:: Kompas Cyber Media ::

[::] Portal Berita Daerah [::]

Metro Banjar • Serambi Ummah • BëBAS • Diafragma • PASAR • INTECH

Berita Cetak
HOME
Berita Utama

Nusantara
Banjarmasin Plus
Banjarmasin Bungas
BISNIS
Sport Vaganza
Opini-Hot Line

Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Kalimantan Tengah

Hiburan-Gaya Hidup
Internasional
Berita Kemarin
Info Data & Media
Banjarmasin Post
Susunan Redaksi

Pasang Iklan
Order Cetak
Berlangganan
Supporting By

Rabu, 05 Januari 2005 01:49:22


Bush Galang Bantuan Dana

Washington, BPost
Setelah mendapat kritikan tajam karena dinilai lamban merespon musibah gempa dan gelombang tsunami yang melanda Asia, Presiden AS George Walker Bush akhirnya bereaksi. Dia langsung menggalang dana dan mengimbau rakyatnya untuk memberikan sumbangan.

Untuk pengumpulan dana itu, Bush melibatkan dua mantan presiden AS, George Bush Senior dan Bill Clinton. Kedua pendahulunya itu ditunjuk sebagai motor penggeraknya. Bush bersama ayahnya --Bush Senior-- serta Clinton muncul bersama di Roosevelt Room, Gedung Putih untuk mengeluarkan imbuan bagi warga dan usahawan di negaranya.

Setelah mengeluarkan imbauan itu, Bush bersama dua pendahulunya itu bertandang ke Kedubes RI di Washington DC. Mereka datang khusus untuk menyampaikan turut belasungkawa atas musibah gempa dan tsunami yang menewaskan lebih 95 ribu warga Indonesia di Aceh dan Nias.

Dalam kesempatan itu, Ibu Negara Laura Bush, membawa kembang mawar putih. Suaminya membubuhkan pesan di buku yang disediakan oleh pihak Kedubes.

Selain mengunjungi Kedubes Indonesia, Bush dkk juga bertamu ke Kedubes Sri Lanka, India dan Thailand. Selain menyampaikan doa, Bush menjanjikan bantuan kepada negara-negara korban bencana.

"Saya mengharapkan kerjasama dengan pemerintahan Indonesia untuk membantu mereka yang membutuhkan makanan, obat-obatan, air, dan tempat berlindung agar mereka mendapatkan kembali kehidupannya sehingga negara besar Indonesia bisa kembali bangkit dari musibah ini," pidato Bush saat berada di Kedubes Indonesia.

Bush menjelaskan, dia menunjuk ayahnya dan Clinton sebagai motor penggerak pengumpulan dana sumbangan swasta untuk korban tsunami. Diharapkan dana yang terkumpul melampaui sumbangan pemerintah AS sebesar 350 juta dolar AS.

"Saya mengimbau setiap warga Amerika untuk memberikan sumbangsih yang mampu mereka lakukan," ujar Bush.

Pemerintah Bush telah menjanjikan bantuan 350 juta dolar AS, sementara dana swasta juga telah mengalir. Sedang Palang Merah Amerika saat ini telah menerima bantuan sebanyak 79,2 juta dolar AS.

Sebelumnya, muncul kritik bahwa pemerintah Amerika lamban bereaksi terhadap bencana, sehingga pengumuman Senin itu terlihat seperti tanggapan Washington lain yang signifikan.

Kemana Mantan Presiden RI?

Terkait langkah yang dilakukan George Bush dan dua pendahulunya tersebut, Politisi PPP, Lukman Hakim mempertanyakan tindakan yang diperbuat para mantan Presiden RI.

Menurut Lukman Hakim, Setidaknya masih ada 4 mantan presiden Indonesia yang mempunyai pengaruh besar dan sampai sekarang masih hidup, yakni Megawati Soekarnoputri, Abdurahman Wahid, BJ Habibie dan Soeharto. Namun keempat-empatnya belum menunjukkan empatinya, atas bencana nasional yang terjadi di Aceh dan Sumatera Utara, yang telah merenggut sekitar 100 ribu nyawa dan meluluhlantakan kota-kota di Aceh.

"Para mantan presiden AS saja berkumpul untuk kumpulkan dana untuk Aceh, ke mana para mantan presiden kita. Ini mengherankan, karena para mantan presiden kita orang-orang yang berpengaruh. Seharusnya mereka bisa juga ikut mengumpulkan dana, seperti yang dilakukan para mantan presiden AS," kata Lukman saat dihubungi, Selasa.

Anggota Fraksi PPP DPR ini mengungkapkan, para mantan presiden Indonesia semuanya mempunyai pengaruh yang besar dan bisa dimanfaatkan untuk membantu bencana nasional ini.

"Habibie kita tahu di Jerman mempunyai lobi yang bagus, Gus Dur dengan jaringan aktivis kemanusiaan nasional dan internasional, Pak Harto, walapun sudah sepuh, masih mempunyai pengaruh yang besar, Megawati juga pengaruhnya besar, massanya juga banyak. Akan sangat berharga jika mereka menggunakan pengaruhnya ini untuk membantu bencana ini," kata Lukman Hakiem.

Salah seorang Ketua DPP PPP ini juga mengungkapkan, masalah bencana Aceh tak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja. Bencana ini sudah menjadi tanggungjawab bangsa Indonesia dalam berbangsa dan bernegara.

"Para pemimpin dunia dan mantan pemimpin dunia saja ikut membantu kita. Seharusnya, para mantan presiden kita juga bisa berbuat sama dengan mereka," tambahnya.

