:: Kompas Cyber Media ::

[::] Portal Berita Daerah [::]

Metro Banjar • Serambi Ummah • BëBAS • Diafragma • PASAR • INTECH

Berita Cetak
MAIN PAGE
Berita Utama
Nusantara
B O R N E O
+Trans Kalimantan
Banjarmasin Plus

Persona
BELI@
Olahraga
Keluarga & Gaya hidup
Internasional
Berita Kemarin
Info Data & Media
Banjarmasin Post
Susunan Redaksi

Pasang Iklan
Order Cetak
Berlangganan
Supporting By

Minggu, 09 Januari 2005 01:48


GAM Menyusup Ke Pengungsi

Bireuen, BPost
Gerakan Aceh Merdeka (GAM) mulai turun gunung. Pasca tragedi tsunami, kelompok separatis itu menyusupkan anggotanya ke berbagai lokasi pengungsian. Sebanyak lima anggota GAM berhasil ditangkap aparat TNI atas laporan warga, di Jeunib, Kabupaten Bireuen, Sabtu (8/1).

Informasi yang diperoleh BPost, kelima anggota GAM ditangkap saat memaksa sejumlah pengungsi menyerahkan sejumlah uang dan bahan logistik. "Mereka memaksa para pengungsi menyerahkan uang dan bahan logitik untuk keperluan mereka," kata satu anggota TNI, di Bireueun.

Selain tidak diketahui asal-usulnya, mereka mondar-mandir di posko pengungsi untuk tujuan yang belum diketahui. "Melihat gelagat kurang baik, kami laporkan ke TNI," ungkap satu warga.

Aparat TNI yang berposko di Keude Jeunib kemudian mengadakan pengintaian, menggiring dan kemudian menyergap mereka. "Kelima anggota GAM kita tangkap dan dibawa ke posko untuk pemeriksaaan," ungkap satu anggota TNI dari Yonif 300/Raider.

Bertebaran lokasi pengungsian memang sangat memungkinkan bagi GAM untuk menyusupkan anggotanya ke tempat tersebut. Mereka bisa berbaur dengan para korban gempa dan tsunami yang tinggal di tenda-tenda darurat.

Berjatuhan

Memasuki hari ke-14 tragedi tsunami, satu per satu anggota tim relawan yang melakukan evakuasi mayat mulai ambruk karena kelelahan. Seorang relawan dari Kalimantan Timur, Edy Padang (35) terpaksa dipapah karena sakit.

Anggota Pemuda Pancasila itu mengerang kesakitan dan tiba-tiba ambruk saat bersama beberapa rekannya satu daerah mengakat mayat korban tsunami, di Desa Lampulo Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh.

"Aduh.... tolong.... Tolong," teriak Edy keras kepada kawan-kawannya yang sedang mengangkat mayat. Teriakan itu tak dipedulikan rekan-rekannya yang terus jalan.

Edy pun berteriak kepada salah seorang anggota TNI dari Jakarta yang juga sedang mengevakuasi mayat. "Tolong Pak, tolong Pak," pinta dia kepada Jaenuddin, anggota Marinir.

Mengetahui itu, Jaenuddin berlari mendudukkan Edy di atas tanggul. Sepatu laras lelaki asal Balikpapan itu lalu dibuka.

Bau mayat sempat tercium. Saat Jaenuddin menggulung celana panjang korban, terlihat bulatan sebesar telur di betis Edy.

Jaenuddin lalu mengurut kaki Edy yang hari itu mengaku baru memikul empat mayat sepanjang sekitar empat kilometer.

Selain kelelahan para relawan juga sudah mulai terjangkit berbagai penyakit kulit akibat terkontaminasi mayat. Beberapa tim evakuasi yang datang dari berbagai daerah di tanah air juga sudah mulai mengendorkan program evakuasinya.

Selain semakin berkurangnya mayat-mayat yang ditemukan, mereka tidak begitu memaksakan diri melakukan evakuasi. Mereka hanya mengevakuasi mayat-mayat yang masih memungkinkan diangkat.

