| Menautkan Hati Di Pantai Coko
PANORAMA pantai Coko mampu memikat sejumlah wisatawan mancanegara. Hembusan
angin dan ketinggian ombaknya cocok untuk berayun diatas papan selancar. Disini kaum
muda-mudi saling menautkan hati.
Terletak di sebelah barat kawasan Wana Wisata
Grajagan yang luasnya 314 ha, Pantai Coko cukup panjang dan melengkung dengan hamparan
pasir berwarna coklat kehitaman. Dengan latar belakang perbukitan dan hutan jati yang ijo
royo royo, Pantai Coko menawarkan pesona alam yang menawan.
Hampir setiap hari libur pantai ini ramai dikunjungi baik nusantara maupun mancanegara.
Maka wajar saja bila pantai ini menjadi salah satu andalan Perhutani Unit II dalam meraup
devisa dari hasil hutan non kayu.
Pada musim angin Barat (November-April) seperti saat ini, pantainya beriak dan
berombak. Hembusan angin sepoi pada saat menjelang sore, menambah pesona Pantai Coko.
Objek wisata yang secara administratif berada di Desa Grajagan, Kecamatan Purwohardjo,
Kabupaten Banyuwangi, ini terdiri dari dua bagian, yang ditandai dengan bercabangnya jalan
masuk, setelah melewati pos pintu gerbang utama.
Jalan ke arah kiri menuju-pesanggrahan Perhutani yang dikhususkan bagi wisatawan yang
hendak menginap. Sepanjang kiri dan kanan jalan sepanjang 1 km ini terdapat hamparan hutan
jati.
Untuk wisatawan harian, dapat memilih jalan yang bercabang ke kanan, yang juga melewati
kawasan hutan jati. Jalan sepanjang kurang lebih lima km ini berakhir di Pantai Coko.
Sebenarnya, jalan manapun yang dipilih tidak menjadi soal, lantaran dua lokasi itu
berdampingan dan hanya dipisahkan sungai kecil.
Pada saat air-laut sedang surut, sungai tersebut dapat diseberangi, namun apabila air
laut pasang, tersedia "jembatan senggol" yang menghubungkan lokasi wisata harian
dan pesanggrahan. Keduanya memiliki keunikan tersendiri.
Bila melalui jembatan senggol pandangan dimanjakan kelak-kelok jalan setapak di hutan
pantai, sedang bila menyeberangi sungai kita dapat bermain-maln di pasir pantai.
Sebagai objek yang banyak dikunjungi wisatawan, fasilitas di sini terbilang lumayan
komplet. Selain jalan beraspal sepanjang 1.400 meter dari pintu gerbang menuju lokasi dan
jalan setapak sepanjang 1.700 meter untuk melintasi hutan sekitarnya, areal parkirnya pun
memadai. Selain itu, terdapat pula gardu pandang, kantin, tempat bermain anak hingga
pesanggrahan berkapasitas 10 kamar tidur.
Untuk menginap di pesanggrahan, tarifnya cuma Rp20.000/ orang/malam (tidak termasuk
biaya makan dan minum). Bagi yang membawa sopir, disediakan pula kamar tidur dengan tarif
Rp10.000/orang/malam. Biasanya, wisatawan yang bermalam adalah wisatawan mancanegara.
Mereka singgah di sini dalam perjalanan dari Pulau Bali menuju Pantai Plengkung, tempat
berselancar nomor dua terbaik di dunia.
Barangkali lantaran fasilitas-fasilitasnya itulah maka setiap minggu lokasi wisata
pantai ini ramai dikunjungi wisatawan. Sedangkan pada hari biasa wisatawan yang berkunjung
tidak lebih dari 100 orang.
Menurut Ir. Edy Sumardi, ADM/KKPH Banyuwangi Selatan, untuk lebih memikat wisatawan
mancanegara, pihaknya berencana menambah fasilitas lainnya, seperti kios barang barang
kerajinan hasil binaan. "Selain itu, kami juga akan terus membenahi
fasilitas-fasilitas dengan menata kembali obyekobyek kunjungan yang sudah ada,"
ujarnya.
