:: Kompas Cyber Media ::

[::] Portal Berita Daerah [::]

Metro Banjar • Serambi Ummah • BëBAS • Diafragma • PASAR • INTECH

Berita Cetak
HOME
Berita Utama

Nusantara
Banjarmasin Plus
Banjarmasin Bungas
BISNIS
Sport Vaganza
Opini-Hot Line

Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Kalimantan Tengah

Hiburan-Gaya Hidup
Internasional
Berita Kemarin
Info Data & Media
Banjarmasin Post
Susunan Redaksi

Pasang Iklan
Order Cetak
Berlangganan
Supporting By

Senin, 24 Januari 2005 02:09:34


Badai Debu Landa Makkah

Makkah, BPost
Setelah banjir lumpur, kawasan Mina dan Makkah, Minggu (23/1) dilanda badai dan hujan debu. Akibatnya, kedua kota ini semakin kotor. Sejumlah ruas jalan di Makkah dipenuhi lumpur dan tumpukan sampah yang terbawa arus hingga membuat membuat kemacetan lalu lintas.

Sejumlah jemaah haji asal Indonesia dilaporkan mulai terserang gangguan pernafasan dan pilek. Sebagian dari mereka terpaksa dilarikan ke klinik dan rumah sakit terdekat.

"Jamaah yang sakit itu karena tidak sempat lagi menggunakan masker," kata Trisnawati Nadir, jamaah keloter 33 embarkasi Makassar, yang sempat terseret banjir saat di terowongan Mina.

"Meski banjir sudah surut, langit masih gelap. Mendung dan tiupan angin kencang terus terjadi," tambahnya kepada BPost.

Banjir yang melanda Mina, Sabtu (22/1) lalu, cukup besar. Beberapa mobil sedan bahkan sudah tenggelam dan terseret arus. Air juga menggenangi tempat tidur di perkemahan hingga membuat jamaah panik.

Trisnawati mengatakan cuaca di Makkah saat ini dingin, terutama bagi orang Indonesia yang berasal dari daerah tropis. Suhu di lokasi Masjidil Haram berkisar 15-17 derajat celsius.

Amran Razak, jamaah keloter 59 yang juga dari embarkasi Makassar, mengatakan cukup banyak jamaah yang menjalani perawatan kesehatan di Mina dan Makkah.

Hujan deras disertai petir di kawasan Makkah dan Mina, mengakibatkan genangan air hingga sedengkul di berbagai tempat. Puluhan ribu jamaah yang masih berada di Mina untuk beribadah segera bubar dan berteduh di bawah terowongan-terowongan yang ada.

Badai debu dan pasir di perkemahan Jamaah Haji di Mina, Sabtu, dan membuat besi penahan tenda-tenda di Mina lepas dan menimbulkan suara gaduh. Para jamaah sedikit panik melihat kondisi itu.

Jalanan mulai dari terowongan menuju jamarat juga macet total, karena itu jamaah di perkemahan yang sedang melakukan ibadah mabit (menginap) di Mina dan akan melakukan lontar jumroh ke arah Jamarat kesulitan, termasuk jamaah yang pulang menuju Makkah.

Hingga kemarin, banyak jamaah lebih memilih tetap berdiam di tendanya karena udara di luar sangat dingin dan berdebu, jarak pandang juga semakin pendek.

Petugas Indonesia yang sebelumnya menahan jamaah agar tidak lontar jumroh dengan imbauan-imbauan melalui pemancar, sudah mulai membuka maktab dan membiarkan mereka menuju jamarat.

Sebelumnya hujan di kawasan Mina maupun Makkah pada pagi hingga siang hari sempat membuat ratusan ribu jamaah yang masih tertidur di atas tikar dan berselimut di lapangan terbuka Mina di sekitar area jamarat terganggu.

Situasi jamarat di hari Tasyirik kedua lontar jumroh (12

Dzulhijjah) masih dijejali ribuan manusia yang melontarkan batu-batunya ke arah tugu jamarat yang sekarang berbentuk memanjang.

Bantah tewas

Sementara itu, Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Haji Indonesia di Mina, Hasbu Marzuki, membantah kabar adanya jamaah Indonesia yang tewas saat banjir melanda Mina. "Petugas kami sudah mencek ke semua rumah sakit dan tidak ada jamaah Indonesia yang menjadi korban," katanya.

