:: Kompas Cyber Media ::

[::] Portal Berita Daerah [::]

Metro Banjar • Serambi Ummah Spirit Kalsel • Diafragma • PASAR

Berita Cetak
HOME
Berita Utama

Nusantara
Banjarmasin Bungas
BISNIS
Sport Vaganza
Opini

Hot Line
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Kalimantan Tengah

Hiburan-Gaya Hidup
Internasional
Berita Kemarin
Info Data & Media
Banjarmasin Post
Susunan Redaksi

Pasang Iklan
Order Cetak
Berlangganan
Supporting By

Selasa, 02 Januari 2007 02:31:20


Adam Air Jatuh

  • Terjerembab di Toraja, Sulsel
  • Radar Lanud terima sinyal emergensi
  • Nasib 96 penumpang tak diketahui
  • Rute Jakarta-Surabaya-Manado

Surabaya, BPost
Alam semesta makin menebar maut. Belum reda duka atas tragedi laut Mandalika yang menenggelamkan KM Senopati, Senin (1/1), pesawat Adam Air berpenumpang 96 orang dari Jakarta menuju Manado, terjerembab di Toraja.

Pesawat jenis Boeing 737-400 dengan nomor penerbangan KI 574 itu berada di kawasan Makale, Kabupaten Toraja, Sulawesi Selatan (Sulsel). Meski begitu, belum diketahui nasib 96 penumpang dan 6 awak pesawat. Dari 96 penumpang, 7 di antaranya anak-anak dan 4 Balita.

Posisi pesawat yang sempat dinyatakan hilang setelah transit dan lepas landas dari Bandara Juanda Surabaya pada pukul 12.59 WIB, diungkapkan karyawan Adam Air kepada para keluarga penumpang di Bandara Juanda Surabaya, Senin (1/1) tengah malam.

"Petugas Adam Air menyatakan, keberadaan pesawat telah diketahui, yakni di kawasan Makele, Toraja," tegas Eki Runeser, sepupu Benny Londong, penumpang Adam Air yang naas itu. Manajemen Adam Air hanya menyebutkan keberadaan pesawat, tapi tidak menjelaskan nasib penumpang.

"Mereka hanya mengatakan Tim SAR telah diterjunkan. Kalau Tim SAR diterjunkan, kan itu tanda tandanya gawat," tandas Eki. Para kerabat penumpang meyakini pesawat dari Jakarta tujuan Manado (transit Surabaya) itu mengalami kecelakaan.

Apalagi, radar Lanud Hasanuddin Makassar menerima Emergency Location Bagan (Elba) atau sinyal emergensi pukul 22.00 Wita. "Sinyal impact itu berarti kemungkinan besar pesawat jatuh," jelas Marsekal Pertama TNI Eddy Suyanto, Danlanud Hasanuddin, semalam.

Meski begitu, kemungkinan lain bisa terjadi. Misalnya, pendaratan darurat. Lanud menerima beberapa titik Elba. Dua titik muncul di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat pada posisi radial 330, 100 NM dan titik kedua pada 83 NM. Dua titik berikutnya muncul di Rantepao, Kabupaten Toraja, Sulsel pada radial 119 pada kedua titik tersebut.

Adam Air pun minta maaf atas kejadian yang menimpa pesawat bernomor penerbangan KI 574 jurusan Jakarta-Manado. Adam Air berjanji membuka posko dan saluran hotline bagi pencari informasi. "Kami minta maaf atas kejadian ini. Pesawat terakhir kontak dengan titik checkpoint Endong antara Surabaya dan Makassar pukul 14.53 Wita dan pukul 15.07 Wita hilang dari radar," ujar Kapten Hartono, Direktur Keselamatan dan Keamanan Adam Air.

Menurutnya, dalam tiga hari terakhir tak ada keluhan dari pilot tentang kondisi pesawat. Namun, faktor cuaca diduga kuat mempengaruhi penerbangan. "Dari foto satelit, Indonesia memang sedang tertutup awan," kata Hartono.

Adam Air membuka posko di Kantor Pusat Adam Air di Jl Kota Barat No 89 Kalideres, Jakarta Barat untuk keluarga penumpang yang mencari informasi. Adam Air juga membuka hotline dengan kontak Biro Hukum Adam Air Ali Leonardi di 0811 636193 dan Direktur Komersial Adam Air Bugi di 0812 2520909.

