:: Kompas Cyber Media ::

[::] Portal Berita Daerah [::]

Metro Banjar • Serambi Ummah • BëBAS • Diafragma • PASAR

Berita Cetak
MAIN PAGE
Berita Utama
Nusantara
B O R N E O
+Trans Kalimantan
Banjarmasin Plus

Persona
BELI@
Olahraga
Keluarga & Gaya hidup
Internasional
Berita Kemarin
Info Data & Media
Banjarmasin Post
Susunan Redaksi

Pasang Iklan
Order Cetak
Berlangganan
Supporting By

Minggu, 23 Januari 2005 01:35


Jelawat Tak Akan Punah

INI kabar gembira bagi masyarakat Kalsel yang gemar mengonsumsi ikan. Jelawat sebagai ikan khas Kalimantan yang kini terancam punah, berhasil dikembangkan oleh Loka Budida Air Tawar (BAT) Mandiangin.

Upaya yang dilakukan selama ini tidak sia-sia, kata kepala Loka BAT Mandiangin Sarifin, didampingi Teknisi Budidayanya Khairul Anwar, Sabtu (22/1).

Puluhan ribu benih ikan jelawat memenuhi ruang pembenihan di Loka BAT Mandiangin tersebut. Benih jelawat tampak sehat dan berenang aktif, seakan menunjukkan kegembiraan karena keberhasilan pembenihannya yang berarti populasinya tidak akan punah.

Memang dalam dekade ini, kebutuhan protein hewani terutama yang bersumber dari ikan dan hewan air lainnya, semakin meningkat. Menurut Sarifin, hal ini disebabkan selain semakin bertambahnya jumlah penduduk juga meningkatnya kesadaran masyarakat untuk mengonsumsinya.

Berdasarkan hal itu, budidaya perikanan terus dikembangkan sehingga mampu diandalkan, untuk memenuhi kebutuhan protein hewani di masa akan datang.

Budidaya ikan ini semakin mendesak, mengingat produksi ikan dari hasil tangkapan di perairan umum cenderung menurun. Akibatnya, selain terjadinya kelangkaan hewan air, juga membahayakan kelestarian alan dan plasma nuftah.

Sebagai ikan asli perairan Indonesia terutama terdapat di sungai dan perairan umum lainnya di Kalimantan dan Sumatera, Jelawat mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi dan memiliki prospek yang bagus sebagai ikan budidaya.

Sebagai salah satu jenis ikan lokal, harga ukuran konsumsi ikan jelawat cukup menjanjikan. Di tingkat pembudidaya berkisar antara Rp25.000-35.000 per kilogram.

Bisa dibayangkan, berapa harganya per porsi kalau ikan yang dagingnya sangat lezat dan gurih ini tersaji di rumah makan atau restoran.

Keberhasilan pembenihan ikan jelawat ini disambut gembira oleh pembudidaya ikan. Usaha pembesaran yang selama ini terkendala karena sulitnya mendapatkan benih, sudah terpecahkan.

Sebagaimana diungkapkan H Arman, seorang pembudidaya ikan dari Banua Lawas Tabalong, yang mempunyai puluhan karamba sebagai usahanya.

Menurut ia, jelawat sangat cocok dikembangkan di daerah ini. Selain sebagai ikan spesifik lokal, jelawat menjadi alternatif pengganti ikan introduksi seperti mas, yang saat ini terkendala akibat mewabahnya penyakit Koi Herves Virus (KHV) di beberapa daerah.

Menurut Sarifin, selain untuk memenuhi kebutuhan lokal, saat ini terdapat permintaan benih jelawat dari Riau, Sumatera yang memerlukan kiriman secara rutin tidak kurang dari 50.000 ekor per bulan.

Ditambahkannya, melihat tingginya permintaan benih untuk kegiatan pembesaran, penguasaan teknologi pembenihan mutlak dilakukan. Oleh karena itu, Loka BAT Mandiangin terus berupaya mengembangkan teknologi pembenihannya. ima

Copyright © 2003 Banjarmasin Post


Trans Kalimantan
Bapedalda Pantau Tambang Rakyat

Jelawat Tak Akan Punah


Jalan Di Kuripan Terancam


Pemuda Mencurigakan Diamankan


"Usulan Anggaran Sudah Dikaji"


Retribusi Objek Wisata Bocor


PAD HST Capai Target


Pengedar Koplo Ditangkap Jelang Shalat Id


Yuli Lantik Kabinet Baru


Kejaksaan Pelajari Yayasan Amalillah


Banjarmasin Post Group Jl Haryono MT 143/54 Banjarmasin 70129 Phone: +62-511-54370 Fax: +62-511-66123