Washington, BPost
Setelah mendapat kritikan tajam karena dinilai lamban merespon musibah gempa dan
gelombang tsunami yang melanda Asia, Presiden AS George Walker Bush akhirnya bereaksi. Dia
langsung menggalang dana dan mengimbau rakyatnya untuk memberikan sumbangan.
Untuk pengumpulan dana itu, Bush melibatkan dua mantan presiden AS, George Bush Senior
dan Bill Clinton. Kedua pendahulunya itu ditunjuk sebagai motor penggeraknya. Bush bersama
ayahnya --Bush Senior-- serta Clinton muncul bersama di Roosevelt Room, Gedung Putih untuk
mengeluarkan imbuan bagi warga dan usahawan di negaranya.
Setelah mengeluarkan imbauan itu, Bush bersama dua pendahulunya itu bertandang ke
Kedubes RI di Washington DC. Mereka datang khusus untuk menyampaikan turut belasungkawa
atas musibah gempa dan tsunami yang menewaskan lebih 95 ribu warga Indonesia di Aceh dan
Nias.
Dalam kesempatan itu, Ibu Negara Laura Bush, membawa kembang mawar putih. Suaminya
membubuhkan pesan di buku yang disediakan oleh pihak Kedubes.
Selain mengunjungi Kedubes Indonesia, Bush dkk juga bertamu ke Kedubes Sri Lanka, India
dan Thailand. Selain menyampaikan doa, Bush menjanjikan bantuan kepada negara-negara
korban bencana.
"Saya mengharapkan kerjasama dengan pemerintahan Indonesia untuk membantu mereka
yang membutuhkan makanan, obat-obatan, air, dan tempat berlindung agar mereka mendapatkan
kembali kehidupannya sehingga negara besar Indonesia bisa kembali bangkit dari musibah
ini," pidato Bush saat berada di Kedubes Indonesia.
Bush menjelaskan, dia menunjuk ayahnya dan Clinton sebagai motor penggerak pengumpulan
dana sumbangan swasta untuk korban tsunami. Diharapkan dana yang terkumpul melampaui
sumbangan pemerintah AS sebesar 350 juta dolar AS.
"Saya mengimbau setiap warga Amerika untuk memberikan sumbangsih yang mampu mereka
lakukan," ujar Bush.
Pemerintah Bush telah menjanjikan bantuan 350 juta dolar AS, sementara dana swasta juga
telah mengalir. Sedang Palang Merah Amerika saat ini telah menerima bantuan sebanyak 79,2
juta dolar AS.
Sebelumnya, muncul kritik bahwa pemerintah Amerika lamban bereaksi terhadap bencana,
sehingga pengumuman Senin itu terlihat seperti tanggapan Washington lain yang signifikan.
Kemana Mantan Presiden RI?
Terkait langkah yang dilakukan George Bush dan dua pendahulunya tersebut, Politisi PPP,
Lukman Hakim mempertanyakan tindakan yang diperbuat para mantan Presiden RI.
Menurut Lukman Hakim, Setidaknya masih ada 4 mantan presiden Indonesia yang mempunyai
pengaruh besar dan sampai sekarang masih hidup, yakni Megawati Soekarnoputri, Abdurahman
Wahid, BJ Habibie dan Soeharto. Namun keempat-empatnya belum menunjukkan empatinya, atas
bencana nasional yang terjadi di Aceh dan Sumatera Utara, yang telah merenggut sekitar 100
ribu nyawa dan meluluhlantakan kota-kota di Aceh.
"Para mantan presiden AS saja berkumpul untuk kumpulkan dana untuk Aceh, ke mana
para mantan presiden kita. Ini mengherankan, karena para mantan presiden kita orang-orang
yang berpengaruh. Seharusnya mereka bisa juga ikut mengumpulkan dana, seperti yang
dilakukan para mantan presiden AS," kata Lukman saat dihubungi, Selasa.
Anggota Fraksi PPP DPR ini mengungkapkan, para mantan presiden Indonesia semuanya
mempunyai pengaruh yang besar dan bisa dimanfaatkan untuk membantu bencana nasional ini.
"Habibie kita tahu di Jerman mempunyai lobi yang bagus, Gus Dur dengan jaringan
aktivis kemanusiaan nasional dan internasional, Pak Harto, walapun sudah sepuh, masih
mempunyai pengaruh yang besar, Megawati juga pengaruhnya besar, massanya juga banyak. Akan
sangat berharga jika mereka menggunakan pengaruhnya ini untuk membantu bencana ini,"
kata Lukman Hakiem.
Salah seorang Ketua DPP PPP ini juga mengungkapkan, masalah bencana Aceh tak hanya
menjadi tanggung jawab pemerintah saja. Bencana ini sudah menjadi tanggungjawab bangsa
Indonesia dalam berbangsa dan bernegara.
"Para pemimpin dunia dan mantan pemimpin dunia saja ikut membantu kita.
Seharusnya, para mantan presiden kita juga bisa berbuat sama dengan mereka,"
tambahnya.
