:: Kompas Cyber Media ::

[::] Portal Berita Daerah [::]

Metro Banjar • Serambi Ummah • BëBAS • Diafragma • PASAR • INTECH

Berita Cetak
MAIN PAGE
Berita Utama
Nusantara
B O R N E O
+Trans Kalimantan
Banjarmasin Plus

Persona
BELI@
Olahraga
Keluarga & Gaya hidup
Internasional
Berita Kemarin
Info Data & Media
Banjarmasin Post
Susunan Redaksi

Pasang Iklan
Order Cetak
Berlangganan
Supporting By

Minggu, 02 Januari 2005 04:41


Pembalap Nasional Membunuh

Jakarta, BPost
Malam tahun baru ternoda oleh sebuah kasus pembunuhan yang diduga melibatkan pembalap nasional, Adiguna Sutowo yang juga adik konglomerat pemilik Hotel Hilton, Ponco Sutowo. Pembalap seangkatan Tommy Soeharto itu, diduga menembak hingga tewas seorang karyawan sebuah kafe di Hotel Hilton, Sabtu (1/1) pukul 03.30 WIB.

Korban bernama Johannes Brachmans Haerudy Natong (25), ditembak di pelipis kanan pada saat sedang bekerja sebagai bartender yang sekaligus merangkap sebagai kasir di kafe tersebut.

Keterangan yang dihimpun BPost menyebutkan, kisah tewasnya Johannes bermula dari perselisihan antara korban dengan Adiguna Sutowo pada saat proses pembayaran, setelah menikmati malam tahun baruan di kafe tersebut.

Sebelum peristiwa naas tersebut, pembalap yang sering tampil di Sirkuit Sentul, Bogor, itu bersama seorang rekan wanitanya, terlibat perselisihan dengan korban dalam proses pembayaran. Sebuah sumber mengatakan, Adiguna melakukan pembayaran dengan menggunakan ATM BCA.

Karena dalam manajemen Hilton tidak ada aturan mengenai pembayaran via ATM BCA, maka korban menyampaikan penolakan secara halus.

Versi sumber lain menyebutkan, korban melakukan pembayaran dengan sebuah kartu kredit. Karena kartu kredit itu bermasalah, maka korban meminta agar dilakukan pembayaran tunai. Merasa dipersulit, terjadilah pertengkaran yang berujung pada pemukulan terhadap korban.

Beberapa bagian muka korban terkena sasaran pemukulan antara lain mengenai bagian wajah dan dagu.

Tak puas hanya memukul, Adiguna lantas mengeluarkan sepucuk pistol dan menembakkan ke wajah korban yang akhirnya menembus pelipis kanan.

Korban langsung tersungkur bersimbah darah, kemudian dilarikan oleh sejumlah Satpam ke RS TNI AL Mintohardjo Jakarta pukul 05.00 WIB.

Sayangnya, nyawanya tak tertolong. Hanya 10 menit dalam perawatan dokter, korban menghembuskan nafas terakhir. Jenazah Johannes lantas dibawa ke RS Cipto Mangunkusumo dan menjalani otopsi sekitar pukul 12.00 WIB. Selanjutnya jenasah disemayamkan di RS St Carolus di kawasan Salemba Jakarta.

"Kami benar-benar tidak terima ponakan saya diperlakukan seperti ini. Mentang-mentang orang gede," kata Gaudens, paman korban yang ditemui BPost di RS ST Carolus, Sabtu malam.

Polisi akhirnya berhasil membekuk Adiguna yang berusaha bersembunyi di lantai sebuah kamar Hotel Hilton di lantai 15 pukul 11.00 WIB.

Berdasarkan pantauan BPost, di lokasi kejadian perkara (TKP) sudah dipasangi garis polisi (police line). Praktis, kegiatan di Fluid Club and Lounge Hotel Hilton dihentikan sementara. Di sekitar TKP tampak dijaga empat aparat polisi.

"Waah, kami nggak tahu Mas. Kejadian ini tidak di daerah tugas saya. Di kafe kan sudah beda manajemen lagi," kata seorang staf di bagian lobi.

Polisi Bungkam
Sayangnya, pihak polisi masih bungkam dan saling lempar ketika ditanya tentang modus dan pelaku penembakan. Kapolsek Tanah Abang, Komisaris Rivai mengatakan, kasus itu sudah ditangani Polres Jakarta Pusat.

"Tanya saja ke sana," kata Rivai saat dikonfirmasi. "Saya tak berhak memberi keterangan karena kasusnya sudah ditangani Polres," sambungnya.

Ketika nomor telepon seluler (HP) Kapolres Jakarta Pusat, Kombes Sukawardi Dahlan dihubungi, yang bersangkuta tak pernah mengangkat telponnya.

Petugas piket di Polres Pusat justru melemparkan tanggungjawab dengan mengatakan ditangani Polres Jakarta Barat.

Nah, ketika Polres Jakarta Barat dikontak, mereka juga berdalih kasusnya ditangani Polsek Tanah Abang. Masing-masing wilayah kepolisian saling melempar tanggungjawab.

Adiguna Sutowo adalah adik Ponco Sutowo, pemilik Hotel Hilton yang juga menjabat sebagai Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI).

Kakak beradik ini adalah anak kandung Ibnu Sutowo, mantan Direktur Utama PT Pertamina di era Presiden Soeharto.

Selain malang melintang di pentas balap mobil nasional, Adiguna juga aktif berorganisasi. Di antaranya, dia pernah tercatat sebagai Ketua Umum Generasi Muda (GM) FKPPI.

Adiguna juga cukup sukses di dunia bisnis, terutama dalam mengelola aset-aset milik ayahnya, Ibnu Sutowo.JBP/fin/yls/yon/abs 

Copyright © 2003 Banjarmasin Post


Berita Utama
Pembalap Nasional Membunuh

"Saya Enggak Terima"


Gempa 5,0 SR Kembali Guncang Aceh


"Kondisi Meulaboh Membaik"


Ribuan Warga Terobos Belantara


Perjuangan Menyelamatkan Selembar Nyawa "Bang Aku Tak Sanggup Lagi"


Bantuan Tsunami Uang Saja


Korban Tewas Bisa Dibuang Ke Laut


Heningkan Cipta Sebelum Berpesta


AS Tingkatkan Bantuan Rp3,2 T


3.545 Calhaj Kalselteng Tiba Di Saudi


Selamat Setelah Berselancar Di Atas Tsunami


Kapal Induk AS Berlabuh Di Sabang


Banjarmasin Post Group Jl Haryono MT 143/54 Banjarmasin 70111 Phone: +62-511-54370 Fax: +62-511-66123