Jakarta, BPost
Desakan di luar Partai Amanat Nasional (PAN) agar Amien Rais tetap memimpin PAN
semakin deras. Pengamat politik Dr Sukardi Rinakit misalnya, mengaku cemas rencana mundur
Amien tersebut. Kata dia, bila Amien Rais benar-benar keluar dari PAN, praktis kekuatan
oposisi semakin kendor
Amien sendiri bersikukuh tak akan maju lagi dalam persaingan perebutan kursi ketua umum
pada kongres yang digelar Februari mendatang. "Pak Amien masih bisa bersikap oposisi
meski di luar struktur partai. Tapi keputusan Pak Amien untuk tak lagi jadi ketua umum itu
sudah final," tegas Wakil Sekjen DPP PAN, Alvien Lie Liang Piao menjawab BPost,
Sabtu (22/1).
Menurut Sukardi, mundurnya Amien semakin memperlemah kekuatan penyeimbang di parlemen,
menyusul berubahnya Partai Golkar menjadi partai penguasa dengan terpilihnya Wakil
Presiden Jusuf Kalla sebagai ketua umum partai beringin. Apalagi pemimpin parpol kritis
lainnya seperti Hidayat Nurwahid sudah terlebih dulu meninggalkan Partai Keadilan
Sejahtera (PKS).
"Praktis, sekarang ini nggak ada lagi tokoh oposisi yang benar-benar kuat.
PDIP sendirian di parlemen," kata Sukardi Rinakit. Padahal, imbuhnya, peran tokoh
oposan saat ini benar-benar dibutuhkan masyarakat di tengah isu persaingan tak sehat di
tubuh pemerintahan. Yakni antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Wapres Jusuf
Kalla. Pendek kata, pamor pemerintahan SBY-Kalla saat ini tengah mengalami penurunan pamor
di saat melemahnya kekuatan oposisi.
Sukardi melihat, nama-nama tokoh yang meramaikan bursa Ketua Umum PAN sejauh ini belum
bisa menandingi kuatnya figur Amien Rais. Karena itu, Ketua Umum PAN yang baru nanti masih
sulit diharapkan bisa memperkuat pamor oposisi di parlemen.
"Makanya, wajar bila banyak yang berharap agar Amien Rais tetap memimpin
PAN," imbuh Sukardi yang juga Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Politik, Soegeng
Sarjady Syndicated (SSS) itu.
PDIP sendiri saat ini terkesan sedang kebingungan mencari kawan oposan di parlemen.
Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang diharapkan menjadi mitra oposisi juga tampak
tanggung-tanggung menyikapi kinerja pemerintahan. Demikian halnya dengan parpol lima besar
lainnya yakni Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
"Jadi, selama belum ada figur yang kuat di tubuh PAN, saya sangat berharap Pak
Amien Rais tetap menjadi Ketua Umum PAN," kata fungsionaris PDIP di DPR, Permadi
secara terpisah.
Sementara itu, Wakil Sekjen PAN Alvien Lie meminta semua pihak untuk menilai mundurnya
Amien Rais dari sisi positif. Menurutnya, figur-figur yang meramaikan bursa calon nakodha
PAN seperti Dien Syamsuddin, Didiek Rachbini, Ahmad Farhan Hamid, Fuad Bawazier, AM Fatwa,
dan lainnya, juga memiliki keunggulan komparatif tersendiri.
"Pak Amien menegaskan, suksesi di tubuh PAN itu bagian dari sukses
kepemimpinannya," tegas Alvien. Dengan mundur dari ketua umum, tambahnya, Amien Rais
membuktikan demokratisasi dan regenerasi di tubuh partai berlambang matahari terbit itu.
"Pak Amien pernah bilang, seperti matahari, ada saatnya terbit, ada saatnya
tenggelam," imbuh politikus berambut jabrik itu. JBP/abs