Selama ini orang menyangka, terlalu banyak tidur bisa bikin gendut. Namun, satu lagi
penelitian yang dipublikasikan Senin pekan lalu mengungkap bahwa orang yang kurang tidur
cenderung gemuk. Karena itu seorang dokter berpendapat, inilah waktu yang baik untuk
mengatasi obesitas dengan tidur lebih banyak.
"Kita terlalu banyak memberi penekanan pada diet dan olahraga, sehingga
tidak melihat manfaat tidur," kata Fred Turek, seorang dokter di Northwestern
University, AS.
Dilaporkan, para ahli dari Eastern Virginia Medical School di Norfolk yang meneliti
1.000 orang mendapati bahwa keseluruhan waktu tidur naik atau turun sesuai dengan indeks
massa tubuh (BMI) suatu metode mengukur berat badan atas dasar tinggi tubuh.
Para peneliti mendapati, total waktu tidur turun seiring dengan meningkatnya BMI.
Rata-rata waktu tidur pria 27 menit lebih sedikit dibanding wanita, dan waktu tidur orang
dengan kelebihan berat badan serta orang dengan obesitas, lebih sedikit dibanding pasien
dengan berat normal. Secara umum, mereka yang lebih gemuk tidur lebih sedikit 1,8 jam per
minggu dibanding yang memiliki berat normal.
"Orang Amerika mengalami ketidakcukupan tidur dan tubuh yang gendut. Para dokter
tahu beban kelebihan berat badan pada pasien," demikian laporan penelitian yang
dipublikasikan pada Archives of Internal Medicine.
"Temuan kami mengisyaratkan, tambahan 20 menit tidur per malam terkait erat dengan
rendahnya indeks masa tubuh."
Dalam editorial yang mendampingi laporan penelitian tersebut, Turek mengatakan,
sejumlah penelitian telah memperlihatkan bahwa terpangkasnya tidur menyebabkan turunnya
hormon penekan selera yang disebut leptin, dan meningkatkan hormon yang memicu selera
makan. Ringkasnya, neuropeptide di otak yang mengatur tidur dan obesitas tampak bekerja
tumpang tindih. kcm