- Nasib penumpang belum jelas
- Tim SAR masih mencari black box
- Keluarga serbu Lanud Hasanuddin
Parepare, BPost
Penantian keluarga korban hilangnya pesawat Adam Air mulai berujung. Seorang nelayan
Parepare Sulawesi Selatan menemukan potongan ekor pesawat, Rabu (10/1) petang. Maskapai
Adam Air pun membenarkan potongan itu milik pesawatnya yang nahas.
Meski hingga malam tadi keberadaan dan kondisi penumpang belum diketahui, penemuan
puluhan serpihan bagian pesawat itu sedikit membuka misteri sepuluh hari bilangnya pesawat
jurusan Jakarta-Surabaya-Manado itu.
"Nelayan bernama Bakri itu menemukan ekor horisontal bagian kanan. Dia menemukan
di perairan sekitar 8 Km Selatan Parepare, 300 meter dari Pantai Lojie," kata
Koordinator Tim SAR, Marsekal Pertama Eddy Suyanto di Pangkalan Udara Hasanuddin,
Makassar, Kamis (11/1).
Untuk mengecek serpihan-serpihan itu, tim langsung memeriksa dan mencocokkan dengan
katalog jenis pesawat yang dilaporkan maskapai Adam Air. Hasilnya, part number ekor
yang tertera di potongan itu adalah 65C25746-76 atau sama dengan part number ekor
Adam Air yang hilang."Potongan itu biasa disebut tail horizontal stabilizer
sebelah kanan, panjangnya kurang lebih satu meter," kata Eddy.
Pengacara Adam Air, Ali Leonardi pun membenarkan serpihan itu milik pesawat dengan
nomor penerbangan KI-574 yang hilang sejak 1 Januari 2007 itu. "Itu memang milik
pesawat Adam Air yang mengalami kecelakaan. Namun kita belum bisa memastikan pesawat itu
meledak atau jatuh ke laut. Kita tunggu penyelidikan KNKT (Komisi Nasional Keselamatan
Transportasi)," ujarnya.
KNKT memang langsung turun tangan ke Parepare. "Tapi kita belum bisa membuat suatu
analisa," kata Ketua KNKT Setio Rahardjo.
Untuk mengungkap misteri Adam Air ini, KNKT masih mencari black box pesawat.
"Selama ini kami hanya meraba-raba karena black box-nya belum ditemukan,"
kilahnya.
Mengenai spekulasi pesawat meledak, Setio menyangkalnya. "Saya tidak berani
mengatakan pesawat itu meledak di udara. Kalau seandainya memang betul itu, KNKT
mundur," tegasnya.
Mantan Ketua Asosiasi Pilot, Ari Sapari pun menyatakan belum bisa memastikan
potongan-potongan itu dikarenakan pesawat meledak di udara atau karena impact
(benturan keras) dengan permukaan air.
"Memang ada kejadian pesawat yang meledak di udara di Inggris pada tahun delapan
puluhan. Tanpa ada pesan bahaya atau seruan mayday...mayday...dari pilot. Setelah
diselidiki itu karena diledakkan. Tapi saya belum bisa memastikan soal Adam Air ini.
Karena ledakan atau impact. Perlu penelitian lebih lanjut," ujarnya.
Potongan Lain
Menyikapi penemuan ini, Tim SAR pun langsung mengintensifkan pencarian di kawasan
perairan Sulsel. Hasilnya, potongan-potongan benda milik pesawat pun ditemukan di kawasan
dua pantai lain yakni Pantai Mallawa dan Pantai Kupa (perincian potongan lihat grafis).
Barang-barang itu ditemukan oleh warag setempat, Muzakkar, Hasrul,, Setya Himawan dan
Tamzil. "Kita memang memfokuskan pencarian di perairan Sulsel. Warga setempat pun
ikut aktif membantu," tegas Eddy Suyanto.
Selain potongan barang, juga ditemukan sebuah KTP atas nama Joharman Sinaga, warga
Kecamatan Gunung Sariulu, Balikpapan, Kaltim. Namun identitas ini tidak tercantum di dalam
manifest penumpang pesawat yang hilang.
Penemuan potongan-potongan ini kian memperkuat spekulasi pesawat itu jatuh ke laut.
