:: Kompas Cyber Media ::

[::] Portal Berita Daerah [::]

Metro Banjar • Serambi Ummah • BëBAS • Diafragma • PASAR • INTECH

Berita Cetak
HOME
Berita Utama

Nusantara
Banjarmasin Plus
Banjarmasin Bungas
BISNIS
Sport Vaganza
Opini-Hot Line

Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Kalimantan Tengah

Hiburan-Gaya Hidup
Internasional
Berita Kemarin
Info Data & Media
Banjarmasin Post
Susunan Redaksi

Pasang Iklan
Order Cetak
Berlangganan
Supporting By

Sabtu, 29 Januari 2005 01:50:21


Isak Tangis Jamaah Haji Aceh
Pulang Tak Dijemput Anak Tercinta

haji.jpg (15112 bytes)

KESEDIHAN mewarnai suasana ketika para jamaah haji Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) mengunjungi rumah miliknya, yang tersisa lantai, dan harta benda lainya lenyap, akibat disapu gelombang laut dahsyat (tsunai).

Kesedihan mendalam juga tampak diraut wajah mereka, karena kepulangan mereka dari menjalankan rukun Islam ke-lima tidak dijemput anak-anak dan keluarga tercinta mereka yang tewas akibat disapu tsunami.

"Kami pasrah dengan kesedihan mendalam. Hanya itu yang harus kami terima. Ini semua kehendak Yang Maha Kuasa," tutur H Amirudin saat bersama istrinya Hj Damayanti mengunjungi rumahnya yang tersisa lantai di kawasan Blang Oy, Banda Aceh, Jum’at.

Mereka meneteskan air mata, dan menengadahkan tangan untuk memanjatkan doa, saat mengamati rumahnya yang tersisa lantai, dan nasib anak-anak mereka yang hingga kini belum ditahui keberadaanya. Amirudin, kehilangan tiga anak kandungnya yang hilang bersama sepuluh orang keluaganya, akibat bencana tsunami yang melanda Aceh 24 Desember lalu itu.

"Kelurga kami seluruhnya 24 orang, 13 orang diantaranya hilang termasuk tiga anak kami," katanya lirih.

Berbagai kawasan yang disapu tsunami di Banda Aceh, sepanjang Jumat ramai ketika para jemaah haji mengunjungi rumah mereka yang telah hancur itu. Para pemilik rumah hanya menutup muka sebagai tanda kesedihan.

Jemaah haji lain, H Suhaemi, warga Desa Lampaseh, dengan terbata-bata mengungkapkan kesedihanya, karena ia harus kehilangan empat anak dari lima tercintanya akibat bencana tsuami.

Drs H Ramli M Yusuf (sosok yang sejak tahun 1999 mengisi rubrik Pelajaran Bahasa Arab di Harian Serambi Indonesia). Kecuali harta benda di daerah Kajhu Kecamatan Baitussalam Aceh Besar, Ramli kehilangan dua balita, dan istrinya. Ia masih ingat ketika orang terkasihnya itu mengantarnya sampai di asrama haji (19 Desember 2004). Di tempat inilah percakapan terakhir mereka. Setelah itu tidak berkontak suara lagi, kecuali lewat Short Message Service (sms).

Semua tinggal kenangan. Hanya ada seorang buah hati kini, Shafwah. Pelajar kelas I SMP di Pesantren Darul Hijrah Krueng Raya ini selamat setelah "bergumul" dengan ganasnya stunami. Untuk dia pula, Ramli kemarin sengaja ke pengungsian Shafwah di Nurul Huda Cot Masjid (daerah Blang Bintang, Aceh Besar). Safwah pun diboyong ke Asrama Haji di Jalan Daud Beureueh. Entah sampai kapan personil Panitia Pelaksana Ibadah Haji (PPIH) ini "berumah" di tempat tersebut?

Para jamaah haji Aceh yang telah tiba di daerah asal, Jumat malam, menyebutkan mereka mengetahui kalau Nanggroe Aceh Darussalam porakporanda akibat gempa bumi dan gelombang tsunami, dari tayangan tv Al-Jazira, saat berada di Madinah.

Jemaah haji kloter pertama hingga kloter tujuh asal Aceh yang berjumlah sekitar 2.000 orang lebih sudah berada di Tanah Suci Mekkah ketika tsunami menerjang Aceh 26 Desember 2004, sehingga sebagian besar dari mereka kemungkinan besar tidak lagi memiliki rumah dan sanak keluarga.

Sejumlah anggota keluarga yang menjemput jamaah menuturkan bahwa pihak keluarga ada yang memang sengaja tidak memberitahukan kondisi keluarganya agar jemaah haji bisa khusuk menjalankan ibadahnya, sementara sebagian lagi memang mengalami kesulitan untuk mengontak jemaah haji saat berada di Tanah Suci. Diperkirakan sekitar 150 jemaah haji telah kehilangan tempat tinggal akibat gempa dan tsunami.

Seorang penjemput jemaah haji bernama Halimah, warga Lhoknga, Aceh Besar, mengaku kehilangan 50 orang anggota keluarganya serta rumah tempat tinggal mereka pun hancur tak tersisa.

Halimah yang menjemput ayah serta abangnya itu mengaku belum memberitahukan perihal hancurnya rumah dan tewasnya sebagian anggota keluarga mereka kepada ayah dan abangnya yang baru saja pulang dari Tanah Suci.

Hampir semua jemaah haji yang baru tiba nampak menangis meski masih berada di ruang tunggu dan belum bertemu keluarganya. Sebagian jemaah nampak berusaha mencari keluarga yang menjemputnya, sementar sebagian lainnya memilih duduk di kursi tunggu karena kelelahan.ant/JBP/si/nani


Copyright © 2003 Banjarmasin Post


Berita Utama
Dulmatin Tewas Dibom

Belum Terima Informasi


Pendiam Setelah Menikah


"Janji Yudhoyono Di Awang-Awang"


Faqih Diancam Dibunuh


Isak Tangis Jamaah Haji Aceh Pulang Tak Dijemput Anak Tercinta


Difitnah Gelapkan Sumbangan Aceh


Diperebutkan Skuad Elit Eropa


7 Lagi Jamaah Kalselteng Wafat


Kakek Perkosa Anak Tiri


Petani Sayur HST Dukung Sjachriel


Banjarmasin Post Group Jl Haryono MT 143/54 Banjarmasin 70111 Phone: +62-511-54370 Fax: +62-511-66123