:: Kompas Cyber Media ::

[::] Portal Berita Daerah [::]

Metro Banjar • Serambi Ummah • BëBAS • Diafragma • PASAR • INTECH

Berita Cetak
HOME
Berita Utama

Nusantara
Banjarmasin Plus
Banjarmasin Bungas
BISNIS
Sport Vaganza
Opini-Hot Line

Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Kalimantan Tengah

Hiburan-Gaya Hidup
Internasional
Berita Kemarin
Info Data & Media
Banjarmasin Post
Susunan Redaksi

Pasang Iklan
Order Cetak
Berlangganan
Supporting By

Sabtu, 29 Januari 2005 01:37:37


Dulmatin Tewas Dibom

Mindanao, BPost
Dulmatin, salah satu buronan teroris Mabes Polri, dikabarkan tewas dalam serangan udara oleh aparat keamanan Filipina di selatan pulau Mindanao, Kamis (27/1). Bahkan, menurut sumber militer Filipina, rekan Dulmatin, Umar Patek juga tewas dalam serangan itu.

Dulmatin yang dikenal ahli perakit bom dan diduga terlibat bom Bali 2002 itu, diserang saat melakukan pertemuan dengan kelompok Abu Sayyaf yang bermarkas di selatan Filipina, tepatnya di Propinsi Mindanao, 900 km dari Manila.

Menurut sumber militer Filipina, jet-jet tempur menjatuhkan bom-bom hingga sasaran hancur lebur. Serangan udara itu diklaim menewaskan 40 orang tewas, termasuk dua pimpinan tinggi anggota kelompok Jamaah Islamiah Indonesia, Dulmatin dan Umar Patek.

Juru bicara Angkatan Darat Filipina Kolonel Franklin del Prado menuturkan pada Associated Press (AP), Jumat, pertemuan yang digempur bom itu dihadiri pentolan Abu Sayyaf, Khadaffy Janjalani dan anggota Jamaah Islamiyah (JI), Dulmatin, Umar Patek serta dua nama tak terkenal Maruan dan Mauyha, juga berasal dari Indonesia.

Sementara sumber Reuters menyebut, dalam serangan udara militer di kawasan rawa-rawa di dekat Kota Datu Piang, Propinsi Mindanao, sasarannya adalah sekumpulan pemberontak Abu Sayyaf. Ketika serangan terjadi, pimpinan Abu Sayyaf yaitu Khadaffy Janjalani dan Abu Sulaiman, melakukan pertemuan dengan Umar Patek dan Dulmatin.

"Operasi intelijen telah menemukan sarang pimpinan puncak Abu Sayyaf serta Jamaah Islamiyah yang bersembunyi di sejumlah rumah," kata Komandan Angkatan Darat untuk kawasan selatan, Letjen Alberto Braganza pada Reuters. Namun, tidak disebut bagaimana kondisi sasaran pasca pengeboman.

Para pejabat militer mengakui, banyak gerilyawan Muslim yang menjadi sasaran dalam serangan udara di selatan Mindanao itu telah pergi ke kota Palimbang, satu surga bagi dua komandan pembelot MILF yang sebelumnya menyerbu satu pos luar.

Militer mengatakan, pihaknya bertindak didasarkan pada laporan-laporan intelijen ketika helikopter dan pesawat-pesawat tempurnya menyerang pertemuan yang diduga berlangsung antara para pimpinan Abu Sayyaf dan kelompok garis keras JI dan para anggota pembelot Front Pembebasan Islam Moro (MILF).

Militer sebelumnya mengatakan tiga anggota JI bertemu di tempat itu, termasuk seorang anggota bernama Dulmatin, yang dipercaya terlibat dalam pembonan di Bali Oktober 2002. Kedua warga Indonesia lainnya adalah Maruan dan Mauyha.