Bagi Perhutani Unit II Jawa Timur, Wana Wisata Grajagan di petak 111 BKPH Curah Jati,
KPH Banyuwangi Selatan, Pantai Coko merupakan kebanggaan tersendiri karena Pantai Coko
menjadi salah satu primadona wisata pantai di Jawa Timur.
Selain Pantai Coko, di lokasi wisata ini juga terdapat obyek-obyek lain yang layak
dikunjungi, seperti bukit-bukit karang yang sudah dilengkapi dengan jalan setapak untuk
melintasinya.
Jika dirambah bakal dijumpai beberapa gardu pandang, dan guagua sisa pertahanan serdadu
Jepang semasa Perang Dunia II. Dari gardu pandang inilah dapat dinikmati pemandangan teluk
Grajagan seutuhnya.
Bila ingin menikmati pemandangan teluk Grajagan lebih luas lagi, bisa dilakukan dari
atas tower yang berada di atas lereng bukit, sekitar 500 meter dari Pantai Coko. Dari
sinilah seluruh kawasan Wana Wisata Grajagan dapat dilihat.
Mulai dari hamparan hutan jati, laut Selatan, hilir mudiknya perahu-perahu nelayan
serta panorama alam pantai Segara Anakan yang oleh penduduk setempat disebut Pantai
Bidadari.
Keindahan Pantai Coko ternyata tak luput dari perhatian muda-mudi yang sedang jatuh
cinta. Jika kebanyakan wisatawan berkunjung pada hari libur,pasangan pasangan muda yang
sedang dilanda asmara ini justru lebih suka datang pada hari biasa. Mereka menjadikan
pantai ini sebagai lokasi rendezvous atau memadu kasih.
Sejumlah pengunjung beralasan, kedatangan mereka pada hari biasa tak lebih untuk
menghindari ramainya orang pada hari libur. "Ya namanya juga orang pacaran Mas, malu
kan kalau diliatin banyak orang," ujar Rokhmat (21) malu-malu. "Makanya, kami
kemari bukan pada hari libur," sambungnya.
Seperti halnya Rokhmat, pengunjung lainnya, Edi (20) mengungkapkan alasan serupa.
Dengan nada diplomatis, mahasiswa sebuah perguruan tinggi swasta di Surabaya ini
mengatakan, agar tercipta suasana romantis dia dan pacarnya membutuhkan tempat yang tenang
dan tidak terlalu ramai. "Kami suka dengan suasana di sini, pas buat pacaran,"
katanya.
Pengamatan Trave Club menunjukan, tidak sedikit pasangan muda yang sedang menjalin
kasih di sini. Ada yang berjalan sambil bergandengan tangan. Ada yang duduk di bawah pohon
yang rindang. Ada pula yang duduk di batu-batu tepi pantai sembari menikmati deburan
ombak. Seolah ingin menjadikan pantai ini sebagai saksi cinta mereka.
Obyek wana wisata Grajagan terletak di desa Grajagan kecamatan Purwoharjo. Luas lahan
yang tersedia seluas 314 Ha dengan kondisi jalan beraspal sejauh 52 km. Lokasi ini dapat
pula dicapai dengan kendaraan umum.
Fasilitas yang tersedia berupa cottage sejumlah 10 kamar dengan dilengkapi kafetaria,
MCK, menara pandang, tempat bermain anak, shelter-shelter dan bumi perkemahan. Jika Anda
ingin tinggal di sama, ada banyak tempat penginapan, cafe dan tempat bermain anak-anak.
Daya tarik utama lokasi adalah perpaduan antara laut selatan, bukit dan hutan produktif
yang sejuk indah mempesona. Dilengkapi dengan menara pandang yang memungkinkan melihat
panorama Segara Anakan dan semenanjung Blambangan. mtc |