:: Kompas Cyber Media ::

[::] Portal Berita Daerah [::]

Metro Banjar • Serambi Ummah Spirit Kalsel • Diafragma • PASAR

Berita Cetak
HOME
Berita Utama

Nusantara
Banjarmasin Bungas
BISNIS
Sport Vaganza
Opini

Hot Line
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Kalimantan Tengah

Hiburan-Gaya Hidup
Internasional
Berita Kemarin
Info Data & Media
Banjarmasin Post
Susunan Redaksi

Pasang Iklan
Order Cetak
Berlangganan
Supporting By

Kamis, 18 Januari 2007 02:29


Kepala-Tulang Ditemukan

  • Tulang panggul di Kulambing
  • Pesawat diyakini meledak
  • Penumpang tak ada yang selamat

Makassar, BPost
Di tengah kesulitan Tim SAR mencari pesawat Adam Air berikut 102 penumpangnya yang lenyap sejak 1 Januari 2007, seorang nelayan menemukan kepala manusia di kepulauan Pangkep, Sulawesi Selatan, Rabu (17/1).

Kuat dugaan kepala manusia yang telah terpisah dari badan ini penumpang Adam Air. Apalagi dalam kurun waktu yang hampir sama, warga dan nelayan di Pulau Kulambing, Pangkep, menemukan jok kursi dari Adam Air dan potongan tulang panggul manusia dengan kulit masih utuh.

Di bagian belakang jok kursi Adam Air, seperti yang tersedia dalam pesawat, ditemukan buku petunjuk keselamatan penumpang. Tengara Adam Air meledak dan penumpang tak ada yang selamat, sebagaimana yang dikemukakan Wapres Jusuf Kalla pun menguat.

Apalagi, dalam ilmu penerbangan aneka serpihan pesawat memberi petunjuk bahwa pesawat meledak.

Satu kepala manusia yang ditemukan di Pulau Kulamping, Kecamatan Tupabbiring, Kabupaten Pangkep, Sulsel itu ditemukan Ambo Taka, seorang nelayan setempat. Setelah dilaporkan polisi, tengkorak manusia itu dikirimkan ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar untuk identifikasi.

Hingga pukul 22.45 Wita, kepala temuan Ambo masih dalam pemeriksaan tim dokter di ruang autopsi RS BHayangkara. Kasatreskrim Polres Pangkep Iptu Ricky Lesmana mengungkapkan, Ambo Taka sore kemarin sedang mencari ikan menggunakan jala. Saat jala ditarik, tengkorak itu ikut bersama beberapa serpihan yang diduga material lain pesawat Adam Air.

Secara fisis, kepala yang ditemukan Ambo sudah tak memiliki rahang bawah. Hampir seluruh kulitnya terkelupas. Daging dan tulang tengkorak yang terlihat tampak pucat dan sudah tanpa rambut dan mata. Penemuan kepala manusia ini dilaporkan ke Lanud Hasanuddin, Makassar.

Beberapa polisi dari Polres Pangkep yang menemui Danlanud Marsekal Pertama Edy Suyanto membawa serta serpihan dan kepingan pesawat Adam Air yang ditemukan di Pangkep, termasuk buku keselamatan penerbangan turut diserahkan.

Temuan berharga yang lain adalah jok kursi dan potongan tulang panggul di Pangkep. Bukti penting itu menurut Kapolres Pangkep AKBP Dwi Riyanto ditemukan berasama serpihan plat baja berukuran 30 cm persegi di Pulau Kulamping, Pangkep sekitar pukul 16.00 Wita, kemarin.

"Selain itu ada pula bagian organ yang diduga tulang panggul masih ada kulitnya," jelas Dwi Riyanto.

Rabu kemarin warga juga menemukan tiga serpihan berukuran 1x1,5 meter persegi terbuat dari fiber yang ditemukan di Pulau Panikiang. Di samping ketiga serpihan ini, ada juga jok dan tatakan makan.

Dugaan Adam Air meledak dikuatkan temuan earphone yang diyakini milik pilot Adam Air KI 574. Benda elektronik itu ditemukan di Kabupaten Pangkep, Sulsel juga. Bagian penutup telinga dari headset itu berwarna merah terang.

