:: Kompas Cyber Media ::

[::] Portal Berita Daerah [::]

Metro Banjar • Serambi Ummah • BëBAS • Diafragma • PASAR • INTECH

Berita Cetak
MAIN PAGE
Berita Utama
Nusantara
B O R N E O
+Trans Kalimantan
Banjarmasin Plus

Persona
BELI@
Olahraga
Keluarga & Gaya hidup
Internasional
Berita Kemarin
Info Data & Media
Banjarmasin Post
Susunan Redaksi

Pasang Iklan
Order Cetak
Berlangganan
Supporting By

Minggu, 23 Januari 2005 02:19


Nilainya Baru 6 Minus

MENDEKATI 100 hari pertama pemerintahan, kinerja pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono-M Jusuf Kalla masih jauh dari harapan. Kalangan pengamat politik memberi nilai kinerja pemerintahan belum sampai angka enam, tapi di atas angka lima.

"Persisnya, enam minus," kata pengamat politik dari Center for Stretegi and International Studies (CSIS), j Kristiadi di sela diskusi membedah topik Kinerja Kabinet Indonesia Bersatu, di Jakarta, Sabtu (22/1). Ikut hadir dalam diskusi Sarwono Kusumaatmadja dan Menkominfo Sofyan Djalil.

Kristiadi memakai dua kriteria untuk menilai kinerja pemerintahan duet Yudhoyono-Kalla. Pertama, dari segi substansial, dan kedua dari usaha (apa yang selama ini telah mereka perbuat).

"Kalau dari usahanya, saya menilai delapan. Angka delapan ini diberikan karena ketika, pemerintahan kabinet ini harus menangani tsunami, cukup banyak figur menteri di kabinet yang menunjukkan upaya serius menangani para korban," jelas Kristiadi.

Namun, dari segi substansial, yakni esensi serta hasil akhir dari seluruh upaya yang telah diperbuat kabinet, dia menilai hanya enam minus.

Senada dengan Kristiadi, Sarwono Kusumaatmadja juga menilai, kinerja kabinet Yudhoyono-Kalla masih jauh dari memuaskan. Secara administratif, sebut dia, ada banyak kecerobohan yang dilakukan pemerintahan kabinet Yudhoyono. Contohnya, terbitnya SK Wapres tentang tim penanggulangan bencana tsunami di Aceh dan Nias.

"Cuma saya tidak bisa kasih angka berapa buat mereka karena angkanya nggak ada," kelakar mantan anggota kabinet di masa Soeharto berkuasa ini.

Kristiadi sendiri mengamati 90 hari terakhir, pemerintahan Yudhoyono-Kalla belum memiliki program prioritas yang jelas. Langkah awal cukup baik yakni adanya menteri melakukan gebrakan dengan memindahkan koruptor ke Nusakambangan.

"Namun kelanjutan penangkapan terhadap koruptor kakap lain masih jadi tanda tanya," cetus Kristiadi.

Belum ganti dirjen

Menteri Informasi dan Komunikasi Sofyan Djalil sendiri tak menampik bahwa belum semua ekspektasi (harapan) masyarakat saat awal Yudhyono terpilih menjadi presiden, telah dipenuhi dalam kurun hampir tiga bulan pertama pemerintahan. Namun dia berkilah, istilah gebrakan 100 hari pemerintahan telah banyak disalahtafsirkan.

"Saat awal terpilih, ekspektasi masyarakat memang luar biasa besar. Istilah 100 hari saya nilai sudah banyak disalahtafsirkan. Tidak ada miracle (keajaiban) yang bisa diperbuat hanya dalam tempo 100 hari. Tapi apa yang sudah dicapai selama ini telah dilakukan kabinet Indonesia Bersatu dengan kerja keras," paparnya.

Di kalangan kabinet sendiri, jelas dia, hari Minggu tak beda dengan hari biasa, di mana semua anggota kabinet terus menerus bekerja.

"Itu sebannya, berilah kesempatan karena masa kerja kabinet ini masih akan berlangsung empat tahun lebih," ucap Sofyan.

Dia juga menyatakan, pemerintahan Yudhyono masih belum akan mengganti pejabat setingkat menteri dan direktur jenderal (dirjen) dalam waktu dekat. "Karena kabinet kami butuh kesinambungan," ungkap Sofyan JBP/fin

Copyright © 2003 Banjarmasin Post


Berita Utama
Mina Diterjang Badai

Pengungsi Perlu Uang Kontan


Chelsea Makin Tak Terkejar


20 Tahun Tak Tidur


Hari ini Sjachriel Diuji


Nilainya Baru 6 Minus


PLTD Itu Terbawa Hingga 2,5 km


Puisi-Puisi Aceh


Sudah 100 Ribu Mayat Dikubur


Amien Mundur, Oposisi Kendor


Tak Ada Kejadian Di Jamarot


Ambulan Meledak Di Pesta Pernikahan


Departemen Kominfo Jangan Jadi ‘Deppen’


Banjarmasin Post Group Jl Haryono MT 143/54 Banjarmasin 70111 Phone: +62-511-54370 Fax: +62-511-66123