- Tulang panggul di Kulambing
- Pesawat diyakini meledak
- Penumpang tak ada yang selamat
Makassar, BPost
Di tengah kesulitan Tim SAR mencari pesawat Adam Air berikut 102 penumpangnya
yang lenyap sejak 1 Januari 2007, seorang nelayan menemukan kepala manusia di kepulauan
Pangkep, Sulawesi Selatan, Rabu (17/1).
Kuat dugaan kepala manusia yang telah terpisah dari badan ini penumpang Adam Air.
Apalagi dalam kurun waktu yang hampir sama, warga dan nelayan di Pulau Kulambing, Pangkep,
menemukan jok kursi dari Adam Air dan potongan tulang panggul manusia dengan kulit masih
utuh.
Di bagian belakang jok kursi Adam Air, seperti yang tersedia dalam pesawat, ditemukan
buku petunjuk keselamatan penumpang. Tengara Adam Air meledak dan penumpang tak ada yang
selamat, sebagaimana yang dikemukakan Wapres Jusuf Kalla pun menguat.
Apalagi, dalam ilmu penerbangan aneka serpihan pesawat memberi petunjuk bahwa pesawat
meledak.
Satu kepala manusia yang ditemukan di Pulau Kulamping, Kecamatan Tupabbiring, Kabupaten
Pangkep, Sulsel itu ditemukan Ambo Taka, seorang nelayan setempat. Setelah dilaporkan
polisi, tengkorak manusia itu dikirimkan ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar untuk
identifikasi.
Hingga pukul 22.45 Wita, kepala temuan Ambo masih dalam pemeriksaan tim dokter di ruang
autopsi RS BHayangkara. Kasatreskrim Polres Pangkep Iptu Ricky Lesmana mengungkapkan, Ambo
Taka sore kemarin sedang mencari ikan menggunakan jala. Saat jala ditarik, tengkorak itu
ikut bersama beberapa serpihan yang diduga material lain pesawat Adam Air.
Secara fisis, kepala yang ditemukan Ambo sudah tak memiliki rahang bawah. Hampir
seluruh kulitnya terkelupas. Daging dan tulang tengkorak yang terlihat tampak pucat dan
sudah tanpa rambut dan mata. Penemuan kepala manusia ini dilaporkan ke Lanud Hasanuddin,
Makassar.
Beberapa polisi dari Polres Pangkep yang menemui Danlanud Marsekal Pertama Edy Suyanto
membawa serta serpihan dan kepingan pesawat Adam Air yang ditemukan di Pangkep, termasuk
buku keselamatan penerbangan turut diserahkan.
Temuan berharga yang lain adalah jok kursi dan potongan tulang panggul di Pangkep.
Bukti penting itu menurut Kapolres Pangkep AKBP Dwi Riyanto ditemukan berasama serpihan
plat baja berukuran 30 cm persegi di Pulau Kulamping, Pangkep sekitar pukul 16.00 Wita,
kemarin.
"Selain itu ada pula bagian organ yang diduga tulang panggul masih ada
kulitnya," jelas Dwi Riyanto.
Rabu kemarin warga juga menemukan tiga serpihan berukuran 1x1,5 meter persegi terbuat
dari fiber yang ditemukan di Pulau Panikiang. Di samping ketiga serpihan ini, ada juga jok
dan tatakan makan.
Dugaan Adam Air meledak dikuatkan temuan earphone yang diyakini milik pilot Adam
Air KI 574. Benda elektronik itu ditemukan di Kabupaten Pangkep, Sulsel juga. Bagian
penutup telinga dari headset itu berwarna merah terang.
Sedangkan, bagian yang menghubungkan kedua earphone warna hitam dengan tulisan
Bilson Comfort bernomor seri 2420EN352119920121 CE. "Barang itu telah diamankan
anggota Kodim 1405," kata Marsekal Pertama Eddy Suyanto, Search Manager Center (SMC)
Lanud Hasanuddin.
Hingga hari ke-17 kemarin, tercatat 111 serpihan yang teridentifikasi bagian dari Adam
Air yang lenyap, 1 Januari lalu. Mayoritas material yang ditemukan berupa serpihan meja
lipat sebanyak 45 unit dan serpihan bagian pesawat sebanyak 43 unit. Sisanya, aneka bagian
dari pesawat.
Dari 11 temuan tim gabungan Polres Barru dan Muspida Barru di perairan Pulau Panikiang,
rangka besi berikut sandaran jok pesawat menjadi bukti signifikan Adam Air meledak. Rangka
itu dalam kondisi ringsek dan penyok-penyok. Terdapat tulisan PN45782105 WOH354612 REV
D4310LFJ pada bagian belakang.
Mulai kemarin pun pencarian Adam Air difokuskan di seputar temuan KR Baruna Jaya IV
milik BPPT, yang mendeteksi sejumlah benda asing keras di perairan yang kedalamannya
mencapai lebih dari 150 meter.
"BPPT memprediksi kawasan ini merupakan muara sungai bawah laut yang membujur dari
Parepare hingga Barru," jelas Letkol Inf Pramudya AP, Dandim Parepare yang ditunjuk
sebagai Koordinator Tim encarian Adam Air.
Senin (15/1) lalu, BPPT mendeteksi temuan berupa benda asing berukuran 15,6x1,1x1 meter
kubik berbentuk simetris bulat lonjong dengan menggunakan alat site sonar scan pada
kedalaman 150 meter di perairan ini. Serpihan yang diduga berasal dari Adam Air semakin
banyak ditemukan di kawasan Perairan Barru dan Pangkep.
Sesuai dugaan Tim peneliti BPPT, banyaknya serpihan yang ditemukan itu terbawa arus
bawah laut dari prediksi lokasi jatuhnya pesawat di perairan Majene. Temuan demi temuan
serpihan pesawat itu mengarahkan Adam Air meledak berkeping-keping.
"Penyebab jatuhnya Adam Air dapat diketahui cukup dengan meneliti serpihan atau
potongan pesawat yang telah ditemukan itu. Dengan melihat serpihannya sebenarnya dapat
diketahui apakah jatuhnya pesawat karena ledakan atau hal lain," tutur M Soeparno,
mantan Direktur Utama Garuda Indonesia.
Sebelumnya, Setio Rahardjo, Ketua KNKT sempat melontarkan spekulasi Adam Air meledak,
setelah mendapat data satelit dari Singapura tentang lenyapnya Adam Air di Selat Makassar
dengan koordinat mirip ketika pesawat kehilangan kontak dengan pengatur lalu lintas udara
Bandara Hasanuddin Makassar.
Namun hingga kemarin, KNKT gagal menjelaskan kasus ini. Peralatan Towed Pinker Locater
(TPL) dari Amerika pun diusung ke Makassar. Piranti ini untuk memastikan logam yang
dideteksi kapal AS Mary Sears di perairan Majene. mio/dtc/kcm/ant