Banda Aceh, BPost
Satuan Tugas Polri menurunkan tim intel dan reserse untuk menyelidiki laporan adanya
tindak pelecehan seksual terhadap perempuan Aceh oleh relawan dan tentara asing yang
tengah melaksanakan misi kemanusiaan di wilayah itu.
"Secara profesional kami menurunkan anggota intel dan reskrim untuk menyelidiki
laporan tersebut," kata Kepala Satgas Polri Brigadir Jenderal Ito Sumardi di Banda
Aceh, Sabtu (22/1).
Ia mengatakan hal itu menanggapi informasi adanya pelecehan seksual yang telah masuk ke
jajaran kepolisian. Kendati hingga saat ini Polri belum menerima laporan resmi dari para
korban.
Menurut dia, jika nantinya kasus pelecehan seksual terhadap perempuan Aceh benar-benar
terjadi, Polri akan menindak tegas sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku di Indonesia.
"Siapa pun, termasuk warga asing, akan ditindak tegas oleh polisi sebab keberadaan
mereka di Aceh hanya untuk menjalankan misi kemanusiaan dan bukan melakukan kegiatan lain
apalagi pelecehan seksual," katanya.
Untuk itu polisi mengharapkan kepada perempuan Aceh yang menjadi korban pelecehan
seksual agar melapor ke polisi baik ke kantor polisi maupun lewat pos polisi yang tersebar
di berbagai wilayah di Aceh. "Laporkan saja kepada kami, sebab polisi yang berhak dan
bertanggung jawab secara hukum untuk memproses terjadinya pelecehan seksual,"
katanya.
Selain itu, Satgas Polri melalui Mabes Polri di Jakarkta akan meminta perwakilan negara
asing untuk ikut mendata keberadaan dan jumlah personil yang sedang menjalankan misi
kemanusiaan di Aceh.
Polri juga terus mendeteksi keberadaan orang asing di Aceh. Sebab pascatsunami orang
asing dapat leluasa keluar-masuk di tempat-tempat pengungsian tanpa diketahui aparat
keamanan.
Kendati belum ada laporan resmi, Ito Sumardi meyakini perempuan Aceh yang menjadi
korban bencana alam berpotensi besar menjadi korban tindakan pelecehan seksual oleh orang
asing. Sehingga, menjadi tanggung jawab Polri untuk mengatasi masalah itu.
Polri juga meminta kepada aparat terkait untuk mengawasi lokasi pengungsian agar orang
asing tidak sembarangan masuk apalagi bukan untuk menjalankan misi kemanusiaan.ant