:: Kompas Cyber Media ::

[::] Portal Berita Daerah [::]

Metro Banjar • Serambi Ummah Spirit Kalsel • Diafragma • PASAR

Berita Cetak
HOME
Berita Utama

Nusantara
Banjarmasin Bungas
BISNIS
Sport Vaganza
Opini

Hot Line
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Kalimantan Tengah

Hiburan-Gaya Hidup
Internasional
Berita Kemarin
Info Data & Media
Banjarmasin Post
Susunan Redaksi

Pasang Iklan
Order Cetak
Berlangganan
Supporting By

Jumat, 19 Januari 2007 02:27


Adam Air Di Dasar Laut

  • Kepala-tulang bukan organ manusia
  • Pesawat turbulensi, menukik dan pecah
  • SAR sisir pulau tak berpenghuni

Jakarta, BPost
Asa yang sempat membuncah di hati keluarga korban Adam Air kembali redup. Ketidakpastian kembali menyelimuti mereka karena Tim SAR belum juga bisa mendeteksi keberadaan para penumpang dan kru pesawat yang raib itu.

Kegelisahan selama 18 hari inilah yang mendera Sumini (44), ibunda pramugari Ratih Sekarsari. Dia mengaku, harapan putrinya bisa diselamatkan sempat menguat dengan penemuan serpihan dan kepala serta tulang yang diduga tubuh penumpang pesawat yang nahas itu.

Apalagi pekan lalu, sang suami, Karyono (48) bermimpi anaknya pulang ke rumah. Sumini pun bermimpi ada sebuah helikopter mendarat di depan rumahnya di Grobogan, Jawa Tengah. Karena itu, mereka kian meyakini putri mereka akan selamat. "Tapi kini kami hanya bisa berdoa saja semoga Ratih selamat," tuturnya di Jakarta, kemarin

Ya, para keluarga korban hanya bisa mengharap adanya mukjizat dari Sang Pencipta. Pasalnnya, hingga kemarin, keberadaan badan pesawat berikut para penumpangnya belum juga diketahui. Tim SAR telah berupaya keras namun hasilnya tetap nihil.

Bahkan, dari hasil otopsi di RS Bhayangkara Makassar, kepala dan tulang yang ditemukan di Perairan Pangkep, Sulsel bukanlah tubuh manusia melainkan hewan. Karena itu, misteri penumpang Adam Air pun masih belum terkuak.

Menurut Koordinator Disaster Victim Indetification (DVI) Regional Timur dr Budyo Prasojo, ada beberapa tulang yang diperiksa yakni tulang tengkorak, dasar tulang panggul menyerupai ekor, kemaluan, dan bahu. Selain tulang, juga ada gumpalan daging.

Setelah diperiksa menggunakan rontgen photo dan radiologi, disimpulkan struktur susunan tulang-tulang itu tidak menyerupai manusia. "Ini binatang. Kalau bukan anjing, ya monyet," kata Budyo.

Tiga Skenario

Misteri juga masih membelit penyebab raibnya pesawat ini. Ketua Tim Investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Frans Wenas mengatakan ada tiga skenario yakni faktor ledakan, cuaca dan structure failure (gangguan struktur/alat-alat pengendali) pesawat.

Untuk skenario pertama adalah kemungkinan eksplosive atau ledakan. Penyebabnya bisa karena bahan peledak atau bahan-bahan lain yang ikut serta dalam pesawat. Skenario kedua adalah keadaan cuaca pada saat pesawat terbang, sedang buruk.

Keadaan ini menyebabkan pesawat tidak terbang pada posisi yang seharusnya, sehingga kehilangan kendali. Dan skenario ketiga adalah adanya structure failure pesawat ditambah faktor cuaca buruk. Struktur pesawat yang tidak kuat bisa menyebabkan terjadinya kecelakaan.

Pendapat lain dikemukakan Ketua KNKT Setio Rahardjo. "Kemungkinan karena terlepasnya struktur pesawat atau terjebak weather penetration (cuaca ekstrem)," katanya.

Dia menilai kecil kemungkinan pesawat itu meledak di udara. "Kalau meledak di udara, pasti sudah ada tebaran puing-puingnya. Tim investigasi AS pun sependapat dengan analisa ini," ujarnya.

