:: Kompas Cyber Media ::

[::] Portal Berita Daerah [::]

Metro Banjar • Serambi Ummah • BëBAS • Diafragma • PASAR

Berita Cetak
MAIN PAGE
Berita Utama
Nusantara
B O R N E O
+Trans Kalimantan
Banjarmasin Plus

Persona
BELI@
Olahraga
Keluarga & Gaya hidup
Internasional
Berita Kemarin
Info Data & Media
Banjarmasin Post
Susunan Redaksi

Pasang Iklan
Order Cetak
Berlangganan
Supporting By

Minggu, 23 Januari 2005 01:35


Bapedalda Pantau Tambang Rakyat

Martapura, BPost
Keberadaan penambangan emas rakyat di Desa Kiram Kecamatan Karang Intan terus dipantau Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Banjar. Hal ini dilakukan untuk menghindari dampak negatif dari pencemaran logam berat merkuri.

Pjs Kepala Bapedalda Banjar Santoso Budihardjo, menuturkan hasil pemantauan yang dilakukan pada 2004 berlokasi di Desa Kiram memang tidak ditemukan adanya pencemaran logam berat tersebut.

Namun mereka tak mau mengambil resiko dan terus melanjutkan upaya pemantauan dan pemeriksaan laboratorium secara berkala, terhadap lokasi pendulangan tersebut di 2005 ini.

"Yang jelas, program pemantauan di Desa Kiram memang tetap kita laksanakan secara triwulan di 2005 ini. Tujuannya agar diketahui perkembangan tingkat pencemarannya," kata Budi.

Pihaknya mengaku tak ingin mengambil resiko kecolongan jika tak melakukan upaya pemantauan secara berkala. Pasalnya problem pencemaran terutama merkuri, merupakan masalah besar yang sangat berbahaya bagi lingkungan hidup, termasuk kesehatan manusia.

"Untuk itu, kami akan tetap menurunkan tim per tri wulan ke pendulangan Kiram sekaligus mengambil sampel air untuk diperiksa di laboratorium," jelasnya.

Sebelumnya, berdasar hasil pemantauan di lapangan, kondisi air sungai yang ada di sekitar lokasi pendulangan terlihat keruh.

Seperti pernah diberitakan, Bapedalda Banjar telah membentuk tim yang langsung diterjunkan ke lokasi tambang emas rakyat di Desa Kiram, untuk memantau aktivitas tersebut serta pengaruhnya bagi kesehatan.

Wakil Bupati Banjar Mawardi Abbas pun menyatakan, masalah penambangan rakyat itu sangat dilematis karena menyangkut orang banyak, namun dampaknya juga sangat dirasakan oleh lingkungan dan warga lainnya.

Namun diharapkannya, Pemkab Banjar dan Pemko Banjarbaru dapat duduk dalam satu meja untuk membahas dampak yang ditimbulkan oleh aktivitas penambang rakyat tersebut, karena limbahnya mengalir memasuki wilayah Kota Banjarbaru.

Sebagaimana diketahui, akibat aktifitas pendulangan ilegal emas di wilayah tetangga, Desa Kiram Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar, selama 5 tahun ini, warga di Desa Batu Ampar Banjarbaru yang bertetangga mengeluhkan pencemaran limbah penambangan.

Keluhan mereka berkisar soal diare dan penyakit kulit, akibat tercemarnya sungai-sungai yang mengalir di wilayahnya. Soalnya, Sungai Ampar yang tercemar air limbah pendulangan ini menjadi pemasok air bagi kehidupan warga sehari-hari, baik untuk dikonsumsi maupun untuk keperluan lainnya. adi

Copyright © 2003 Banjarmasin Post


Trans Kalimantan
Bapedalda Pantau Tambang Rakyat

Jelawat Tak Akan Punah


Jalan Di Kuripan Terancam


Pemuda Mencurigakan Diamankan


"Usulan Anggaran Sudah Dikaji"


Retribusi Objek Wisata Bocor


PAD HST Capai Target


Pengedar Koplo Ditangkap Jelang Shalat Id


Yuli Lantik Kabinet Baru


Kejaksaan Pelajari Yayasan Amalillah


Banjarmasin Post Group Jl Haryono MT 143/54 Banjarmasin 70129 Phone: +62-511-54370 Fax: +62-511-66123