:: Kompas Cyber Media ::

[::] Portal Berita Daerah [::]

Metro Banjar • Serambi Ummah • BëBAS • Diafragma • PASAR • INTECH

Berita Cetak
MAIN PAGE
Berita Utama
Nusantara
B O R N E O
+Trans Kalimantan
Banjarmasin Plus

Persona
BELI@
Olahraga
Keluarga & Gaya hidup
Internasional
Berita Kemarin
Info Data & Media
Banjarmasin Post
Susunan Redaksi

Pasang Iklan
Order Cetak
Berlangganan
Supporting By

Minggu, 23 Januari 2005 01:39


Menautkan Hati Di Pantai Coko

PANORAMA pantai Coko mampu memikat sejumlah wisatawan mancanegara. Hembusan angin dan ketinggian ombaknya cocok untuk berayun diatas papan selancar. Disini kaum muda-mudi saling menautkan hati.

Terletak di sebelah barat kawasan Wana Wisata Grajagan yang luasnya 314 ha, Pantai Coko cukup panjang dan melengkung dengan hamparan pasir berwarna coklat kehitaman. Dengan latar belakang perbukitan dan hutan jati yang ijo royo royo, Pantai Coko menawarkan pesona alam yang menawan.

Hampir setiap hari libur pantai ini ramai dikunjungi baik nusantara maupun mancanegara. Maka wajar saja bila pantai ini menjadi salah satu andalan Perhutani Unit II dalam meraup devisa dari hasil hutan non kayu.

Pada musim angin Barat (November-April) seperti saat ini, pantainya beriak dan berombak. Hembusan angin sepoi pada saat menjelang sore, menambah pesona Pantai Coko.

Objek wisata yang secara administratif berada di Desa Grajagan, Kecamatan Purwohardjo, Kabupaten Banyuwangi, ini terdiri dari dua bagian, yang ditandai dengan bercabangnya jalan masuk, setelah melewati pos pintu gerbang utama.

Jalan ke arah kiri menuju-pesanggrahan Perhutani yang dikhususkan bagi wisatawan yang hendak menginap. Sepanjang kiri dan kanan jalan sepanjang 1 km ini terdapat hamparan hutan jati.

Untuk wisatawan harian, dapat memilih jalan yang bercabang ke kanan, yang juga melewati kawasan hutan jati. Jalan sepanjang kurang lebih lima km ini berakhir di Pantai Coko. Sebenarnya, jalan manapun yang dipilih tidak menjadi soal, lantaran dua lokasi itu berdampingan dan hanya dipisahkan sungai kecil.

Pada saat air-laut sedang surut, sungai tersebut dapat diseberangi, namun apabila air laut pasang, tersedia "jembatan senggol" yang menghubungkan lokasi wisata harian dan pesanggrahan. Keduanya memiliki keunikan tersendiri.

Bila melalui jembatan senggol pandangan dimanjakan kelak-kelok jalan setapak di hutan pantai, sedang bila menyeberangi sungai kita dapat bermain-maln di pasir pantai.

Sebagai objek yang banyak dikunjungi wisatawan, fasilitas di sini terbilang lumayan komplet. Selain jalan beraspal sepanjang 1.400 meter dari pintu gerbang menuju lokasi dan jalan setapak sepanjang 1.700 meter untuk melintasi hutan sekitarnya, areal parkirnya pun memadai. Selain itu, terdapat pula gardu pandang, kantin, tempat bermain anak hingga pesanggrahan berkapasitas 10 kamar tidur.

Untuk menginap di pesanggrahan, tarifnya cuma Rp20.000/ orang/malam (tidak termasuk biaya makan dan minum). Bagi yang membawa sopir, disediakan pula kamar tidur dengan tarif Rp10.000/orang/malam. Biasanya, wisatawan yang bermalam adalah wisatawan mancanegara. Mereka singgah di sini dalam perjalanan dari Pulau Bali menuju Pantai Plengkung, tempat berselancar nomor dua terbaik di dunia.

Barangkali lantaran fasilitas-fasilitasnya itulah maka setiap minggu lokasi wisata pantai ini ramai dikunjungi wisatawan. Sedangkan pada hari biasa wisatawan yang berkunjung tidak lebih dari 100 orang.

Menurut Ir. Edy Sumardi, ADM/KKPH Banyuwangi Selatan, untuk lebih memikat wisatawan mancanegara, pihaknya berencana menambah fasilitas lainnya, seperti kios barang barang kerajinan hasil binaan. "Selain itu, kami juga akan terus membenahi fasilitas-fasilitas dengan menata kembali obyekobyek kunjungan yang sudah ada," ujarnya.

