hingga tewas seorang
karyawan sebuah kafe di Hotel Hilton, Sabtu (1/1) pukul 03.30 WIB.
Korban bernama Johannes Brachmans Haerudy Natong (25), ditembak di pelipis kanan pada
saat sedang bekerja sebagai bartender yang sekaligus merangkap sebagai kasir di kafe
tersebut.
Keterangan yang dihimpun BPost menyebutkan, kisah tewasnya Johannes bermula dari
perselisihan antara korban dengan Adiguna Sutowo pada saat proses pembayaran, setelah
menikmati malam tahun baruan di kafe tersebut.
Sebelum peristiwa naas tersebut, pembalap yang sering tampil di Sirkuit Sentul, Bogor,
itu bersama seorang rekan wanitanya, terlibat perselisihan dengan korban dalam proses
pembayaran. Sebuah sumber mengatakan, Adiguna melakukan pembayaran dengan menggunakan ATM
BCA.
Karena dalam manajemen Hilton tidak ada aturan mengenai pembayaran via ATM BCA, maka
korban menyampaikan penolakan secara halus.
Versi sumber lain menyebutkan, korban melakukan pembayaran dengan sebuah kartu kredit.
Karena kartu kredit itu bermasalah, maka korban meminta agar dilakukan pembayaran tunai.
Merasa dipersulit, terjadilah pertengkaran yang berujung pada pemukulan terhadap korban.
Beberapa bagian muka korban terkena sasaran pemukulan antara lain mengenai bagian wajah
dan dagu.
Tak puas hanya memukul, Adiguna lantas mengeluarkan sepucuk pistol dan menembakkan ke
wajah korban yang akhirnya menembus pelipis kanan.
Korban langsung tersungkur bersimbah darah, kemudian dilarikan oleh sejumlah Satpam ke
RS TNI AL Mintohardjo Jakarta pukul 05.00 WIB.
Sayangnya, nyawanya tak tertolong. Hanya 10 menit dalam perawatan dokter, korban
menghembuskan nafas terakhir. Jenazah Johannes lantas dibawa ke RS Cipto Mangunkusumo dan
menjalani otopsi sekitar pukul 12.00 WIB. Selanjutnya jenasah disemayamkan di RS St
Carolus di kawasan Salemba Jakarta.
"Kami benar-benar tidak terima ponakan saya diperlakukan seperti ini.
Mentang-mentang orang gede," kata Gaudens, paman korban yang ditemui BPost di
RS ST Carolus, Sabtu malam.
Polisi akhirnya berhasil membekuk Adiguna yang berusaha bersembunyi di lantai sebuah
kamar Hotel Hilton di lantai 15 pukul 11.00 WIB.
Berdasarkan pantauan BPost, di lokasi kejadian perkara (TKP) sudah dipasangi
garis polisi (police line). Praktis, kegiatan di Fluid Club and Lounge Hotel Hilton
dihentikan sementara. Di sekitar TKP tampak dijaga empat aparat polisi.
"Waah, kami nggak tahu Mas. Kejadian ini tidak di daerah tugas saya.
Di kafe kan sudah beda manajemen lagi," kata seorang staf di bagian lobi.
Polisi Bungkam
Sayangnya, pihak polisi masih bungkam dan saling lempar ketika ditanya tentang modus
dan pelaku penembakan. Kapolsek Tanah Abang, Komisaris Rivai mengatakan, kasus itu sudah
ditangani Polres Jakarta Pusat.
"Tanya saja ke sana," kata Rivai saat dikonfirmasi. "Saya tak berhak
memberi keterangan karena kasusnya sudah ditangani Polres," sambungnya.
Ketika nomor telepon seluler (HP) Kapolres Jakarta Pusat, Kombes Sukawardi Dahlan
dihubungi, yang bersangkuta tak pernah mengangkat telponnya.
Petugas piket di Polres Pusat justru melemparkan tanggungjawab dengan mengatakan
ditangani Polres Jakarta Barat.
Nah, ketika Polres Jakarta Barat dikontak, mereka juga berdalih kasusnya
ditangani Polsek Tanah Abang. Masing-masing wilayah kepolisian saling melempar
tanggungjawab.
Adiguna Sutowo adalah adik Ponco Sutowo, pemilik Hotel Hilton yang juga menjabat
sebagai Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI).
Kakak beradik ini adalah anak kandung Ibnu Sutowo, mantan Direktur Utama PT Pertamina
di era Presiden Soeharto.
Selain malang melintang di pentas balap mobil nasional, Adiguna juga aktif
berorganisasi. Di antaranya, dia pernah tercatat sebagai Ketua Umum Generasi Muda (GM)
FKPPI.
Adiguna juga cukup sukses di dunia bisnis, terutama dalam mengelola aset-aset milik
ayahnya, Ibnu Sutowo.JBP/fin/yls/yon/abs