- Kereta api terperosok ke sungai
- Saling injak, 5 tewas
- Muhaimin: Sebaiknya Menhub mundur
Banyumas, BPost
Kecelakaan transportasi kembali mengguncang Indonesia. Kereta Api Ekonomi
Bengawan rute Solo (Stasiun Jebres)-Jakarta (Stasiun Pasar Tanah Abang), Selasa (16/1)
dinihari terperosok ke sungai sedalam 10 meter. Lima orang tewas dan ratusan luka-luka.
Peristiwa yang kian menambah daftar hitam dunia transportasi ini terjadi di kawasan
antara Desa Gunungluruh dengan Rancamaya, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Jawa
Tengah.
Gerbong keempat yang dijejali ratusan penumpang terjun ke Sungai Pager. Sedang gerbong
pertama, kedua dan ketiga tetap berada di rel karena terbawa lokomotif ke arah Jakarta.
Rangkaian gerbong kelima sampai duabelas tertinggal di seberang sungai sebelah selatan,
dan tergeletak di atas rel dalam posisi miring.
Mereka yang tewas dalam kecelakaan keempat di awal tahun ini adalah Hartono (38) asal
Sragen dan Sutarmi (60) asal Klaten yang mengembuskan napas terakhir di Unit Gawat Darurat
RSU Margono Soekarjo, Purwokerto.
Korban tewas lainnya adalah Bripka Sugiarto (22) asal Cirebon dan Dian Erika (3). Kedua
jenazah berada di RS Islam Purwokerto. Satu korban lagi dikenali bernama Sutrisno (48)
warga Kedawung, Sragen.
Menurut seorang korban, Arista, ketidakberesan sudah dirasakan penumpang sejak
meninggalkan Stasiun Jebres, Solo. "Saya terpaksa duduk di bawah karena tidak ada
tempat duduk yang tersisa. Namun, penumpang terus saja bertambah. Di setiap stasiun kecil,
banyak yang masuk. Semua berjejal. Lampu pun mati. Penumpang yang lewat menginjak-injak
yang duduk di bawah," tuturnya.
Setelah meninggalkan Stasiun Purwokerto, atau beberapa menit sebelum terguling,
penumpang merasakan guncangan keras. "Gerbongnya berguncang ke kiri dan kanan.
Barang-barang banyak yang berjatuhan. Banyak penumpang yang menyebut Asma Allah. Tiba-tiba
terdengar suara krakk....," ujar Arista.
Korban luka-luka sebagian besar menderita patah tulang. "Mereka banyak yang tidak
sadar dan patah tulang. Bahkan ada yang tangannya hampir putus," kata petugas medis
RSU Margono, Suparno.
Selasa sore, kereta nahas ini telah dievakuasi sehingga jalur selatan kereta api sudah
bisa dilewati kembali setelah sempat dialihkan ke jalur utara melalui Semarang dan Brebes,
Jateng. Para penumpang Kereta Bengawan pun dipindahkan ke Kereta Sawunggaling yang membawa
mereka ke Stasiun Gambir, Jakarta.
Mengenai penyebab kecelakaan, hingga malam tadi, PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan
Dephub belum memberikan penjelasan. Dirjen Perkereta-apian Dephub, Soemini Eko Saputra
hanya menegaskan kondisi kereta laik untuk beroperasi.
Jumlah penumpang pun masih dalam batas toleransi. "Sesuai ketentuan, jumlah
penumpang kelas ekonomi itu bisa lebih 50 persen dari penumpang yang duduk di kursi. Di
gerbong itu ada 106 kursi yang tiap kursi bisa diisi tiga orang," ujarnya.
Lalu penyebabnya apa? "Kami menyerahkan ke Komisi Nasional Keselamatan
Transportasi (KNKT) untuk menyelidiki kasus itu," kilahnya.
Didesak soal human error, Soemino pun membantah. "Di Stasiun Purwokerto,
seluruh kru diganti. Sehingga mereka dalam kondisi sehat untuk bekerja," tukasnya.
Kepala Stasiun Jebres Soeyatno menambahkan jumlah penumpang sebanyak 1.851 orang yang
diangkut dengan 12 rangkaian. Penumpang ini naik dari 15 stasiun setelah Jebres. "Di
stasiun kami hanya ada 411 penumpang. Ini sudah merupakan kenaikan karena hari biasanya
sekitar 270 orang," ungkapnya.
Temuan lain diungkapkan petugas Polsek Cilongok Aiptu Asmar yang berada di lokasi
sesaat setelah kejadian. Dia menyebutkan gerbong itu terguling karena roda asnya lepas
sehingga jatuh ke sungai dalam kondisi dangkal dan penuh batu. "Roda as-nya lepas.
Apalagi penumpangnya banyak sehingga terguling," ujarnya.
Kemarahan diperlihatkan Menhub Hatta Rajasa. Dengan keras dia meminta PT KAI diminta
memperbaiki manajemen pengelolaan, terutama terkait disiplin dan sense of safety
(peduli keselamatan).
"Mereka harus mengikuti aturan yang sudah ada. Sebaik apa pun regulasi, jika
kemudian regulator, operator dan masyarakat tidak mau disiplin, hasilnya sama saja. Kita
akan tindak tegas pihak yang bersalah," ancamnya.
Sebaliknya, Hatta dituntut mundur sebagai bentuk tanggungjawab oleh Wakil Ketua DPR
Muhaimin Iskandar. "Di luar negeri, kalau ada seperti ini menterinya mesti mundur.
Tetapi ini kan di Indonesia, kalau tidak dimundurkan oleh presiden ya tidak
bisa," katanya,
Terseret
KNKT pun bergerak cepat. Sebuah tim beranggotakan delapan orang yang dipimpin Wakil
Ketua KNKT M Yusuf langsung turun ke lokasi. "Tim masih bekerja di lapangan.
Kesimpulan sementara karena kondisi sarana dan prasarana yang tidak memadai. Kemungkinan
masalahnya di rel dan gerbongnya," kata Ketua KNKT Setio Raharjo.
Khusus untuk rel, juga ditemukan adanya jalur yang melengkung.
"Selain itu, gerbong itu sempat anjlok dan terseret puluhan meter. Tapi semua
masih dalam penelitian," ujarnya.
Pengamat transportasi Hendrowiyono menilai kecelakaan ini bukan kasuistis. Namun,
mengarah pada ketidakprofesionalan PT KAI.
Precheck operational dilakukan petugas PT KAI sendiri, padahal seharusnya pihak
ketiga, dalam hal ini Dephub.
Juga terjadi degradasi mutu alat produksi semisal rel menipis, sistem pengereman dari
enam menjadi lima, tidak berfungsinya sistem hidrolik. Khusus kasus Kereta Bengawan ini,
sekitar 600 meter sebelum sungai ada tikungan. Didorong oleh gaya sentrifugal, gaya tarik
keluar, menyebabkan roda tidak berpijak pada rel lagi sehingga jatuh ke sungai. JBP/amb/prs/dtc/mio/ant