"Kami bukan tidak mau lagi mengevakuasi. Kita beristirahat sambil menunggu peralatan lebih memadai. Peralatan kita sangat minim. Kalau kita paksakan sangat berbahaya bagi keselamatan relawan," tutur satu koordinator tim relawan dari Jakarta ditemui BPost, baru-baru ini.

Sikap hati-hati dan proteksi dari para pimpinan tim relawan itu karena sudah ada beberapa kasus yang menimpa para relawan saat mengevakuasi. Ada relawan yang kaki dan tangannya membengkak.

Bahkan, informasi yang menyebar di antara relawan, dua relawan dari Bali, Much Chairudin (24) dan Usman Yakobi (21), tangannya terpaksa diamputasi sampai pergelangan. Jari tangannya yang semula luka membusuk karena terkontaminasi mayat.

Sementara itu, Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA) yang sebagian tenaga medisnya ikut jadi korban, akan diisi oleh tim medis mancanegara dengan standar internasional.

Sejak kemarin, tim medis asal Australia membuka kamar operasi di RSUZA Banda Aceh. Selain itu tim medis Spanyol aktif di seputaran RSUZA. Sementara tim medis dari Jerman, Perancis dan Cina akan bergabung.

Koordinator Tim Medis, Prof Dr Idrus Faturrussi mengatakan, selain tim medis dari asing, tim medis RSUZA juga diisi tenaga medis dari Makasar Sulsel dan DKI Jakarta.

"Saat ini, RS Zainoel Abidin telah menjadi fokus internasional, sejumlah negara telah bersedia menempatkan tim medisnya di RS ini," Onny Tenri Gampa, salah satu koordinator tim medis.

 

Diminta Pulang

Sementara itu, Menko Kesra Alwi Sihab meminta warga Banda Aceh yang mengungsi keluar Aceh segera pulang menempati rumah mereka dan melanjutkan aktivitasnya sehari-hari karena situasi sudah kondusif dan aman.

"Kita jangan larut dalam duka berkepanjangan sebab duka Aceh adalah duka seluruh bangsa Indonesia dan dunia. Gempa dan tsunami yang melanda Aceh adalah musibah yang terelakkan serta tak ada yang bisa menyangkalnya," kata Alwi Shihab, di Pendopo Gubernuran, Banda Aceh.

Dijelaskan, beberapa infrastruktur kota Banda Aceh sudah mulai membaik dan pelayanan terhadap masyarakat sudah agak normal seperti intslasi listrik, air, dan perbankan serta roda perekonomian mulai berjalan.

"Kita sekarang sudah bisa berbicara penanganan Aceh tahap II. Karena status emergency untuk tahap I sudah bisa dikatakan sudah lewat dan cukup berhasil meskipun tak bisa dipungkiri masih ada kekurangan," tutur Alwi.

Pada kesempatan itu dia mengucapkan terima kasih kepada relawan yang telah membantu masyarakat Aceh memulihkan kondisi ini secepatnya sehingga bisa cepat membaik. si/mur/aco/bie

Copyright © 2003 Banjarmasin Post


Berita Utama
GAM Menyusup Ke Pengungsi

Aceh Bakal Seperti Irak


Selamat Dari Tsunami, ABG Diperkosa


Hindari Perjalanan Januari-Februari


Korban Indonesia 113.306 Jiwa


Generasi Baru Kembali Lahir Di Aceh Buruh Itu Dikarunia Bayi Kembar


Indonesia Kalah, Penonton Rusuh


Puluhan Truk Bara Terjaring


Ahmad Dan Kifli Tetap Bisa Tertawa


Oknum Polantas Embarkasi Mengamuk


Kursi Kerja Men-PAN


PDIP: Tak Ada Cagub Penuhi Syarat


Banjarmasin Post Group Jl Haryono MT 143/54 Banjarmasin 70111 Phone: +62-511-54370 Fax: +62-511-66123