Banjarmasin, BPost
Kabar terjadinya deal politik di balik kesediaan DPW Partai Amanat Nasional
(PAN) menerima lamaran Sjachriel Darham membuat gerah fungsionaris di partai berlambang
matahari ini. Mereka mengaku terpaksa menerima lamaran Sjachriel yang ditindaklanjuti
dengan seleksi bersama delapan calon gubernur (cagub), hari Minggu (23/1) ini.
"Insya Allah kami semua tidak terkontaminasi dengan isu suap, baik secara
person maupun kelembagaan. Bila ditemukan indikasi sogok-menyogok, maka pelamar akan kami
diskualifikasi. Kemudian person yang kena sogok juga akan kami tindak," tandas ketua
tim penjaringan (Tim 7) PAN, M Nahwan kepada pers, di Banjarmasin, Sabtu (22/1).
Menurut dia, PAN tidak menolak lamaran Sjachriel karena ketentuan dalam UU No 32 Tahun
2004 yang tak memperbolehkan partai menolak lamaran dari seorang calon. Karenanya, lanjut
Nahwan, tidak ada alasan bagi PAN menolak lamaran Sjachriel.
Seperti diketahui, kabar telah terjadinya deal politik ini terkait berubahnya sikap PAN
terutama ketuanya Yudhi Wahyuni terhadap Sjachriel. Jauh-jauh hari, Yudhi secara terbuka
mengatakan partainya tertutup bagi Sjachriel. Dia menilai Sjachriel tak layak lagi menjadi
gubernur karena kredibelitasnya sangat buruk. Ditanya BPost soal perubahan sikapnya
itu, dengan enteng Yudhi mengatakan dalam dunia politik semuanya bisa berubah.
Namun demikian, imbuh Nahwan, seperti halnya calon lain yang telah melamar ke
partainya, Sjachriel harus mengikuti seleksi. Rencananya, seleksi terhadap para calon
yakni Ismet Ahmad, Alfian Noor, Ramlan, Muhammad Yamin, Sofwat Hadi, Desmond J Mahesa,
Noor Aidi, Ahmad Zubaidi dan Sjachriel Darham yang akan digelar, Minggu.
"Saya tegaskan sekali lagi, PAN tidak menolak lamaran Sjachriel Darham. Namun,
apakah yang bersangkutan sudah pasti akan diusung partai kami, nanti dulu. Sebab, kami
punya prosedur yang harus dilewati setiap pelamar. Jadi semua calon jangan percaya diri
pasti diterima," tegasnya.
Lebih jauh dijelaskan Nahwan yang didampingi sekretaris Tim 7 Rachmad Nopliadry,
keseluruh calon diwajibkan melakukan presentasi sekaligus dialog dengan anggota tim.
"Bagi kalangan pers yang berminat mengikuti acara ini silakan saja, dengan lebih dulu
mendaftarkan diri kepada panitia. Seleksi kita transparan," lanjut Nahwan.
Dari seleksi awal, katanya, akan diambil tiga pelamar terbaik yang akan diserahkan
kepada DPW PAN untuk memutuskan siapa yang dijadikan calon tunggal.
Menyinggung perlunya calon yang bermodal, Nahwan mengakui tidak bisa memungkiri hal
tersebut. Menurutnya, cagub yang akan mereka usung nanti memang wajib menyediakan dana
untuk membiayai kampanye hingga biaya operasional para saksi di lapangan saat
berlangungnya pilkada. "Namun keperluan biaya itu jangan dianggap sebagai sebuah
sogokan. Kita sangat menghindari nuansa money politics dalam proses seleksi
ini," tandasnya.
Batal Deklarasi
Sementara itu, pendeklarasian cagub dari DPD Partai Demokrat (PD) yang rencananya akhir
Januari dipastikan batal. Pasalnya, rapimnas DPP yang akan membahas persiapan pilkada di
daerah-daerah yang seharusnya digelar 14-16 Januari lalu dimundurkan pekan depan.
"Rencananya usai rapimnas, DPD PD melalui Tim 5 akan segera menyaring enam cagub
yang telah resmi melamar dengan menyerahkan berkas visi dan misinya. Selanjutnya, beberapa
calon terbaik hasil penyaringan akan diserahkan kepada DPP untuk dipilih satu yang sesuai
amanat. Kemungkinan cagub PD baru bisa diumumkan Februari mendatang," ujarnya Ketua
DPD PD, Ahmad Bisung.
Menyinggung calon yang sudah melamar, Bisung mengungkapkan ada enam orang yakni
Zubaidi, Ramlan, Sjachriel Darham, Desmon J Mahesa, Ismet Ahmad dan Sofwat Hadi.
"Sebelumnya ada sembilan orang tetapi yang tiga tidak terpaksa dicoret karena
lamban menyerahkan berkas visi dan misinya sebagai kelengkapan persyaratan
pendaftaran," tukas Bisung. dws/m4