:: Kompas Cyber Media ::

[::] Portal Berita Daerah [::]

Metro Banjar • Serambi Ummah Spirit Kalsel • Diafragma • PASAR

Berita Cetak
HOME
Berita Utama

Nusantara
Banjarmasin Bungas
BISNIS
Sport Vaganza
Opini

Hot Line
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Kalimantan Tengah

Hiburan-Gaya Hidup
Internasional
Berita Kemarin
Info Data & Media
Banjarmasin Post
Susunan Redaksi

Pasang Iklan
Order Cetak
Berlangganan
Supporting By

Kamis, 12 Januari 2006 02:13:45


Serpihan Adam Air Ditemukan Di Laut

  • Nasib penumpang belum jelas
  • Tim SAR masih mencari black box
  • Keluarga serbu Lanud Hasanuddin

Parepare, BPost
Penantian keluarga korban hilangnya pesawat Adam Air mulai berujung. Seorang nelayan Parepare Sulawesi Selatan menemukan potongan ekor pesawat, Rabu (10/1) petang. Maskapai Adam Air pun membenarkan potongan itu milik pesawatnya yang nahas.

Meski hingga malam tadi keberadaan dan kondisi penumpang belum diketahui, penemuan puluhan serpihan bagian pesawat itu sedikit membuka misteri sepuluh hari bilangnya pesawat jurusan Jakarta-Surabaya-Manado itu.

"Nelayan bernama Bakri itu menemukan ekor horisontal bagian kanan. Dia menemukan di perairan sekitar 8 Km Selatan Parepare, 300 meter dari Pantai Lojie," kata Koordinator Tim SAR, Marsekal Pertama Eddy Suyanto di Pangkalan Udara Hasanuddin, Makassar, Kamis (11/1).

Untuk mengecek serpihan-serpihan itu, tim langsung memeriksa dan mencocokkan dengan katalog jenis pesawat yang dilaporkan maskapai Adam Air. Hasilnya, part number ekor yang tertera di potongan itu adalah 65C25746-76 atau sama dengan part number ekor Adam Air yang hilang."Potongan itu biasa disebut tail horizontal stabilizer sebelah kanan, panjangnya kurang lebih satu meter," kata Eddy.

Pengacara Adam Air, Ali Leonardi pun membenarkan serpihan itu milik pesawat dengan nomor penerbangan KI-574 yang hilang sejak 1 Januari 2007 itu. "Itu memang milik pesawat Adam Air yang mengalami kecelakaan. Namun kita belum bisa memastikan pesawat itu meledak atau jatuh ke laut. Kita tunggu penyelidikan KNKT (Komisi Nasional Keselamatan Transportasi)," ujarnya.

KNKT memang langsung turun tangan ke Parepare. "Tapi kita belum bisa membuat suatu analisa," kata Ketua KNKT Setio Rahardjo.

Untuk mengungkap misteri Adam Air ini, KNKT masih mencari black box pesawat. "Selama ini kami hanya meraba-raba karena black box-nya belum ditemukan," kilahnya.

Mengenai spekulasi pesawat meledak, Setio menyangkalnya. "Saya tidak berani mengatakan pesawat itu meledak di udara. Kalau seandainya memang betul itu, KNKT mundur," tegasnya.

Mantan Ketua Asosiasi Pilot, Ari Sapari pun menyatakan belum bisa memastikan potongan-potongan itu dikarenakan pesawat meledak di udara atau karena impact (benturan keras) dengan permukaan air.

"Memang ada kejadian pesawat yang meledak di udara di Inggris pada tahun delapan puluhan. Tanpa ada pesan bahaya atau seruan mayday...mayday...dari pilot. Setelah diselidiki itu karena diledakkan. Tapi saya belum bisa memastikan soal Adam Air ini. Karena ledakan atau impact. Perlu penelitian lebih lanjut," ujarnya.

Potongan Lain

Menyikapi penemuan ini, Tim SAR pun langsung mengintensifkan pencarian di kawasan perairan Sulsel. Hasilnya, potongan-potongan benda milik pesawat pun ditemukan di kawasan dua pantai lain yakni Pantai Mallawa dan Pantai Kupa (perincian potongan lihat grafis).

Barang-barang itu ditemukan oleh warag setempat, Muzakkar, Hasrul,, Setya Himawan dan Tamzil. "Kita memang memfokuskan pencarian di perairan Sulsel. Warga setempat pun ikut aktif membantu," tegas Eddy Suyanto.

Selain potongan barang, juga ditemukan sebuah KTP atas nama Joharman Sinaga, warga Kecamatan Gunung Sariulu, Balikpapan, Kaltim. Namun identitas ini tidak tercantum di dalam manifest penumpang pesawat yang hilang.

Penemuan potongan-potongan ini kian memperkuat spekulasi pesawat itu jatuh ke laut. "Dugaan sementara, pesawat jatuh ke laut, berdasarkan temuan di tiga titik," kata Kepala Penerangan Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) Tony Syaiful.

