Jakarta, BPost
Jemaah di perkemahan di Mina diberi keringanan untuk tidak melakukan shalat Jumat dan
cukup menggantinya dengan shalat dzuhur dan ashar yang dijamak (digabung) di waktu dzuhur.
Demikian diumumkan petugas posko di pemondokan jemaah Indonesia di Mina, Jumat.
Mereka kemudian menggelar tikar dan karpet di depan posko pelayanan haji Indonesia bagi
jemaah yang ingin shalat jamak. Namun, salat Jumat tetap digelar di Masjid Khaif dan Al
Bay yang ada di kawasan Mina dan berada di dekat jamarat yang dipadati umat Islam yang
berkemah di sana.
Salat Jumat di Masjidil Haram juga dijejali manusia hingga ke lantai dua dan atap,
pelataran, serta lorong-lorong dan ke jalan-jalan. Sejak Kamis, jemaah haji dari berbagai
negara memadati Masjidil Haram untuk melakukan tawaf Ifadhah dan sai, mereka ada
yang masih menggunakan pakaian ihram ada yang sudah melepaskannya setelah tahalul (potong
rambut) usai melontar jumroh.
Kebanyakan calon haji haji Indonesia sudah tidak mengenakan pakaian ihram karena
sebagian dari mereka telah melakukan lempar jumrah aqabah dan langsung bertahalul,
meskipun berdasarkan jadwal waktu pelontaran untuk jemaah Asia Tenggara dimulai setelah
ashar hingga tengah malam.
Banyaknya jemaah haji yang melakukan tawaf, sehingga pelaksanaan thowaf ifadhah dari
mulai thawaf yaitu mengelilingi kabah tujuh kali, hingga tahalul memakan waktu cukup
panjang. Misalnya jemaah yang melakukan thawaf dimulai pukul 11.30 baru berakhir menjelang
masuk waktu salat ashar.
Kepadatan di tempat yang terkadang menimbulkan desak-desak terutama terjadi di tempat
sai yaitu saat para jamaah haji berada di bukit Safa dan Marwa ketika akan melakukan
putaran. Akibat padatnya jamaah yang melakukan sai tersebut, tidak sedikit calon
haji yang berusia lanjut beristirahat sambil duduk di pinggir tembok tempat sai.
Kepadatan di tempat pelaksanaan thawaf terutama terjadi di garis dimulainya thawaf dan
di tempat-tempat yang sudah menjadi pusat kepadatan jamaah seperti di hajar aswad atau di
Hijir Ismail. Titik sentral kegiatan pelaksanaan yang kini tengah berada di dua titik
yaitu di Masjidil Haram (tempat jemaah melakukan thawaf ifadhah) serta Mina.
Thawaf dan sai juga dilakukan di lantai dua dan atap Masjidil Haram, namun jarak
perjalanan yang harus ditempuh menjadi sangat panjang. Kemacetan yang terjadi luar biasa,
apalagi menjelang tengah malam, karena saat itu banyak jemaah yang dari Mekkah hendak
melakukan mabit di Mina. Kendaraan pun terlihat penuh, hingga ke atap dan juga banyak yang
berjalan kaki.
Lebih kurang 500 calon haji asal Arab Saudi ditolak masuk Mekah untuk menunaikan haji
tahun ini. Lima ratus orang calon itu tak bisa menunjukkan izin (tasrih) berhaji tahun ini
sehingga mereka harus kembali ke kota asalnya. Calon haji yang menggunakan beragam
kendaraan ini ditolak masuk ke Mekah melalui beberapa tempat pemeriksaan menuju Mekah,
baik dari arah Madinah, Jeddah, dan Taif.
Polisi tak bisa memberi toleransi untuk mereka. Sebab, Menteri Dalam Negeri Arab Saudi,
Pangeran Nayef 24 jam sebelumnya menyatakan bahwa siapa pun yang tak memiliki izin haji
tak bisa menunaikan haji tahun ini. Mereka juga ada yang mencoba menunaikan umrah atau
melaksanakan tawaf ke Baitullah, namun permintaan itu juga ditolak.
Mereka adalah jemaah haji yang tertipu dengan membayar antara 200 riyal hingga 500
riyal kepada calo haji lokal. Tahun lalu, penipu mengeruk dana hingga sebesar 15.000
riyal. Bahkan tahun lalu jumlah calon haji yang tertipu mencapai 300.000 orang.dtc