"Dugaan sementara, pesawat jatuh ke laut, berdasarkan temuan di tiga titik,"
kata Kepala Penerangan Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) Tony Syaiful.
Tentang kemungkinan pesawat buatan 1989 itu jatuh di sebuah palung sekitar Pantai
Mallawa, ia mengatakan kemungkinan itu ada mengingat wilayah perairan di Selat Makassar
memang memiliki beberapa palung dengan kedalaman 1.050 hingga 3.000 meter. "Kami
sudah menginstruksikan KRI Fatahillah menyisir kembali wilayah di sekitar pantai-pantai
itu," tukas Tony.
Mamuju Berlanjut
Meski fokus pencarian beralih lokasi, penyisiran di perairan Mamuju, Sulawesi Barat
terus dilakukan. Kapal AS, USNS Mary Sears terus mendeteksi sinyal yang berasal dari tiga
titik logam. Sonar kapal itu menyampaikan sinyal terkuat berada di sekitar 19 mil laut
(35,18 kilometer) di kedalaman 1.700 meter, arah Barat Tanjung Rangas, Mamuju,
"Namun kita juga belum bisa memastikan logam bulat yang memancarkan sinyal itu
milik Adam Air. Semua masih memerlukan analisa mendalam," ujar Eddy Suyanto.
Pencarian lewat udara juga tetap dilakukan dengan menggunakan pesawat Boeing 737-200
Intai, Cassa, F-50, Nomad, dan helikopter, yang meliputi wilayah Selat Makassar, Palu,
Mamuju, Majene dan Tanatoraja.
Di Darat, ribuan personel gabungan juga masih menyisir sejumlah daerah, di antaranya
Kecamatan Lotta, Nuanga, Pasangkayu, Majene, Malunda, Sendana, Polewali, Luwu Utara,
Tanatoraja, termasuk Gunung Latimojong di Enrekang.
Kabar penemuan potongan ini membuat keluarga para korban menyerbu Posko SAR di Lanud
Hasanuddin. Setelah melihat sendiri potongan-potongan benda yang ditemukan, mereka ingin
mengetahui nasib para penumpang. Namun, harapan ini tidak mendapat jawaban karena hingga
malam tadi Tim SAR belum menemukan tanda-tanda keberadaan para penumpang,
Bak menjawab rasa penasaran ini, pakar forensik RS Cipto Mangoenkoesoemo, Munim
Idris mengatakan jika para penumpang tenggelam, kondisi fisiknya masih baik. "Asal
tidak dimakan ikan. Kenapa masih bagus? Karena air laut itu asin.
Bagaimana jika jenazah tersebut ditemukan di gunung? Kalau di gunung... ya
untung-untungan. Pada umumnya di permukaan tanah lebih gampang busuk dibanding terendam di
air," katanya.
Untuk mengidentifikasi jenazah (jika ditemukan), tim forensik pun perlu bantuan
keluarga. "Data forensik harus disesuaikan dengan data milik keluarga tentang korban.
Karena itu sebaiknya keluarga menyiapkan data apa pun tentang korban," ujar
Munim.
Untuk sementara Munim menduga pesawat meledak di udara. "Namun, harus
ditemukan dulu jenazah korban. Terbakar atau tidak," tandas Munim.
Keselamatan
Di depan para pemimpin media massa di Jakarta, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
kembali menegaskan penerbangan dengan tarif murah tetap harus nengutamakan keselamatan,
keamanan dan kenyamanan.
"Tarif murah memang membantu masyarakat. Namun, ketiga hal itu tetap wajib
diutamakan, tidak boleh diabaikan. Dan semua itu tetap harus dikelola dengan manajemen
yang profesional," tuturnya.
Menurut dia, banyak contoh di dunia ini, penerbangan tarif murah yang dikelola dengan
baik. Pengelolaan yang baik itu bisa mencegah dan meminimalkan kecelakaan.
Dengan tingginya kecelakaan penerbangan di Indonesia dalam beberapa tahun, Yudhoyono
bertekad membenahi sistem transportasi. "Mari kita benahi bersama. Saya berharap
dalam 3 bulan ke depan sistem transportasi bisa kita benahi," katanya. JBP/bec/why/amb/TT/dtc/tic/mtc/kcm