Marabahan, BPost
Lalu lintas pelayaran di Sungai Anjir Kecamatan Anjir Muara Kabupaten Barito Kuala
(Batola) tepatnya di Anjir Muara Km 25, dalam dua hari terakhir tak bisa dilewati
pengguna.
Pasalnya, tak bisa dilewatinya jalur alternatif sungai menuju Banjarmasin ini, karena
tongkang milik kontraktor pengerjaan Jembatan Anjir yakni PT Sebo Agung (SA) karam, tepat
di bawah lokasi pembangunan, sejak Rabu (26/1) sore.
Akibatnya, perahu pengangkut galam serta kapal tiung yang biasa membawa barang ke
Kapuas Kalteng atau sebaliknya, terpaksa harus parkir tak jauh dari jembatan,
karena tak bisa lewat.
Pantauan BPost di lapangan, Jumat (28/1) pagi, tongkang milik PT SA bermuatan crane
serta puluhan batang besi baja material itu, terlihat miring dan sebagian badannya
terendam, karena masih ditopang rangka jembatan lama yang terbuat dari ulin.
"Sudah satu hari saya disini, Terpaksa kapal tiung saya tambat dulu. Padahal Senin
depan kami meski membongkar barang-barang keperluan sehari-hari," papar Parhan satu
motoris kepada BPost.
Ia memperkirakan, melihat kondisi tongkat hingga kemarin sore, mereka bakal tak bisa
juga lewat, karena belum ada upaya penarikan tongkang.
Selain kapal pengangkut barang milik Parhan itu, kapal berukuran besar seperti tiung
juga tak dapat lewat, beberapa tiung besar terlihat tambat di sekitar jembatan. Sedang
perahu kecil, masih bisa lewat di sisi kiri atau kanan jembatan yang masih dalam tahap
pengerjaan ini.
"Tongkang karam karena terjadinya pergeseran crane yang berada di atas
tongkang. Kita telah memerintahkan kontraktor pengerjaan jembatan untuk menarik tongkang
tersebut agar tak menghalangi lalu lintas sungai," papar Kadis PU Batola Ir Kurjait
Noor MSi melalui Kasubdin Bina Marga Ir Ridho.
Dari keterangan kontraktor, mereka memperoleh informasi tongkang itu akan segera
ditarik, agar lalu lintas sungai bisa kembali lancar.
"Kita telah mengirimkan tongkang penarik dari Banjarmasin agar menarik tongkang
tersebut. Paling lambat Sabtu ini akan datang," ungkap Direktur PT Sebo Agung, HM
Thaher SL SE.
Disinggung kesan penarikan tongkang itu terlambat, Thaher mengatakan kapal dan tongkang
yang dikirim membutuhkan waktu untuk sampai ke lokasi.
"Tongkang beserta kapal kita berlayar ke Marabahan dulu kemudian memutar memasuki
lokasi. Sekarang posisinya di Muara Banjar. Kita juga berharap sungai Anjir airnya pasang
karena kalau air surut, mereka akan kesulitan masuk sungai," ungkapnya.
Terpisah, Kapolres Batola AKBP Drs Sahimin Zainuddin SH MM melalui Kapolsek Anjir Muara
Iptu Hadi mengatakan, pihaknya telah mengamankan lokasi karamnya tongkang.
"Anggota kita sudah berjaga di lokasi. Kalau malam lokasi juga diberi penerangan,
agar pengguna sungai tak menabrak tongkang yang karam," imbuhnya. dwi