:: Kompas Cyber Media ::

[::] Portal Berita Daerah [::]

Metro Banjar • Serambi Ummah • BëBAS • Diafragma • PASAR • INTECH

Berita Cetak
HOME
Berita Utama

Nusantara
Banjarmasin Plus
Banjarmasin Bungas
BISNIS
Sport Vaganza
Opini-Hot Line

Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Kalimantan Tengah

Hiburan-Gaya Hidup
Internasional
Berita Kemarin
Info Data & Media
Banjarmasin Post
Susunan Redaksi

Pasang Iklan
Order Cetak
Berlangganan
Supporting By

Senin, 31 Januari 2005 02:29:38


Inong Bale Menyusup Ke Pengungsi

Calang, BPost
Para inong bale (tentara wanita anggota Gerakan Aceh Merdeka/ GAM, Red) menyusup ke tenda-tenda pengungsi korban tsunami. Mereka menekan para pengungsi untuk meminta obat-obatan dalam jumlah besar kepada petugs posko. Obat-obatan yang diminta kebanyakan berupa antibiotik serta obat luka.

Indikasi penyusupan para prajurit wanita GAM itu diungkapkan sejumlah relawan Palang Merah Indonesia (PMI) yang bertugas di sejumlah posko pengungsi di Calang kepada harian ini, kemarin.

Meski sejauh ini belum terdapat bukti konkret, kecenderungan itu tertangkap jelas dari peningkatan permintaan obat oleh para pengungsi di setiap posko.

"Setiap hari, para pengungsi selalu meminta bantuan obat. Obat-obatan itu diminta dalam jumlah yang tidak wajar. Misalnya, satu orang meminta bantuan obat untuk lima orang. Sementara jenis obat yang diminta kebanyakan obat luka. Ada indikasi, obat-obatan itu adalah untuk GAM yang ada di pegunungan," papar satu relawan (dari Posko PMI) di Calang.

Kekhawatiran adanya penyusupan inong bale menjadi sangat mungkin, mengingat Calang adalah salah satu daerah yang menjadi basis GAM. Sementara dalam beberapa hari terakhir, sering sekali terdengar suara rentetan tembakan yang mengisyaratkan tengah terjadi kontak senjata.

Wartawan BPost Machmud Mubarok melaporkan, kontak senjata antara pasukan TNI dan GAM terjadi Jumat malam. Menurut warga, yang sudah lama berada di Calang memastikan suara tembakan berasal dari arah Gunung Carak.

Kondisi di Calang sendiri memang cukup menegangkan. Warga di kamp pengungsi tidak berani berjalan sendirian, apalagi di waktu malam. Saat matahari terbenam, rata-rata semua warga pengungsi sudah berada di tenda atau di lingkungan tenda pengungsian.

Menurut informsi, dua anggota marinir berhasil ditawan GAM, dan hingga kini belum diketahui nasibnya.

 

Berunding Kembali

Sementara perundingan antara Pemerintah Indonesia dan kelompok GAM di Helsinki, Finlandia yang berakhir, Sabtu (29/1) gagal mencapai kesepakatan untuk mengadakan gencatan senjata. Namun, kedua belah "mencoba menahan diri dari permusuhan" selama operasi bantuan di Aceh berlangsung. Selain itu, kedua belah pihak sepakat melanjutkan pembicaraan damai.

"Secara prinsip, kami sepakat bertemu kembali dalam waktu dekat untuk membicarakan penyelesaian damai secara komprehensif di bawah payung otonomi khusus," kata Meneg Kominfo Sofyan Djalil usai pertemuan terakhir, di Helsinki.

Malik Mahmud, juru runding dari GAM mengakui perundingan masih menyisakan sejumlah ‘perbedaan’ yang perlu diselesaikan. Namun tidak disebutkan rincian tentang perbedaan-perbedaan yang dimaksud Malik.

"(Pembicaraan) kami lebih terkonsentrasi kepada isu kemanusiaan dan gencatan senjata untuk mendukung operasi kemanusiaan di Aceh berjalan dengan lancar," tambahnya.

Martti Ahtisasi, pimpinan Crisis Management Initiative (CMI) yang memfasilitasi pertemuan, menyatakan telah menyampaikan undangan kepada kedua belah pihak untuk mengadakan pertemuan ke dua di Helsinki.

Martti berharap adanya tanggapan positif untuk meneruskan dialog damai segera setelah para utusan melakukan konsultasi masing-masing dengan Pemerintah Indonesia dan pimpinan GAM.

"Saya akan sangat kecewa jika saya gagal dalam upaya ini (kembali mempertemukan RI-GAM) ," ujarnya.

Kata Ahtisaari, tidak ada penawaran lainnya yang muncul selama dialog kedua pihak selama dua hari (28 dan 29/1) itu. Namun, "Saya terkesan setidaknya ada keinginan, walaupun itu tidak sesuai aspirasi GAM, bahwa mereka telah memutuskan meneliti apakah konsep tersebut (otonomi khusus, Red) bisa berhasil," kata mantn Presiden Finlandia itu.

Dalam perundingan Pemerintah diwakili oleh Menko Polhukkam Widodo Adi Sutjipto, Menkeh dan HAM, Hamid Awaluddin, dan Sofyan Djalil. Sementara GAM diwakili dua pimpinannya yang selama ini menetap di Swedia, Malik Mahmud dan Zaini Abdullah.

Pertemuan antara RI-GAM dilakukan secara tertutup di sebuah tempat peristirahatan milik pemerintah Finlandia di luar ibukota Helsinki.

GAM telah melancarkan separatisme sekitar 29 tahun ingin mendirikan suatu negara Aceh merdeka. Pemerintah Indonesia tetap menolak konsep tersebut dan sebagai gantinya memberikan status otonomi khusus bagi Nanggroe Aceh Darussalam dalam upaya menyelesaikan masalah Aceh. afp/rtr/nuh


Copyright © 2003 Banjarmasin Post


Berita Utama
Inong Bale Menyusup Ke Pengungsi

Farid Sesalkan Mayjen Bambang


Kedubes AS Diroket, 19 Tewas


Dana Dekon Kesehatan Kalsel Rp42 M


566 Anak HSS Kekurangan Gizi - Tubuh Isna Cuma Sembilan Kilo


PKS Bingung Usung Cagub


Kalsel Kirim 10,83 Ton Bantuan


Sumbangan Muslim Eropa


Jamaah Kobar Tak Mau Naik Kapal


Kaki Si Kembar Bergerak


Juve Makin Jauhi Milan


Banjarmasin Post Group Jl Haryono MT 143/54 Banjarmasin 70111 Phone: +62-511-54370 Fax: +62-511-66123