Marabahan, BPost
Terendamnya hampir seluruh desa di Kecamatan Kuripan Kabupaten Barito Kuala (Batola)
selama sepekan terakhir, dipastikan akan berdampak pada infrastruktur di daerah
itu.
Puluhan kilometer jalan desa serta penghubung antara satu desa dengan lainnya, terancam
rusak. Ini juga pernah dialami Kecamatan Mandastana, yang terendam banjir tahun lalu.
Apalagi air yang menggenangi daerah paling ujung Kabupaten Batola dan berbatasan dengan
Kalimantan Tengah (Kalteng) ini, terjadi cukup lama.
Sekadar diketahui, banjir yang terjadi di Mandastana pada Januari 2004, membuat jalan
desa menjadi terkikis. Tak hanya itu, jalan yang sudah beraspal pun mengalami kerusakan.
Rudi, warga Marabahan yang sempat berkunjung ke Kecamatan Kuripan dua hari lalu
menuturkan, hampir semua jalan-jalan di kecamatan ini terendam.
"Kita melihat jalan-jalan sudah terendam. Kemungkinan jalan-jalan itu akan
terkikis air," tandasnya. Apalagi badan jalan di kecamatan ini, rata-rata belum
beraspal.
Belum permanennya jalan-jalan di kecamatan ini, membuatnya mudah mengalami kerusakan.
Belum lagi ada arus yang cukup deras menggenangi daerah-daerah tertentu.
Senada dengan Rudi, Gani menuturkan kedalaman air yang menggenangi kecamatan ini cukup
tinggi, membuat mereka terpaksa menggunakan jukung dan angkutan air lainnya untuk
bepergian.
Kadis PU Ir Kurjait Noor MSi melalui Kabusdin Bina Marga Ir Ridho MSi, yang
dikonfirmasi mengenai hal ini, tak penampik jalan-jalan di Kecamatan Kuripan akan
mengalami kerusakan.
"Memang hal itu (kerusakan jalan, Red) akan kemungkinan. Tapi kita optimis
kerusakannya tak terlalu parah," papar Ridho sambil berjanji akan secepatnya melihat
kondisi di lapangan.
Namun ia justru mengkhawatirkan tentang kerbau-kerbau yang ada, apabila air merendam
hewan itu bisa naik ke darat. "Apabila kerbau tersebut naik ke jalan dan
menginjak-injaknya, kerusakan tak bisa dihindari. Apalagi kalau sudah terendam jalan jadi
lembek," paparnya sambil menjelaskan kondisi jalan di kecamatan paling ujung Batola
ini juga belum ber aspal. dwi