Banjarmasin, BPost
Meski sudah berlangsung 4 bulan, polemik hasil pemilihan Dekan FISIP Unlam
Banjarmasin belum berakhir. Hingga kini, fakultas ini belum memiliki dekan definitif.
Untuk sementara, tugas-tugasnya dijalankan oleh Pembantu Rektor (PR) II, Riduan Syahrani.
"Kami juga tidak mengetahui alasan rektor yang belum juga memutuskan dekan
definitif. Padahal sudah 2 kali Senat Fakultas melakukan pemilihan dan memutuskan saya
sebagai dekan," ujar Muslih Amberi kepada pers, kemarin.
Ditegaskan Muslih, seharusnya rektor harus segera bersikap menyelesaikan persoalan ini.
"Memang ada pelaksana dekan, namun tetap lain rasanya jika ada dekan definitif.
Bagaimana juga ada wewenang dekan definitif yang tidak bisa diambil alih oleh pelaksana
dekan," ujarnya.
Lebih lanjut dikatakan Muslih yang kini menjabat Ketua Program Pasca Sarjana FISIP
Unlam ini, semua proses demokrasi untuk memilih pengganti dekan lama Suriadi Sutiyo sudah
dilakukan. Namun hingga kini, rektor tidak juga mengeluarkan SK Dekan.
"Kita tidak tahu alasan rektor tidak segera mengeluarkan SK. Senat Fakultas sudah
dua kali melakukan proses pemilihan, tetapi tidak mendapat respon dari rektor," kata
Muslih.
Seperti diketahui, polemik ini berawal dari sidang Senat Fakultas, pertengahan Agustus
2004 lalu yang memutuskan Muslih sebagai dekan baru. Namun rektor tidak menyetujui dengan
alasan sidang itu tidak demokratis dan Muslih tidak berhak dipilih karena masih dalam
status studi di program pasca sarjana Unibraw Malang. Dia justru menunjuk dekan lama
sebagai pelaksana dekan.
Tidak puas dengan keputusan ini, puluhan dosen FISIP menggelar aksi mogok mengajar
selama beberapa hari. Dari gejolak ini, kemudian digelar lagi pemilihan tahap kedua yang
hasilnya mayoritas dosen memilih Muslih. Namun rektor tetap tidak bersedia melantik bahkan
menunjuk Riduan sebagai pelaksana tugas dekan.
Sementara itu sejumlah mahasiswa yang ditemui BPost mengaku meski tidak
terganggu dengan polemik ini, tetapi menginginkan adanya dekan definitif. "Lebih baik
ada dekan definitif. Karena dekan sekarang ini juga pembantu rektor sehingga tidak setiap
hari ada di sini. Namun yang lebih penting, jangan ada lagi dosen yang mogok seperti
kemarin. Kasihan kami kalau itu terjadi lagi," ujar seorang mahasiswa diamini
sejumlah temannya. Rektor Unlam Prof Alfian Noor hingga tadi malam belum bisa dikonfirmasi
karena handphonenya selalu tidak aktif. dws