Banjarmasin, BPost
Keputusan jumlah peserta kompetisi baik untuk Divisi Utama, Satu dan dua nasional
memang baru diumumkan PSSI, Minggu (30/1) besok, tapi Barito Putera sudah mengambil
ancang-ancang untuk segera menentukan sikap dalam pertemuan yang dihadiri seluruh pemik
klub itu.
Assisten manajer Barito, Frans Sinatra Huwae mengatakan terlepas apakah nantinya skuad
kebangaan Urang Banjar itu apakah masih di Divisi Satu atau tidak, pihaknya tetap
mengusulkan kalau Barito bisa main di wilayah Barat.
"Kita coba lobi PSSI dan peserta rapat, walaupun memang seperti sangat berat.
Banyak alasan kenapa kita pilih Barat dibandingan Timur," ucap Frans kepada BPost,
Jumat (28/1).
Menurut Frans, jika Barito main di wilayah Barat banyak keuntungan yang didapat.
Misalnya adanya penyegaran lawan serta pengalaman baru.
Diharapkan dengan penyengaran lawan ini ucap eks kapten Pelajar Asia itu, prestasi
Barito bisa lebih baik dibandingkan musim sebelumnya.
"Bukannya pilih-pilih lawan, tapi kalau memang memungkinkan pindah wilayah kenapa
tidak. Pokoknya kita ingin membawa usul ini dulu apakah memang disetujui atau tidak,"
tandasnya.
Senada Frans, pelatih Gusti Gazali Noor juga sangat respek soal perpindahan wilayah.
Dia menilai kalau skuadnya main di Barat, maka secara ekonomis sangat menguntungkan.
Pasalnya lanjut Gazali, main di wilayah Timur memerlukan banyak biaya untuk away.
Persoalannya banyak tim yang berada di daerah terpencil misalnya Papua dan Ambon.
"Kita itu dari dulu persoalan jarak. Mau ke Papua saja kita harus siap minimal Rp
100 juta sekali berangkat. Kalau di Barat hanya seputar Sumatera dan Jawa. Dimana akses
transportasi begitu terbuka," tandasnya.
Selain persoalan dana kata eks pelatih Peseban Banjarmasin, yang lebih penting lagi recovery
pemain. Bermain di wilayah Timur seperti pengalaman sudah-sudah, benar-benar menguras
tenaga.
"Bayangkan ke Papua itu kita harus berangkat jam 2 subuh. Lalu ke Gorontalo dan
Bolaang Mangondow hanya bisa dilewati dengan jalan darat dan itu bisa mencapai enam sampai
delapan jam perjalanan," cetus Gazali.
"Kita sudah harus bertempur dengan perjalanan sebelum menghadapi lawan
sesunguhnya. Jujur, pemain sangat bosan dan capek sekali. Tapi kalau kita main di Barat,
sepertinya tak ada masalah," pungkasnya.
Pengamat sepakbola Banjarmasin, Rochyat juga menilai usaha Barito untuk pindah wilayah
sangat tepat. "Saya kira bagus kalau memang berhasil. Kita lebih diuntungkan
malah," dukungnya.
Diuntungkan yang dimaksud Rochyat adalah lawan-lawan nantinya lebih berpariasi dan
secara ekonomis juga Barito tak banyak memerlukan dana banyak untuk partai tandang.
"Yang jelas kita akan lebih tau kekuatan baru. Kalau selama ini kan semua tim
Timur sudah mengerti tipikal walaupun berganti pemain dan pelatih. Pasti lebih seru,"
analis pria yang kini aktif di Pengda PSSI Kalsel itu. emj