Tentang kemungkinan pesawat buatan 1989 itu jatuh di sebuah palung sekitar Pantai Mallawa, ia mengatakan kemungkinan itu ada mengingat wilayah perairan di Selat Makassar memang memiliki beberapa palung dengan kedalaman 1.050 hingga 3.000 meter. "Kami sudah menginstruksikan KRI Fatahillah menyisir kembali wilayah di sekitar pantai-pantai itu," tukas Tony.

Mamuju Berlanjut

Meski fokus pencarian beralih lokasi, penyisiran di perairan Mamuju, Sulawesi Barat terus dilakukan. Kapal AS, USNS Mary Sears terus mendeteksi sinyal yang berasal dari tiga titik logam. Sonar kapal itu menyampaikan sinyal terkuat berada di sekitar 19 mil laut (35,18 kilometer) di kedalaman 1.700 meter, arah Barat Tanjung Rangas, Mamuju,

"Namun kita juga belum bisa memastikan logam bulat yang memancarkan sinyal itu milik Adam Air. Semua masih memerlukan analisa mendalam," ujar Eddy Suyanto.

Pencarian lewat udara juga tetap dilakukan dengan menggunakan pesawat Boeing 737-200 Intai, Cassa, F-50, Nomad, dan helikopter, yang meliputi wilayah Selat Makassar, Palu, Mamuju, Majene dan Tanatoraja.

Di Darat, ribuan personel gabungan juga masih menyisir sejumlah daerah, di antaranya Kecamatan Lotta, Nuanga, Pasangkayu, Majene, Malunda, Sendana, Polewali, Luwu Utara, Tanatoraja, termasuk Gunung Latimojong di Enrekang.

Kabar penemuan potongan ini membuat keluarga para korban menyerbu Posko SAR di Lanud Hasanuddin. Setelah melihat sendiri potongan-potongan benda yang ditemukan, mereka ingin mengetahui nasib para penumpang. Namun, harapan ini tidak mendapat jawaban karena hingga malam tadi Tim SAR belum menemukan tanda-tanda keberadaan para penumpang,

Bak menjawab rasa penasaran ini, pakar forensik RS Cipto Mangoenkoesoemo, Mun’im Idris mengatakan jika para penumpang tenggelam, kondisi fisiknya masih baik. "Asal tidak dimakan ikan. Kenapa masih bagus? Karena air laut itu asin.

Bagaimana jika jenazah tersebut ditemukan di gunung? Kalau di gunung... ya untung-untungan. Pada umumnya di permukaan tanah lebih gampang busuk dibanding terendam di air," katanya.

Untuk mengidentifikasi jenazah (jika ditemukan), tim forensik pun perlu bantuan keluarga. "Data forensik harus disesuaikan dengan data milik keluarga tentang korban. Karena itu sebaiknya keluarga menyiapkan data apa pun tentang korban," ujar Mun’im.

Untuk sementara Mun’im menduga pesawat meledak di udara. "Namun, harus ditemukan dulu jenazah korban. Terbakar atau tidak," tandas Mun’im.

Keselamatan

Di depan para pemimpin media massa di Jakarta, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kembali menegaskan penerbangan dengan tarif murah tetap harus nengutamakan keselamatan, keamanan dan kenyamanan.

"Tarif murah memang membantu masyarakat. Namun, ketiga hal itu tetap wajib diutamakan, tidak boleh diabaikan. Dan semua itu tetap harus dikelola dengan manajemen yang profesional," tuturnya.

Menurut dia, banyak contoh di dunia ini, penerbangan tarif murah yang dikelola dengan baik. Pengelolaan yang baik itu bisa mencegah dan meminimalkan kecelakaan.

Dengan tingginya kecelakaan penerbangan di Indonesia dalam beberapa tahun, Yudhoyono bertekad membenahi sistem transportasi. "Mari kita benahi bersama. Saya berharap dalam 3 bulan ke depan sistem transportasi bisa kita benahi," katanya. JBP/bec/why/amb/TT/dtc/tic/mtc/kcm


Copyright © 2003 Banjarmasin Post

Berita Utama
Serpihan Adam Air Ditemukan Di Laut

Ekor Tersangkut Jala


Cari Di Darat


"Kami Pasrah"


Dua Teroris Ditembak Mati


Helda Pun Tinggalkan Kiosnya


TOKOH BANUA JENGUK SJACHRIEL DI TAHANAN (2-Habis)
"Penyumbatan Jantung Saya Kambuh"


Bupati Tolak Rapelan DPRD


FIKRAH - Utang


Muassasah Tuntut Konsul Haji


Tak Ada Masalah Dengan NKRI


Gedung HJ Djok Mentaya, Jl AS Musyaffa No16 Banjarmasin 70111 Phone: +62-511-3354370 Fax: +62-511-4366123