MANTAN artis yang kini aktif di dunia anak, Neno Warisman, membacakaan
puisi-puisi tentang Aceh, dalam "Surabaya Peduli, Qurban Untuk Aceh" di lantai
VI ruang Sawunggaling, Balai Kota Surabaya, Sabtu.
Dalam acara yang digelar Yayasan Dana Sosial Al Falah (YDSF) Surabaya itu, Neno tampil
sangat atraktif dengan dilatar-belakangi enam remaja berjilbab warna biru yang
bergoyang-goyang mengikuti suara Neno.
Kehadiran pemilik Neno Education and Care membawakan puisi di tempat tersebut,
merupakan salah satu rangkaian dari Final Lomba Menulis Surat Cinta Untuk Sahabat di Aceh
dalam rangka menyambut Hari Raya Idhul Adha 1425 H.
Dengan dipandu staf YDSF yang juga mantan Ketua KAMMI Surabaya, Guritno, Neno Warisman
juga bertutur seputar kejadian tsunami dan menjelaskan seputar trauma pasca bencana yang
menimpa anak-anak Aceh.
Menurut relawan Aceh dari Yayasan Kita dan Hati ini, yang dibutuhkan anak-anak Aceh
sekarang adalah kegembiraan dalam kontrol syariat. "Beri dia kegembiraan, mereka
butuh sahabat tidak hanya guru," katanya.
Sementara itu acara testimoni salah seorang anak Aceh korban tsunami, Isabella Rizky
Putri Hanim, diisi dengan tanya jawab dengan wartawan, namun panitia memberikan batasan
agar tidak bertanya saat kejadian, karena dikhawatirkan bisa membuat trauma Isabella.
Pada kesempatan yang sama juga diserahkan bantuan kornet sebagai bentuk bantuan qurban
ke Aceh, yang secara simbolis diberikan kepada Isabella. Kornet tersebut dibuat oleh
pabrik pengelola makanan kaleng PT Surya Jaya Abadi Perkasa di Kecamatan Tongas, Kabupaten
Probolinggo.
Lomba menulis surat bertujuan untuk mengasah kecerdasan dan kepekaan sosial anak-anak.
Diharapkan dengan kegiatan ini anak-anak dapat mengekspresikan kecintaan mereka terhadap
sahabatnya yang ada di Aceh.
Sejak dibuka pendaftaran 9 Januari 2005 lalu sebanyak 160 surat telah masuk ke panitia.
Surat-surat tersebut berasal dari SD Al Hkmah 81 surat, SD Muhammadiyah 4 Pucang (22), SD
All Irsyad (17), SD Al Uswah (16), SD Muhammadiyah 20 (17) dan beberapa dari Sidoarjo dan
Tulungagung.
Sebanyak 10 finalis dipanggil untuk membacakaaan suratnya di depan juri. Kriteria
pemenang lomba antara lain keaslian ide, gaya dan tata bahasa, gaya penulisan, ejaan,
sistematika penulisan.
Juri yang menyeleksi surat-surat yang masuk adalah Dhimam Abror Djuraid (Ketua PWI
Jatim), Zainal Arifin Emka (Dosen Stikosa AWS) dan Dra Sutinah MA (Dosen Fisip Unair).
Juara 1 mendapat trophy dan uang Rp250.000, juara II mendapat trophy dan uang
Rp200.000, juara III memperoleh trophy dan uang Rp150.000. Sedangkan juara harapan I dan
II masing-masing mendapatkan trophy.ant