Banjarbaru, BPost
Siskohat Embarkasi Banjarmasin kembali menerima kabar sejumlah jamaah haji asal
Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah meninggal di Tanah Suci. "Hari ini ada
penambahan tujuh jamaah lagi yang meninggal sehingga total jamaah yang wafat di Tanah Suci
berjumlah 18 orang," terang Firman, salah seorang petugasnya, Jumat (28/1).
Ketujuh orang tersebut adalah Rahim bin M Darham Keloter 6 asal Banjar, Husain Saleh
bin H Saleh Keloter 7 asal Banjarmasin, Aspirin Gantir bin Gantir Keloter 10 asal Barito
Utara, Nurisan binti Saebanih Keloter 22 asal Banjarmasin, Siti Noor Halida binti M Hasan
Suni Keloter 24 asal Barito Kuala, Musadik Barkis bin Barkis Keloter 26 asal Kapuas dan
Achmad Supiani H bin Tarmiji H Keloter 27 asal Banjar.
Sementara itu prediksi keterlambatan landing pesawat dalam 10 hari pertama
pemulangan jamaah haji kembali terjadi pada Keloter 2. Dibandingkan Keloter 1 asal
Kabupaten Tala, keterlambatan jamaah asal Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dan
Katingan ini, Kalteng, lebih lama.
Kalau Keloter 1 cuma 3,5 jam, Keloter 2 terlambat sekitar 7 jam dari jadwal semula.
Menurut rencana, Keloter 2 mendarat di Bandara Syamsuddin Noor, Jumat (28/1) pukul 16.15
Wita, namun pada kenyataannya baru landing pukul 23.00 Wita.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh BPost dari Station Manager Garuda, Aay
Ashadi, via HP kemarin malam, keterlambatan murni trouble di Bandara King Abdul
Aziz, Jeddah, sehubungan keterbatasan Gete (ruang tunggu, Red).
Pesawat yang membawa Keloter 2 baru bisa take-off pukul 11.30 Wita dari Jeddah
dan baru mendarat di Bandara Syamsuddin Noor sekitar pukul 23.00 Wita.
Akibat keterlambatan itu, asrama haji kemarin betul-betul hening, jauh berbeda
dibandingkan sehari sebelumnya, saat Keloter 1 memasuki asrama. Yang tampak parkir di
areal asrama hanya 4 bus merah, yang akan mengangkut jamaah ke Sampit, ibukota Kotim.
Sopir dan kru bus pun terlihat tiduran di bus menunggu kedatangan jamaah. Hal serupa juga
terlihat di Gedung Sai. Petugas penjemput dari Dishub dan Polantas Kotim
beristirahat. Beberapa orang membersihkan mobil, sedangkan lain tidur di kamar yang
disediakan panitia.
"Kami kecapean mas, berangkat dari Sampit Kamis malam pukul 10 sampai di sini pagi
pukul 10.00 Wita. Karena itu kami perlu istirahat dulu, untuk memulihkan stamina,"
ujar H Senimansyah, anggota Dishub Kotim.
Saat ditanyakan kondisi jalan di Tumbang Nusa, yang dikabarkan terendam, Senimansyah
mengaku sudah tidak banjir lagi.
Asisten II Pemkab Kotim HM Fahruddin, yang ditemui di ruang VIP, mengatakan mereka
pulang usai shalat subuh. "Dengan mengambil waktu setelah shalat subuh, kami berharap
sudah tiba di Sampit sore sekitar pukul 16.00 WIB," ujarnya.
Rencananya, jamaah haji Keloter 2 mampir untuk istirahat sejenak di Asrama Haji
Palangka Raya. Setibanya di Sampit, jamaah langsung dibawa ke Gedung Serba Guna Sampit,
guna mengikuti upacara penyambutan oleh bupati. Sementara barang jamaah dialihkan ke
Masjid Al Falah untuk kelancaran proses penerimaan.
Fahruddin juga menilai, pelayanan Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin lebih bagus
dibandingkan pengalaman mereka saat di Asrama Haji Solo.
"Di sini satu kamar cuma empat orang plus satu kamar mandi. Kalau di Solo
bentuknya barak dan kamar mandinya pun satu buah untuk sekian banyak orang. Satu hal lagi,
makanan yang disediakan di asrama haji ini sesuai dengan selera kita yang sama-sama orang
Kalimantan," beber Fahruddin.m5