Sedangkan, bagian yang menghubungkan kedua earphone warna hitam dengan tulisan Bilson Comfort bernomor seri 2420EN352119920121 CE. "Barang itu telah diamankan anggota Kodim 1405," kata Marsekal Pertama Eddy Suyanto, Search Manager Center (SMC) Lanud Hasanuddin.

Hingga hari ke-17 kemarin, tercatat 111 serpihan yang teridentifikasi bagian dari Adam Air yang lenyap, 1 Januari lalu. Mayoritas material yang ditemukan berupa serpihan meja lipat sebanyak 45 unit dan serpihan bagian pesawat sebanyak 43 unit. Sisanya, aneka bagian dari pesawat.

Dari 11 temuan tim gabungan Polres Barru dan Muspida Barru di perairan Pulau Panikiang, rangka besi berikut sandaran jok pesawat menjadi bukti signifikan Adam Air meledak. Rangka itu dalam kondisi ringsek dan penyok-penyok. Terdapat tulisan PN45782105 WOH354612 REV D4310LFJ pada bagian belakang.

Mulai kemarin pun pencarian Adam Air difokuskan di seputar temuan KR Baruna Jaya IV milik BPPT, yang mendeteksi sejumlah benda asing keras di perairan yang kedalamannya mencapai lebih dari 150 meter.

"BPPT memprediksi kawasan ini merupakan muara sungai bawah laut yang membujur dari Parepare hingga Barru," jelas Letkol Inf Pramudya AP, Dandim Parepare yang ditunjuk sebagai Koordinator Tim encarian Adam Air.

Senin (15/1) lalu, BPPT mendeteksi temuan berupa benda asing berukuran 15,6x1,1x1 meter kubik berbentuk simetris bulat lonjong dengan menggunakan alat site sonar scan pada kedalaman 150 meter di perairan ini. Serpihan yang diduga berasal dari Adam Air semakin banyak ditemukan di kawasan Perairan Barru dan Pangkep.

Sesuai dugaan Tim peneliti BPPT, banyaknya serpihan yang ditemukan itu terbawa arus bawah laut dari prediksi lokasi jatuhnya pesawat di perairan Majene. Temuan demi temuan serpihan pesawat itu mengarahkan Adam Air meledak berkeping-keping.

"Penyebab jatuhnya Adam Air dapat diketahui cukup dengan meneliti serpihan atau potongan pesawat yang telah ditemukan itu. Dengan melihat serpihannya sebenarnya dapat diketahui apakah jatuhnya pesawat karena ledakan atau hal lain," tutur M Soeparno, mantan Direktur Utama Garuda Indonesia.

Sebelumnya, Setio Rahardjo, Ketua KNKT sempat melontarkan spekulasi Adam Air meledak, setelah mendapat data satelit dari Singapura tentang lenyapnya Adam Air di Selat Makassar dengan koordinat mirip ketika pesawat kehilangan kontak dengan pengatur lalu lintas udara Bandara Hasanuddin Makassar.

Namun hingga kemarin, KNKT gagal menjelaskan kasus ini. Peralatan Towed Pinker Locater (TPL) dari Amerika pun diusung ke Makassar. Piranti ini untuk memastikan logam yang dideteksi kapal AS Mary Sears di perairan Majene. mio/dtc/kcm/ant


Copyright © 2003 Banjarmasin Post

Berita Utama
Kepala-Tulang Ditemukan

Indonesia 2 vs 2 Singapura
Nasib Withe Di Ujung Tanduk


Makar, Tangkap!


MUI: Boleh Tapi Menyimpang


Ibu Menyusui Tertembak


Minta Tambah Penjara Anak


PASUTRI TUNA NETRA KORBAN KERETA BENGAWAN
"Mengapa Anakku Yang Meninggal...."


Hormati Perbedaan


Pemerintah Tetap Terapkan PP 37


Siap Hadang Yudhoyono


Februari, UU Pornografi Disahkan


Densus Buru 4 Guru Ponpes


Gedung HJ Djok Mentaya, Jl AS Musyaffa No16 Banjarmasin 70111 Phone: +62-511-3354370 Fax: +62-511-4366123