Mina, BPost
Hujan lebat dan badai melanda kawasan Mina dan Makkah, Arab Saudi, Sabtu
(22/1), sekitar pukul 15:40 waktu setempat atau pukul 20:40 Wita. Badai angin itu
menyebabkan beberapa tenda jamaah rubuh.
Seorang jamaah asal Sumatera Selatan dilaporkan tewas dalam musibah itu. Tenda-tenda
jamaah haji di kawasan Minas dilaporkan terendam air. Akibatnya, jamaah kesulitan
mendapatkan tempat tidur. Dua jamaah asal Makassar, Sulsel, Haji Ahmad Abdullah (kloter
30) dan Hj Trisnawati Nadir melaporkan untuk BPost, tadi malam, cuaca di Mina
memburuk sejak pagi waktu setempat. Namun, hujan lebat disertai angin baru terjadi sore
hari.
"Kami yang ada di maktab 30 sempat panik karena tenda atau kemah bergoyang.
Beberapa teman sudah berlarian meninggalkan tenda meski di luar sedang hujan," kata
Ahmad melalui sambungan telepon internasional.
Menurutnya, cuaca di Mina sebelumnya cukup cerah. Cuaca di kota tempat melontar ini
berkisar 20-22 derajat celsius. Karenanya, jamaah terkejut saat cuaca tiba-tiba berubah.
"Terus terang kami sempat kaget karena hujannya sangat lebat. Tapi, mungkin ini juga
cobaan bagi," ujarnya.
Senada dengan Ahmad, Trisnawati juga menyampaikan terjadinya badai dan hujan lebat.
Sejak pagi, kata dia, hujan sudah melanda kawasan Mina dan sekitarnya. "Saya dan
teman-teman di kloter 33 sempat panik saat hujan lebat karena disertai angin kecang,"
kata notaris di Sungguminasa, Gowa.
Dia menambahkan, jamaah juga mengkhawatirkan terjadinya banjir di sekitar pemondokan
jamaah haji asal Indonesia, khususnya dari embarkasi Makassar.
Keadaan Makkah
Informasi yang diperoleh BPost, hujan deras disertai petir juga melanda Makkah.
Akibatnya, sempat terjadi banjir dengan ketinggian sekitar 50 sentimeter (0,5 meter).
Banjir telah membuat kemacetan di bebeberapa ruas jalan di Mina dan Makkah.
Para jamaah yang berada di Mina dilaporkan memilih berteduh di bawah tenda. Jalanan
mulai dari terowongan menuju jamarat juga macet total karena jamaah yang sedang melontar
di jumrah memilih berteduh di dalam terowongan.
Hingga pukul 22.00 wita malam tadi atau petang waktu setempat, hujan dan badai masih
melanda Mina meski dengan curah yang tidak terlalu lebat. Sebagian besar jamaah Indonesia
masih memilih berteduh di dalam kemah mereka yang berada di kawasan Aziziyah.
Gusti Mustain, jemaah asal Kalimantan Selatan dihubungi BPost via saluran
internasional mengatakan, hujan lebat yang terjadi di sekitar kota Makkah sempat membuat
kepanikan para jemaah.
Apalagi, ungkap Mustain, banjir telah menghanyutkan sejumlah mobil di kawasan sekitar
kota Makkah. Bahkan, "dua bus berukuran besar ikut terbawa arus banjir,"
paparnya.
Mobil-mobil itu yang hanyut terbawa arus banjir menumpuk di sebuah dataran rendah.
Aparat kepolisian Saudi sibuk mengatur lalulintas yang macet akibat banjir. Meski begitu,
imbuh Mustain, genangan air sudah mulai surut, arus lalulintas sudah kembali lancar. tt/rex/ank