Martapura, BPost
Keberadaan penambangan emas rakyat di Desa Kiram Kecamatan Karang Intan terus
dipantau Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Banjar. Hal ini dilakukan
untuk menghindari dampak negatif dari pencemaran logam berat merkuri.
Pjs Kepala Bapedalda Banjar Santoso Budihardjo, menuturkan hasil pemantauan yang
dilakukan pada 2004 berlokasi di Desa Kiram memang tidak ditemukan adanya pencemaran logam
berat tersebut.
Namun mereka tak mau mengambil resiko dan terus melanjutkan upaya pemantauan dan
pemeriksaan laboratorium secara berkala, terhadap lokasi pendulangan tersebut di 2005 ini.
"Yang jelas, program pemantauan di Desa Kiram memang tetap kita laksanakan secara
triwulan di 2005 ini. Tujuannya agar diketahui perkembangan tingkat pencemarannya,"
kata Budi.
Pihaknya mengaku tak ingin mengambil resiko kecolongan jika tak melakukan upaya
pemantauan secara berkala. Pasalnya problem pencemaran terutama merkuri, merupakan masalah
besar yang sangat berbahaya bagi lingkungan hidup, termasuk kesehatan manusia.
"Untuk itu, kami akan tetap menurunkan tim per tri wulan ke pendulangan Kiram
sekaligus mengambil sampel air untuk diperiksa di laboratorium," jelasnya.
Sebelumnya, berdasar hasil pemantauan di lapangan, kondisi air sungai yang ada di
sekitar lokasi pendulangan terlihat keruh.
Seperti pernah diberitakan, Bapedalda Banjar telah membentuk tim yang langsung
diterjunkan ke lokasi tambang emas rakyat di Desa Kiram, untuk memantau aktivitas tersebut
serta pengaruhnya bagi kesehatan.
Wakil Bupati Banjar Mawardi Abbas pun menyatakan, masalah penambangan rakyat itu sangat
dilematis karena menyangkut orang banyak, namun dampaknya juga sangat dirasakan oleh
lingkungan dan warga lainnya.
Namun diharapkannya, Pemkab Banjar dan Pemko Banjarbaru dapat duduk dalam satu meja
untuk membahas dampak yang ditimbulkan oleh aktivitas penambang rakyat tersebut, karena
limbahnya mengalir memasuki wilayah Kota Banjarbaru.
Sebagaimana diketahui, akibat aktifitas pendulangan ilegal emas di wilayah tetangga,
Desa Kiram Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar, selama 5 tahun ini, warga di Desa Batu
Ampar Banjarbaru yang bertetangga mengeluhkan pencemaran limbah penambangan.
Keluhan mereka berkisar soal diare dan penyakit kulit, akibat tercemarnya sungai-sungai
yang mengalir di wilayahnya. Soalnya, Sungai Ampar yang tercemar air limbah pendulangan
ini menjadi pemasok air bagi kehidupan warga sehari-hari, baik untuk dikonsumsi maupun
untuk keperluan lainnya. adi