:: Kompas Cyber Media ::

[::] Portal Berita Daerah [::]

Metro Banjar • Serambi Ummah Spirit Kalsel • Diafragma • PASAR

Berita Cetak
HOME
Berita Utama

Nusantara
Banjarmasin Bungas
Pesona Muharram
BISNIS
Sport Vaganza
Opini

Hot Line
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Kalimantan Tengah

Hiburan-Gaya Hidup
Internasional
Berita Kemarin
Info Data & Media
Banjarmasin Post
Susunan Redaksi

Pasang Iklan
Order Cetak
Berlangganan
Supporting By

Sabtu, 20 Januari 2007 07:03


Orang Terkaya RI Manipulasi Pajak

  • Sukanto Tanoto diduga korupsi 2,1 T
  • Diperiksa selama 8 jam
  • DPR desak segera ditangkap

Jakarta, BPost
Kantor Asian Agri milik Sukanto Tanoto, digeledah aparat Dirjen Pajak selama 8 jam, Jumat (19). Orang tekaya di Indonesia itu diduga melakukan korupsi Wesel Ekspor Berjangka (WEB) di Unibank senilai Rp2,1 triliun.

Sekitar pukul 10.00 WIB, petugas Direktorat Jenderal Pajak mendatangi kantor anak perusahaan Raja Garuda Mas (RGM) itu di Jl Teluk Betung 31, Jakarta Pusat. Hingga pukul 17.45 WIB, petugas masih memeriksa dokumen pajak yang ada.

Ketua Penyidik dari Direktorat Jenderal Pajak, Kusmarsudi, menolak memberikan keterangan apa pun tentang tindakan aparat di bangunan 2 lantai berwarna krem tersebut. Namun Direktur Utama Asian Agri, Simeon Tarigan, mengakui adanya pemeriksaan dari petugas pajak, namun dikatakannya sebagai pemeriksaan rutin.

"Ini pemeriksaan rutin, biasa. Di Medan juga dilakukan hal yang sama. Ini tidak ada sangkut-pautnya dengan pemberitaan," ujarnya.

Dia membantah terjadi ribut-ribut di dalam gedung dengan petugas pajak. "Di dalam tidak ada ribut-ribut, semua pemeriksaan berjalan baik," katanya.

Pemerintah sendiri tidak mau ikut campur dalam kasus dugaan penggelapan pajak yang dilakukan Sukanto Tanoto tersebut. Penanganannya diserahkan ke institusi berwenang.

"Kasus penggelapan pajak sudah masuk pemeriksaan Ditjen Pajak dan KPK. Kita serahkan ke lembaga itu," ujar Wapres Jusuf Kalla usai Raker di Depnakertrans, Jakarta Selatan.

Kasus penggelapan pajak yang menyeret orang terkaya se-Indonesia versi majalah Forbes dengan kekayaan US$ 2,8 miliar--atau sekitar Rp25,5 triliun ini sebelumnya sempat membuat "marah" kalangan DPR.

Pasalnya, tim khusus untuk menyelidiki kasus tersebut tidak berjalan.

Padahal tim yang dipimpin Direktur III Brigjen Pol Indarto ini sudah dibentuk Agustus 2006 lalu.

"Jika polisi berhasil menangkap dia (Sukanto) itu prestasi yang cukup baik. Tapi jika tidak, akan menjadi pertanyaan besar. Ada apa ini kok tidak beres-beres," ujar anggota Komisi III DPR, Ahmad Fauzi.

Komisi III sendiri terus memantau jalannya pengusutan kasus ini. Mabes Polri telah diberikan tenggang waktu tertentu untuk menuntaskan kasus ini.

Utang Besar

Selain menjadi tersangka WEB Unibank, Sukanto juga diduga bermasalah dalam kasus kredit macet Bank Mandiri senilai Rp5,4 triliun. Kasus tersebut diselidiki Timtas Tipikor Kejaksaan.

Dalam kasus pembayaran kredit macet antara Bank Mandiri dengan pihak Sukanto Tanoto, sesuai keterangan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), kasus tersebut masuk kategori II (setengah lancar dalam proses pembayaran utang).

Namun ada dugaan lain, utang Komisaris Utama PT Raja Garuda Mas ini jauh melebihi jumlah tersebut.

Dia diduga memiliki utang sebesar 1.455 milyar dolar AS atau sekitar Rp 12 triliun. Utang sebesar itu, dihimpun oleh tiga perusahaan RGM yaitu PT Riau Andalan Pulp & Paper (RAPP), PT Riau Andalan Kertas (RAK), dan PT Riau Prima Energi (RPE).

Terkaya

Di kalangan bisnis, Sukanto Tanoto sangat terkenal. Bos Raja Garuda Mas yang kini bermukim di Singapura ini dinyatakan sebagai orang terkaya di Indonesia versi Majalah Forbes Asia. Mantan pemilik Unibank ini memiliki kekayaan hingga US$ 2,8 miliar atau sekitar Rp25,5 triliun.

Posisi kedua diduduki mantan pemilik PT HM Sampoerna Tbk, Putera Sampoerna, yang memiliki kekayaan US$ 2,1 miliar.

Di tempat ketiga orang diduduki oleh bos Sinar Mas Group, Eka Tjipta Widjaja, dengan kekayaan sekitar US$ 2 miliar.

Sedangkan keempat hingga kesepuluh ditempati Rahman Halim (US$ 1,8 miliar), R Budi Hartono (US$ 1,4 miliar), Aburizal Bakrie (US$ 1,2 miliar), Eddy Katuari (US$ 1 miliar), Trihatma Haliman (US$ 900 juta), Arifin Panigoro (US$ 815 juta), dan Liem Sioe Liong (US$ 800 juta). dtc


Copyright © 2003 Banjarmasin Post

Berita Utama
Orang Terkaya RI Manipulasi Pajak

Modus Fiktif Si Raja Sawit


Negara Islam Tertinggal


Flu Burung Bisa Lewat Lalat


Cech Comeback


Kisah Spiritual Jamaah Haji Barabai
Diinjak Dan Terlempar Dari Lokasi Sai


Hanya Ngopi Dan Makan


Pecah Bagai Botol


Topan Renggut 29 Warga Eropa


"AS-Israel Tak Berani Serang Iran"


TV AS Diprotes Jelekkan Muslim


19 Tahun Jadi Tarzan Wanita


4 Tewas Di Menara UEA


Bukan Tewas Diracun


Gedung HJ Djok Mentaya, Jl AS Musyaffa No16 Banjarmasin 70111 Phone: +62-511-3354370 Fax: +62-511-4366123