:: Kompas Cyber Media ::

[::] Portal Berita Daerah [::]

Metro Banjar • Serambi Ummah • BëBAS • Diafragma • PASAR • INTECH

Berita Cetak
MAIN PAGE
Berita Utama
Nusantara
B O R N E O
+Trans Kalimantan
Banjarmasin Plus

Persona
BELI@
Olahraga
Keluarga & Gaya hidup
Internasional
Berita Kemarin
Info Data & Media
Banjarmasin Post
Susunan Redaksi

Pasang Iklan
Order Cetak
Berlangganan
Supporting By

Minggu, 23 Januari 2005 01:36


Untung Sunaryo BcIP SH MBL
Kepala Lapas Teluk Dalam

Bangga Mantan Binaan Jadi ‘Orang’

BIODATA

Nama

Untung Sunaryo Bc IP SH MBL

Lahir

Semarang, 17 April 1951

Hobi

Karate dan musik

Agama

Islam

Pendidikan

SD 1964 di Semarang, SMPN2 1967 di Semarang, SMAN2 1970 di Semarang, AKIP 1974 di Jakarta, S1 1997 di Serang, S2 2002 di Semarang.

Isteri

Nurhayati Tilaar

Anak

Wahyu Nurhayanto (PNS Rutan Sidoarjo)

Donni Isa Dermawan PNS LP Khusus Narkoba Cipinang

Bonni Alim Hidayat Mahasiswa Fak Hukum Undip Smrg

Riwayat Pekerjaan

Kasi Pembinaan Pas di Ternate 1978

Kasi Pembinaan Pas di Pekalongan 1980

Kasi Pembinaan Nadik LP Klas 1 Pekalongan 1984

Kepala Lapas di Brebes 1985

Ka Rutan Muara Enim Sumatera Selatan 1986

Ka Rutan Pandeglang 1990

Ka Rutan Klas 1 Cirebon 1994

Kalapas di Sidoarjo 1998

Kabid Pas Kanwil Dephukum-Perundang2an Kalbar 2000

Kalapas Palangka Raya 2002

Kalapas Banjarmasin 2004

Menjadi aparat penegak hukum adalah keinginannya sejak kecil, makanya begitu mengetahui Departemen Kehakiman di Jakarta memerlukan taruna baru, selepas SMA langsung masuk ke AKIP meski awal mulanya tidak tahu akan menjadi apa. Yang saya tahu, begitu lulus dapat langsung kerja dan dapat mengamalkan ilmu yang didapat. Dan memang benar adanya, begitu lulus pendidikan langsung mendapat pekerjaan meski bukan sebagai polisi atau tentara.

Yang jelas, pekerjaan yang ditekuninya amatlah mulia membina orang-orang yang bersalah ke jalan yang benar. Makanya sistem yang diterapkan adalah pendekatan secara kekeluargaan.

Pengalaman menarik yang tak terlupakan, ketika bertugas di lapas Ternate sekitar tahun 1976. Ketika itu ada satu napi yang masih muda namun sudah masuk lapas ke 9 kalinya dalam kasus pencurian. Padahal orang tersebut dari keluarga mampu, namun karena pengaruh lingkungan akhirnya orang tuanya tak bisa membina lagi.

Saya tertarik untuk memperbaiki jalan hidupnya. Makanya, begitu keluar dari lapas saya titipkan keluarga di Jakarta agar dicarikan pekerjaan. Setelah itu tak tahu lagi kabar beritanya.

Ketika saya mengikuti Sepadya di Pandeglang Banten tahun 1993, saya bersama rombongan makan di satu restoran hotel berbintang di Jakarta, ketika mau membayar ternyata sudah ada yang membayarinya. Setelah ditanya ke kasir, ternyata yang membereskan chief security hotel tersebut. Karena penasaran, saya menemui orang tersebut dan tak mengenalnya, namun begitu ia menyebut bapak angkat, saya baru teringat ia bekas binaan yang dihijrahkan ke Jakarta tahun 1976 lalu. "Rasanya bangga sekali warga binaannya bisa menjadi orang," kata Untung.

Hal itu menambah semangat untuk membina napi lainnya agar dapat hidup ke jalan yang benar setelah keluar dari lapas. Makanya penanaman Imtaq terus digalakkan dengan pendekatan secara kekeluargaan.

Di samping kesibukannya membina lapas, hobi olah raga tetap digelutinya, terutama sebagai pelatih karate pemegang sabuk DAN IV dengan melatih para petugas lapas. Pihaknya juga bersedia menularkan ilmunya melatih para satpam dan lainnya yang menginginkannya.

Copyright © 2003 Banjarmasin Post

PERSONA
PERSONA - Wujudkan Lapas Bernuansa Pesantren

PERSONA - Bangga Mantan Binaan Jadi ‘Orang’


PERSONA - Lulus Salah Kamar?


PERSONA - Elly Dalam Kenangan


Banjarmasin Post Group Jl Haryono MT 143/54 Banjarmasin 70111 Phone: +62-511-54370 Fax: +62-511-66123