"Untuk keluarga bisa menghubungi keluarga untuk mencari informasi," tandasnya. Namun saat BPost mencoba menghubungi, kedua telepon tersebut mailbox. Pesawat Adam Air dipiloti RA Widodo dan co-pilot Yoga berangkat dari Bandara Juanda pukul 12.59 WIB dan dijadwalkan mendarat di Bandara Sam Ratulangi Manado pukul 15.14 Wita.

Namun, hingga semalam tiada kabar. Pilot Widodo sempat melakukan kontak dengan Menara Sultan Hassanudin Makassar sekitar pukul 15.07 Wita. "Pilot cuma mengabarkan ketinggian terbang dan menanyakan cuaca ke menara bandara di Makassar pada pukul 15.07 Wita," tutur Herman Moningka, Humas Perum Angkasa Pura Manado, kemarin petang.

TNI AL Sisir Laut

Posisi saat kehilangan kontak pesawat tersebut berada di ketinggian sekitar 35 ribu kaki (feet) pada posisi 85 mil Barat Laut Makassar.

Cuaca diduga penyebab hilangnya kontak Adam Air, karena komunikasi dengan menara mendadak terputus dan pesawat tak mendarat hingga semalam. Cuaca di Makassar memang sedang tidak bersahabat.

Saat ini Selat Makassar yang masih dalam kawasan perairan Masalembu pun sedang mengganas, laut bergelombang tinggi.

Satu kapal derek kontainer sempat terdampar di Pantai Tanjung Bayang, Makassar setelah dihantam gelombang setinggi empat meter yang merontokkan kemudi dan baling-baling kapal.

Di atas perairan Masalembu ini juga pesawat Adam Air diduga jatuh setelah kehilangan kontak. Pesawat dengan 96 penumpang dan 6 kru itu hanya memiliki bahan bakar untuk 4 jam terbang, sejak lepas landas dari Bandara Juanda Surabaya.

Ketika take off, pesawat dinyatakan dalam kondisi normal sehingga kemungkinan mengalami kecelakaan akibat cuaca buruk. "Kondisi pesawat saat start dari Surabaya sampai transfer komunikasi dengan Ujung Pandang masih normal," tutur Moelyono, Airport Duty Manager Juanda Surabaya. Usai take off, Bandara Juanda hanya memantau sampai 85 mil sejak lepas landas, selanjutnya diambil alih Bandara Sultan Hassanudin Makassar.

"Pantauan kami hanya 85 mil atau 15 menit setelah lepas landas dari bandara," kata Moelyono. Selepas jarak ini, pantauan jadi tanggungjawab Makassar. Beberapa bandara terdekat sempat dikonfirmasi, tapi hasilnya nihil. Di antaranya, bandara Gorontalo, Balikpapan, Palu dan Manado.

Kemampuan terbang pesawat hanya empat jam, sesuai jumlah bakar hanya yang tersedia. Dugaan celaka makin menguat, manakala Dirjen Perhubungan Udara yang mengontak semua pesawat yang sedang terbang, tak mendapat sinyal.

"Kalau ada pesawat hilang, kan biasanya ditangkap pesawat lain. Seperti sinyal yang terpancar," tegas Ikhsan, Dirjen Perhubungan Darat. dtc/mio/kcm


Copyright © 2003 Banjarmasin Post

Berita Utama
Adam Air Jatuh

Ajak Keluarga Pastikan Penumpang


Hampir Dimakan Ikan Besar


Urung Lakukan Nafar Tsani


Lahir Tanpa Perut


Dikeroyok Jamaah Haji


KELUARGA BESAR POLRES PONTIANAK BERDUKA
SMS Istri Prajurit Membawa Maut


Zaenal Ma’arif Temui Ba’asyir


Istri Noordin M Top Bebas


MMI Menyusup Ke Irak


DIPA 2007 Kalsel Diserahkan


Ferry Masih Diisolasi


Satu Desa Lagi Terendam Lumpur


Gedung HJ Djok Mentaya, Jl AS Musyaffa No16 Banjarmasin 70111 Phone: +62-511-3354370 Fax: +62-511-4366123