Tolak Israel

Sementara itu, juru bicara Departemen Luar Negeri, Marty Natalegawa menyatakan tidak ada konfirmasi diplomatik resmi dari negara Israel mengenai rencana mereka untuk memberikan bantuan kepada propinsi NAD dan Sumut pasca gempa bumi dan tsunami. "Kita tidak mempunyai hubungan diplomatik dengan pihak yang menamakan dirinya pemerintah Israel," ujar Marty kepada pers di Jakarta, Selasa.

Menurut Marty, karena tidak ada hubungan diplomatik, maka otomatis tidak ada komunikasi diplomatik antara Indonesia dan Israel. Sehingga, otomatis bantuan dalam bentuk material tidak akan diterima atau ditolak oleh pemerintah Indonesia. "Mungkin mereka bisa memberikan bantuan doa kepada rakyat Aceh," ujarnya.

Dugaan ditolak pemerintah Indonesia sudah diduga pemerintah Israel saat dihubungi sebelumnya. Penasehat Perdana Menteri Ariel Sharon, Raanan Gissin meragukan bantuan pemerintahnya akan diterima. "Kami ingin membantu tetapi takut dicerca," katanya saat dihubungi melalui telepon genggamnya secara terpisah.

Namun, niat untuk membantu tak akan surut dengan penolakan pemerintah Indonesia. Menurut Gissin, bantuan tersebut kemungkinan besar akan disalurkan melalui LSM Israel seperti International Association for Cooperation.

Tetapi Gissin sangat berharap bisa secara langsung dan tidak ada penolakan atas bantuan yang diberikan pemerintahnya. "Ini masalah kemanusiaan. Kami tidak memiliki motif politik," katanya.

Karena persoalan kemanusiaan, Israel mencari jalan untuk membantu rakyat Aceh. "Kami sedang mencari cara untuk menyalurkannya," ujar Duta Besar Israel untuk Singapura Itzhak Shoham saat dihubungi Tempo melalui telepon genggamnya, kemarin.

Powell Ikuti KTT

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Colin Powell, Senin malam tiba di Thailand Senin malam untuk melihat upaya-upaya apa yang dapat dilakukan guna meringankan para korban gelombang tsunami yang melanda garis pantai kawasan Asia Selatan dan tenggara.

Powell terbang dari Washington memimpin sebuah delegasi, termasuk kakak presiden AS George W Bush, Jeb, adminstrator Lembaga AS untuk Pembangunan Internasional Andrew Natsions dan para pejabat lainnya.

Selain Thailand, mereka juga melakukan kunjungan ke Indonesia dan Sri Lanka. Powell juga dijadwalkan menghadiri konferensi internasional tsunami yang diprakarsai Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (ASEAN), Kamis besok.

Powell menyatakan, latar belakang misinya adalah untuk menunjukkan komitmen AS kepada negara-negara di kawasan tersebut. Tetapi ia mengatakan belum membawa bantuan 350 juta dolar yang sudah dinyatakan Washington, setelah berbagai kritik terhadap pemerintahan Bush yang dianggap lamban merespon terhadap bencana tsunami yang paling buruk di dunia itu.

Bullock Sumbang Rp9 M

Aksi kemanusian terhadap gempa dan gelombang tsunami masih terus ditunjukkan sejumlah masyarakat dunia. Tak terkecuali dilakukan kalangan selebritis dunia seperti aktris Sandra Bullock (40).

Seperti diwartakan Associated Press (AP), untuk membantu sejumlah negara yang menjadi korban bencana gempa bumi dan tsunami yang menyebabkan ratusan ribu orang meninggal, Bullock telah mendonasikan uangnya sebesar 1 juta dollar AS (Rp9 miliar) melalui Palang Merah Amerika Serikat.

Bintang Miss Congeniality ini telah menunjukkan sifat dasarnya yang murah hati dengan sumbangan untuk membantu pemulihan di negara-negara yang baru-baru ini dilanda tsunami dasyat.

Aktris yang populer dalam film laga Speed ini memberi bantuan keuangan yang diserahkan kepada Palang Merah Amerika, pekan lalu atau beberapa saat setelah menyaksikan kehancuran dan korban jiwa akibat bencana dahsyat, yang terjadi pada Minggu 26 Desember lalu.

"Di waktu kritis ini, saya berterima kasih kepada Sandra Bullock, untuk sekali lagi menunjukan jiwa kepemimpinan, belas kasih dan kepercayaannya di misi kemanusiaan kami yang global," Kata Marsha J Evans, Presiden dan CEO Palang Merah Amerika, kemarin.

Dikatakannya, inilah bantuan kedua yang diberikan Bullock melalui Palang Merah AS. Sebelumnya, ia juga memberikan bantuan dengan jumlah yang sama untuk para keluarga korban aksi teror 11 September lalu. dtc/klc/ti/ant


Copyright © 2003 Banjarmasin Post


Berita Utama
Bush Galang Bantuan Dana

Penumpang Menumpuk Penerbangan Kacau


Warga 43 Negara Juga Jadi Korban


Warga Blokir Jalan Batu Bara


Korban Tsunami Diperkosa


Anak Korban Tsunami Rawan Terkena Gangguan Jiwa Jauhkan Mereka Dari Air


Polisi Bantah Cari Tumbal Adiguna


Ketika Banyak ‘Rumah Allah’ Selamat


Bupati Barut-Barsel Segera Diperiksa


KPK Jebloskan Lagi 2 Koruptor


Ketua PBR Dituduh Jual Partai


Calhaj Barut Wafat Di Tanah Suci


Banjarmasin Post Group Jl Haryono MT 143/54 Banjarmasin 70111 Phone: +62-511-54370 Fax: +62-511-66123