Bagi Perhutani Unit II Jawa Timur, Wana Wisata Grajagan di petak 111 BKPH Curah Jati, KPH Banyuwangi Selatan, Pantai Coko merupakan kebanggaan tersendiri karena Pantai Coko menjadi salah satu primadona wisata pantai di Jawa Timur.

Selain Pantai Coko, di lokasi wisata ini juga terdapat obyek-obyek lain yang layak dikunjungi, seperti bukit-bukit karang yang sudah dilengkapi dengan jalan setapak untuk melintasinya.

Jika dirambah bakal dijumpai beberapa gardu pandang, dan guagua sisa pertahanan serdadu Jepang semasa Perang Dunia II. Dari gardu pandang inilah dapat dinikmati pemandangan teluk Grajagan seutuhnya.

Bila ingin menikmati pemandangan teluk Grajagan lebih luas lagi, bisa dilakukan dari atas tower yang berada di atas lereng bukit, sekitar 500 meter dari Pantai Coko. Dari sinilah seluruh kawasan Wana Wisata Grajagan dapat dilihat.

Mulai dari hamparan hutan jati, laut Selatan, hilir mudiknya perahu-perahu nelayan serta panorama alam pantai Segara Anakan yang oleh penduduk setempat disebut Pantai Bidadari.

Keindahan Pantai Coko ternyata tak luput dari perhatian muda-mudi yang sedang jatuh cinta. Jika kebanyakan wisatawan berkunjung pada hari libur,pasangan pasangan muda yang sedang dilanda asmara ini justru lebih suka datang pada hari biasa. Mereka menjadikan pantai ini sebagai lokasi rendezvous atau memadu kasih.

Sejumlah pengunjung beralasan, kedatangan mereka pada hari biasa tak lebih untuk menghindari ramainya orang pada hari libur. "Ya namanya juga orang pacaran Mas, malu kan kalau diliatin banyak orang," ujar Rokhmat (21) malu-malu. "Makanya, kami kemari bukan pada hari libur," sambungnya.

Seperti halnya Rokhmat, pengunjung lainnya, Edi (20) mengungkapkan alasan serupa. Dengan nada diplomatis, mahasiswa sebuah perguruan tinggi swasta di Surabaya ini mengatakan, agar tercipta suasana romantis dia dan pacarnya membutuhkan tempat yang tenang dan tidak terlalu ramai. "Kami suka dengan suasana di sini, pas buat pacaran," katanya.

Pengamatan Trave Club menunjukan, tidak sedikit pasangan muda yang sedang menjalin kasih di sini. Ada yang berjalan sambil bergandengan tangan. Ada yang duduk di bawah pohon yang rindang. Ada pula yang duduk di batu-batu tepi pantai sembari menikmati deburan ombak. Seolah ingin menjadikan pantai ini sebagai saksi cinta mereka.

Obyek wana wisata Grajagan terletak di desa Grajagan kecamatan Purwoharjo. Luas lahan yang tersedia seluas 314 Ha dengan kondisi jalan beraspal sejauh 52 km. Lokasi ini dapat pula dicapai dengan kendaraan umum.

Fasilitas yang tersedia berupa cottage sejumlah 10 kamar dengan dilengkapi kafetaria, MCK, menara pandang, tempat bermain anak, shelter-shelter dan bumi perkemahan. Jika Anda ingin tinggal di sama, ada banyak tempat penginapan, cafe dan tempat bermain anak-anak.

Daya tarik utama lokasi adalah perpaduan antara laut selatan, bukit dan hutan produktif yang sejuk indah mempesona. Dilengkapi dengan menara pandang yang memungkinkan melihat panorama Segara Anakan dan semenanjung Blambangan. mtc

Copyright © 2003 Banjarmasin Post


TUR
BUKU - Rekaman Pengalaman Hidup Seorang Skizofrenia

SENI - Jaran Dor, Menari Sampai Intrance


DIGITAL - Mau Memformat Kartu Memori? Gampang!


HOME - Menyatu Dengan Alam


F&B - Aneka Kreasi Kue Cokelat


FASHION - Tampil Cantik Dengan Busana Muslim


TUR - Menautkan Hati Di Pantai Coko


Banjarmasin Post Group Jl Haryono MT 143/54 Banjarmasin 70111 Phone: +62-511-54370 Fax: +62-511-66123