:: Kompas Cyber Media ::

[::] Portal Berita Daerah [::]

Metro Banjar • Serambi Ummah • BëBAS • Diafragma • PASAR • INTECH

Berita Cetak
HOME
Berita Utama

Nusantara
Banjarmasin Plus
Banjarmasin Bungas
BISNIS
Sport Vaganza
Opini-Hot Line

Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Kalimantan Tengah

Hiburan-Gaya Hidup
Internasional
Berita Kemarin
Info Data & Media
Banjarmasin Post
Susunan Redaksi

Pasang Iklan
Order Cetak
Berlangganan
Supporting By

Sabtu, 29 Januari 2005 00:40:09


Jaksa Agung Diganjal Anak Buahnya

Jakarta, BPost
100 hari sudah Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh memimpin Kejaksaan Agung yang terletak di kawasan Blok M, Jakarta. Sayangnya, dibalik keseriusan mantan Hakim Agung Mahkamah Agung (MA) dalam memimpin ribuan Jaksa di seluruh Indonesia, ia mulai di gerogoti anak buahnya sendiri.

Kekesalan Arman (panggilan Abdul Rahman Saleh) terhadap anak buahnya ini ia ungkapkan secara blak-blakan ketika melaporkan kinerja 100 hari pertamanya. Arman marah gara-gara dokumen disposisi lelang gula ilegal sebanyak 56 ribu ton asal Thailand mampir di DPR dan kantor-kantor redaksi media.

Walhasil, dipenghujung 100 hari kerjanya, Arman digoyang isu tidak sedap dari gula sitaan yang melibatkan Ketua Divisi Perdagangan Induk Koperasi Unit Desa (Inkud) Abdul Waris Halid dan Effendi Kemek yang kini sudah menjadi terdakwa. Terlebih lagi, dalam surat disposisi tersebut tercantum pula nama Wapres Jusuf Kalla yang menanyakan keberadaan gula tersebut.

"Oknum ini senang. Wah hebat, bisa menyerang Wapres dan Jaksa Agung. Orang ini harus dimintai pertanggungjawaban. Sebab ia jelas bermain politik dan berancang-ancang yang menurut dia untuk kesempatan menghantam orang," kesal Arman.

Arman yakin oknum yang tidak lain adalah salah seorang petugas di Kejagung ini sengaja membocorkan surat disposisi tersebut. Soalnya surat tersebut tersimpan rapat di kantornya, namun akhirnya sampai juga ditangan anggota dewan.

"Saya buka persoalan ini karena saya bekerja bukan untuk mencari uang atau untung. Saya hanya mau kerja di sini (Kejagung). Namun kalau ada yang mengganjal dengan cara seperti ini, maka akan saya tertibkan," geramnya.

Ketika ditanya, apa sanksi yang akan dikenakan terhadap anak buahnya yang telah menganjalnya ini, Arman enggan berkomentar. Namun yang jelas, dari beberapa kali pernyataannya akan menertibkan anak buahnya yang membocorkan dokumen rahasia ini, Arman kemungkinan besar akan serius.

Sesuai Prosedur

Pada kesempatan tersebut, Arman menjelaskan secara runut kasus gula yang menyudutkan namanya dan Wapres Jusuf Kalla. Menurut Arman, pada bulan puasa tahun lalu, Jusuf Kalla menemui dirinya untuk menanyakan tentang gula sitaan yang bila tidak dilelang bisa semakin rusak.

Ketika ditanyakan apakah bila tidak Kalla tidak menanyakan gula tersebut maka tidak ada lelang, Arman menjawab dengan santai. "Siapapun yang mengingatkan kalau ada gula yang sudah terlalu lama disita, maka akan saya lelang. Jadi hanya kebetulan saja Wapres yang mengingatkan saya. Kalau wartawan mengingatkan waktu itu, maka saya juga akan lelang. Dan kalau sekarang masih ada gula yang disita tapi belum dilelang, maka akan saya lelang," jelasnya.

Karena gula yang disita semenjak bulan Mei tahun 2004 lalu sudah mulai rusak, maka Arman pun langsung memerintahkan JAM Pidana Umum (Pidum) untuk melakukan pelelangan gula tersebut. Karena kasusnya ditangani Kejari Jakarta Utara (Jakut) , maka JAM PIDUM pun memerintahkan Assiten PIDUM Kejari Jakut untuk melakukan pelelangan tersebut.JBP/yls


Copyright © 2003 Banjarmasin Post


Nusantara
Jaksa Agung Diganjal Anak Buahnya

Hari Ini Kembar Siam Dioperasi


Semalam Di USS Abraham Lincoln (bagian-1) 1.500 Misi Dilakukan Ke Desa-Desa


Pulang Haji, Asisten III Diamankan


Iwan Fals Konser Damai Aceh


Ariel Peterpan Masuk RS


Banjarmasin Post Group Jl Haryono MT 143/54 Banjarmasin 70111 Phone: +62-511-54370 Fax: +62-511-66123