MILF Meragukan

Mengenai jumlah korban tewas yang mencapai 40 orang itu, kepala militer Mindanao, Letjen Alberto Braganza menyatakan, pihaknya mengetahui melalui penyadapan radio. "Kami mengetahui bahwa ada 40 gerilyawan tewas, termasuk dua pejabat tinggi pimpinan Jamaah Islamiah (Dulmatin dan Umar Patek)," katanya. Braganza mengatakan, para gerilyawan itu telah mengumpulkan mayat-mayat para korban dan menyingkirkannya, sehingga sulit mengatakan berapa sebenarnya korban tewas.

Namun, Kolonel Gerry Jalandoni, komandan pasukan militer di darat, mengatakan terlalu sulit mengkonfirmasi kematian tersebut karena kondisi lapangan.

Dia menambahkan para penduduk lokal melaporkan lima orang tewas termasuk seorang pria yang dipercaya warga negara Indonesia.

"Sangat sulit untuk diverifikasi. Kawasan itu masih sangat berbahaya. Apa yang telah kami dapat adalah seluruhnya laporan-laporan yang datang dari para penduduk lokal," kata Jalandoni.

Eid Kabalu, jurubicara separatis Muslim, MILF, mengatakan dia telah menerima laporan bahwa hanya seorang mengalami cidera. Dia mengakui, beberapa rumah telah dihancurkan oleh serangan udara itu.

Kabalu sendiri meragukan begitu banyak korban tewas yang dapat disembunyikan. "Sangat sulit untuk menyembunyikan ini dari pengetahuan publik," katanya.

Jadi Target

Sementara itu, media negeri kangguru, The Australian, Jumat, menulis, otoritas Filipina sebelumnya menyatakan sedikitnya 3 lusin militan Indonesia dan Malaysia bersembunyi dan berlatih bersama sejumlah faksi MILF. Selama ini mereka menyangkal mempunyai kaitan formal dengan JI yang diasosiasikan punya hubungan dengan Al-Qaeda.

Di awal bulan ini, Sidney Jones, Direktur International Crisis Group Asia Tenggara mengutip sumber-sumber intelijen Indonesia, Umar Patek dan Dulmatin menjadi target serangan udara militer Filipina di Mindanao tengah pada 18 November silam. Menurut Jones, Dulmatin dan Umar Patek bukanlah anggota JI. Mereka tergabung dalam sebuah kelompok kecil asal Indonesia yang disebut Banten. Kelompok ini bekerja independen.

Namun, selain dua nama itu, militer Filipina masih mencari dua tersangka terorisme asal Indonesia lainnya yang namanya tidak disebutkan. Mereka bergabung dengan kelompok Abu Sayyaf, yang menjadi momok bagi pemerintah Filipina.

Kelompok Abu Sayyaf secara luas diketahui melakukan aksi penculikan dan pemboman terhadap warga Kristiani dan warga asing. Organisasi itu telah dihubungkan oleh Washington maupun Manila memiliki hubungan dengan jaringan Al-Qaeda, pimpinan Osama bin Laden.

Kelompok itu juga disalahkan sebagai pelaku pembakaran feri yang mematikan dengan dipicu oleh bom rakitan Februari tahun lalu, yang menewaskan lebih dari 100 orang dalam serangan teroris yang paling buruk di negara itu. ap/afp/rtr/ant/dtc


Copyright © 2003 Banjarmasin Post


Berita Utama
Dulmatin Tewas Dibom

Belum Terima Informasi


Pendiam Setelah Menikah


"Janji Yudhoyono Di Awang-Awang"


Faqih Diancam Dibunuh


Isak Tangis Jamaah Haji Aceh Pulang Tak Dijemput Anak Tercinta


Difitnah Gelapkan Sumbangan Aceh


Diperebutkan Skuad Elit Eropa


7 Lagi Jamaah Kalselteng Wafat


Kakek Perkosa Anak Tiri


Petani Sayur HST Dukung Sjachriel


Banjarmasin Post Group Jl Haryono MT 143/54 Banjarmasin 70111 Phone: +62-511-54370 Fax: +62-511-66123