Tolak Israel
Sementara itu, juru bicara Departemen Luar Negeri, Marty Natalegawa menyatakan tidak
ada konfirmasi diplomatik resmi dari negara Israel mengenai rencana mereka untuk
memberikan bantuan kepada propinsi NAD dan Sumut pasca gempa bumi dan tsunami. "Kita
tidak mempunyai hubungan diplomatik dengan pihak yang menamakan dirinya pemerintah
Israel," ujar Marty kepada pers di Jakarta, Selasa.
Menurut Marty, karena tidak ada hubungan diplomatik, maka otomatis tidak ada komunikasi
diplomatik antara Indonesia dan Israel. Sehingga, otomatis bantuan dalam bentuk material
tidak akan diterima atau ditolak oleh pemerintah Indonesia. "Mungkin mereka bisa
memberikan bantuan doa kepada rakyat Aceh," ujarnya.
Dugaan ditolak pemerintah Indonesia sudah diduga pemerintah Israel saat dihubungi
sebelumnya. Penasehat Perdana Menteri Ariel Sharon, Raanan Gissin meragukan bantuan
pemerintahnya akan diterima. "Kami ingin membantu tetapi takut dicerca," katanya
saat dihubungi melalui telepon genggamnya secara terpisah.
Namun, niat untuk membantu tak akan surut dengan penolakan pemerintah Indonesia.
Menurut Gissin, bantuan tersebut kemungkinan besar akan disalurkan melalui LSM Israel
seperti International Association for Cooperation.
Tetapi Gissin sangat berharap bisa secara langsung dan tidak ada penolakan atas bantuan
yang diberikan pemerintahnya. "Ini masalah kemanusiaan. Kami tidak memiliki motif
politik," katanya.
Karena persoalan kemanusiaan, Israel mencari jalan untuk membantu rakyat Aceh.
"Kami sedang mencari cara untuk menyalurkannya," ujar Duta Besar Israel untuk
Singapura Itzhak Shoham saat dihubungi Tempo melalui telepon genggamnya, kemarin.
Powell Ikuti KTT
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Colin Powell, Senin malam tiba di Thailand Senin
malam untuk melihat upaya-upaya apa yang dapat dilakukan guna meringankan para korban
gelombang tsunami yang melanda garis pantai kawasan Asia Selatan dan tenggara.
Powell terbang dari Washington memimpin sebuah delegasi, termasuk kakak presiden AS
George W Bush, Jeb, adminstrator Lembaga AS untuk Pembangunan Internasional Andrew
Natsions dan para pejabat lainnya.
Selain Thailand, mereka juga melakukan kunjungan ke Indonesia dan Sri Lanka. Powell
juga dijadwalkan menghadiri konferensi internasional tsunami yang diprakarsai Perhimpunan
Bangsa-bangsa Asia Tenggara (ASEAN), Kamis besok.
Powell menyatakan, latar belakang misinya adalah untuk menunjukkan komitmen AS kepada
negara-negara di kawasan tersebut. Tetapi ia mengatakan belum membawa bantuan 350 juta
dolar yang sudah dinyatakan Washington, setelah berbagai kritik terhadap pemerintahan Bush
yang dianggap lamban merespon terhadap bencana tsunami yang paling buruk di dunia itu.
Bullock Sumbang Rp9 M
Aksi kemanusian terhadap gempa dan gelombang tsunami masih terus ditunjukkan
sejumlah masyarakat dunia. Tak terkecuali dilakukan kalangan selebritis dunia seperti
aktris Sandra Bullock (40).
Seperti diwartakan Associated Press (AP), untuk membantu sejumlah negara yang
menjadi korban bencana gempa bumi dan tsunami yang menyebabkan ratusan ribu orang
meninggal, Bullock telah mendonasikan uangnya sebesar 1 juta dollar AS (Rp9 miliar)
melalui Palang Merah Amerika Serikat.
Bintang Miss Congeniality ini telah menunjukkan sifat dasarnya yang murah hati
dengan sumbangan untuk membantu pemulihan di negara-negara yang baru-baru ini dilanda
tsunami dasyat.
Aktris yang populer dalam film laga Speed ini memberi bantuan keuangan yang
diserahkan kepada Palang Merah Amerika, pekan lalu atau beberapa saat setelah menyaksikan
kehancuran dan korban jiwa akibat bencana dahsyat, yang terjadi pada Minggu 26 Desember
lalu.
"Di waktu kritis ini, saya berterima kasih kepada Sandra Bullock, untuk sekali
lagi menunjukan jiwa kepemimpinan, belas kasih dan kepercayaannya di misi kemanusiaan kami
yang global," Kata Marsha J Evans, Presiden dan CEO Palang Merah Amerika, kemarin.
Dikatakannya, inilah bantuan kedua yang diberikan Bullock melalui Palang Merah AS.
Sebelumnya, ia juga memberikan bantuan dengan jumlah yang sama untuk para keluarga korban
aksi teror 11 September lalu. dtc/klc/ti/ant