Sedang kedua faktor lain menimbulkan dampak yang sama yakni pesawat menukik tajam ke bawah. Dari temuan-temuan yang ada selama ini, Adam Air itu dipastikan jatuh ke laut.

"Struktur yang copot itu mungkin sayapnya atau ekornya. Sedangkan analisa terjebak cuaca ektrem, itu karena ada bukti-bukti dari BMG (Badan Meteorologi dan Geofisika)," ujar Setio.

Namun, dia menolak memberikan penjelasan mengenai kemungkinan penyebab itu lebih rinci. "Tidak semua harus dibuka sekarang, ini masalah reputasi. Yang jelas ini belum kesimpulan," kilah Setio.

Spekulasi cuaca dan kerusakan struktur pesawat ini juga diamini Aminarno, anggota Dewan Kehormatan Asosiasi Pemandu Lalu Lintas Udara Indonesia (IAC TA). "Kita lihat dari tidak sempatnya pilot mengirim kode darurat. Dengan kecepatan turun minimal 3.500 kaki per menit, pilot bisa jadi panik atau pingsan. Terlebih jika turbulensi," katanya.

Dia juga meyakini Adam tidak meledak di udara. Buktinya, tak banyak serpihan yang tersebar di permukaan laut. Aminarno menduga pesawat meluncur hampir tegak lurus, menghunjam dan merobek laut lalu menancap di dasarnya. "Karena guncangan ombak selama 10 hari, beberapa bagian pesawat itu kini mulai lepas dan muncul ke permukaan," tuturnya,

Dengan asumsi pesawat itu terbang dengan kecepatan 727 kilometer per jam, badan Adam berada di perairan sebelah barat Sulawesi Selatan atau Sulawesi Barat. Radius kemungkinan jatuhnya berjarak sekitar 121 kilometer, berpusat pada titik menghilangnya pesawat dari radar.

Abdul Hadi Djamal, anggota Komisi Perhubungan DPR yang diberi unjuk rekaman percakapan pilot dengan Bandara Hasanuddin, punya informasi lain. Dia mengatakan rekaman menunjukan kecepatan pesawat saat itu mencapai 490 nautical mil per jam (setara 907,5 kilometer per jam). "Itu delapan menit sebelum hilang kontak," katanya.

Dia memperkirakan saat hilang kontak ketinggian pesawat berada di bawah 8000 kaki. "Di bawah ketinggian itu, radar tak bisa lagi mendeteksi," tegas Djamal.

Dugaan-dugaan itu memang masih belum bisa dipastikan kebenarannya. Paling tidak sampai kotak hitam (black box) ditemukan. "Semua akan terjawab jika kotak itu ditemukan. Karena itu kami memfokuskan diri mencari black box," tukas Setio.

Pulau Kosong

Untuk mengintensifkan pencarian, Tim SAR dibantu TNI merambah pulau-pulau di sekitar Selat Makassar terutama di Perairan Barru dan Parepare. Bahkan, mereka akan menginap di pulau-pulau yang tidak berpenghuni, untuk melihat setiap perkembangan di sekitar pulau tersebut.

Menurut Dandim 1405/Parepare Letkol Inf Pramudya AP. mereka akan mengobok-obok Pulau Putiangin, Pulau Baki, Pulau Panikiang, Pulau Sakuala, dan pulau-pulau lain. Kecuali Putiangin, pulau-pulau lainnya kosong alias tak berpenghuni. Serpihan yang ditemukan pun kian banyak. Hingga kemarin sudah terkumpul 146 serpihan. mio/tic/mtc/dtc/ant


Copyright © 2003 Banjarmasin Post

Berita Utama
Adam Air Di Dasar Laut

Dipaksa Terbang


Audit Radikal


Kesalahan Kebijakan


Anggota DPR Judi Di London


Yang Dapat Rumah Di Surga


DUBES KORSEL JAJAKI INVESTASI DI BANUA
Puji Rudy, Sedih Lihat Perkayuan


Hakim Tak Adil


Pemerintah Revisi PP 37


Wacana Pemekaran Kalbar Bergulir


Sjachriel Masuk Sel Lagi


Unggas Sah Diambil Paksa


Uji Materiil Hak TNI Kandas


Dilaporkan Ke KPK


Kunci Mobil Bersidik Jari


Gedung HJ Djok Mentaya, Jl AS Musyaffa No16 Banjarmasin 70111 Phone: +62-511-3354370 Fax: +62-511-4366123