Menurut dia, jamaah Indonesia yang melaksanakan pelontaran telah kembali ke Makkah secara bergelombang. Sebagian besar kini berada di pemondokannya.

Hasbu mengatakan proses melontar jumrah jamaah haji Indonesia berjalan lancar dan aman. "Prosesi melontar jumrah kali ini, tidak menimbulkan korban seperti tahun lalu," ujarnya.

Pemerintah Arab Saudi sendiri telah meningkatkan tindakan keamanan terhadap para jemaah. Satu-satunya gangguan adalah musim hujan sangat deras yang jarang yang mulai melingkari lembah yang biasanya gersang itu.

Sejumlah tempat kamp banjir sementara jemaah yang tak dapat tempat berlindung di kota tenda terpaksa mencari tempat berteduh di tempat lain. Kemacetan lalu lintas juga dipeburuk oleh hujan lebat, yang berlangsung sekitar satu jam.

Pemerintah Arab Saudi menghabiskan 28 juta dolar untuk memodernisasi tempat suci itu guna memudahkan jemaah melempar batu kerikil mereka di "jumroh", atau tiga pilar yang melambangkan setan, dan untuk menempatkan kamera tambahan guna memungkinkan aliran besar (jemaah) bisa dimonitor.

Puluhan mobil ambulans dan pekerja bantuan dari pertahanan sipil Saudi mendekat saat polisi menjamin ibadah haji berlangsung lancar.

Tukar riyal

Sementara itu, para haji Kalsel yang bakal pulang ke Tanah Air tidak perlu khawatir sisa uang riyalnya sulit diuangkan. Pasalnya, di asrama haji tetap tersedia tempat penukaran uang.

"Kami akan buka kembali di asrama haji 27 Januari sesuai jadwal kedatangan pesawat yang membawa jamaah haji. Nilai tukarnya sekitar Rp2.600 sampai 2.650," kata Abdul Rivai, Account Manager Bank Muamalat Indonesia (BMI) Banjarmasin.

Saat pemberangkatan lalu, BMI menjual sekitar 500 ribu riyal kepada calhaj. Meski menurun dibandingkan tahun lalu, BMI tetap bertekad melayani jamaah.

Sedang Bank Negara Indonesia (BNI) yang juga membuka counter penukaran riyal saat pemberangkatan, tidak membuka loketnya saat kedatangan. Pemimpin Bidang Pelayanan Nasabah-Luar Negeri BNI Banjarmasin Sri Dadi Wibowo MM mengatakan stok riyal mereka cukup banyak, sekitar 10.000 riyal. "Stok kami cukup banyak mas, jadi kami tidak ikut buka counter lagi saat kepulangan jamaah nanti," ujar Dadi kepada BPost di kantornya.

Menyikapi anggapan terjadinya persaingan tidak sehat antar counter, yakni dengan keberanian BNI menurunkan harga riyal di bawah BMI, Dadi menepisnya. Menurutnya, BNI memberikan harga di bawah BMI seminggu terakhir masa pemberangkatan calhaj, karena riyal mereka sudah lusuh. Atas dasar itulah, BNI terpaksa menurunkan harga satu riyal menjadi Rp2.550 atau Rp50 di bawah harga BMI.

"Kalau kami tetap bersikeras dengar harga Rp2.600, dikhawatirkan riyal kami tidak laku dan mengendap, padahal saat ini saja sisa uang riyal yang belum turjual masih cukup banyak," tegas Dadi. tt/sa/m5


Copyright © 2003 Banjarmasin Post


Berita Utama
Badai Debu Landa Makkah

208 Anggota GAM Ditembak Mati


Mega Sudah Tak Pantas


Sjachriel Mendadak Tak Muncul


Jantung Ati Harus Ditambal


Donadoni Kalahkan Ancelotti


Kisah Para Relawan Di Banda Aceh "Kami Yon Mayat Departemen Jenazah"


Yon 623 Bantu Meulaboh


Arab Saudi Bantu 5 Pesawat


DPP PKB Kalahkan Gus Dur


Kembali Ke Sel


Pemerintah Ada Maunya Di PKB


Pengen Rumah Pantai


Banjarmasin Post Group Jl Haryono MT 143/54 Banjarmasin 70111 Phone: +62-511-54370 Fax: +62-511-66123