Jakarta, BPost
Kantor Asian Agri milik Sukanto Tanoto, digeledah aparat Dirjen Pajak selama 8 jam, Jumat
(19). Orang tekaya di Indonesia itu diduga melakukan korupsi Wesel Ekspor Berjangka (WEB)
di Unibank senilai Rp2,1 triliun.

Sekitar pukul 10.00 WIB, petugas Direktorat Jenderal Pajak mendatangi kantor anak
perusahaan Raja Garuda Mas (RGM) itu di Jl Teluk Betung 31, Jakarta Pusat. Hingga pukul
17.45 WIB, petugas masih memeriksa dokumen pajak yang ada.
Ketua Penyidik dari Direktorat Jenderal Pajak, Kusmarsudi, menolak memberikan
keterangan apa pun tentang tindakan aparat di bangunan 2 lantai berwarna krem tersebut.
Namun Direktur Utama Asian Agri, Simeon Tarigan, mengakui adanya pemeriksaan dari petugas
pajak, namun dikatakannya sebagai pemeriksaan rutin.
"Ini pemeriksaan rutin, biasa. Di Medan juga dilakukan hal yang sama. Ini tidak
ada sangkut-pautnya dengan pemberitaan," ujarnya.
Dia membantah terjadi ribut-ribut di dalam gedung dengan petugas pajak. "Di dalam
tidak ada ribut-ribut, semua pemeriksaan berjalan baik," katanya.
Pemerintah sendiri tidak mau ikut campur dalam kasus dugaan penggelapan pajak yang
dilakukan Sukanto Tanoto tersebut. Penanganannya diserahkan ke institusi berwenang.
"Kasus penggelapan pajak sudah masuk pemeriksaan Ditjen Pajak dan KPK. Kita
serahkan ke lembaga itu," ujar Wapres Jusuf Kalla usai Raker di Depnakertrans,
Jakarta Selatan.
Kasus penggelapan pajak yang menyeret orang terkaya se-Indonesia versi majalah Forbes
dengan kekayaan US$ 2,8 miliar--atau sekitar Rp25,5 triliun ini sebelumnya sempat membuat
"marah" kalangan DPR.
Pasalnya, tim khusus untuk menyelidiki kasus tersebut tidak berjalan.
Padahal tim yang dipimpin Direktur III Brigjen Pol Indarto ini sudah dibentuk Agustus
2006 lalu.
"Jika polisi berhasil menangkap dia (Sukanto) itu prestasi yang cukup baik. Tapi
jika tidak, akan menjadi pertanyaan besar. Ada apa ini kok tidak beres-beres,"
ujar anggota Komisi III DPR, Ahmad Fauzi.
Komisi III sendiri terus memantau jalannya pengusutan kasus ini. Mabes Polri telah
diberikan tenggang waktu tertentu untuk menuntaskan kasus ini.
Utang Besar
Selain menjadi tersangka WEB Unibank, Sukanto juga diduga bermasalah dalam kasus kredit
macet Bank Mandiri senilai Rp5,4 triliun. Kasus tersebut diselidiki Timtas Tipikor
Kejaksaan.
Dalam kasus pembayaran kredit macet antara Bank Mandiri dengan pihak Sukanto Tanoto,
sesuai keterangan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), kasus tersebut masuk kategori II
(setengah lancar dalam proses pembayaran utang).
Namun ada dugaan lain, utang Komisaris Utama PT Raja Garuda Mas ini jauh melebihi
jumlah tersebut.
Dia diduga memiliki utang sebesar 1.455 milyar dolar AS atau sekitar Rp 12 triliun.
Utang sebesar itu, dihimpun oleh tiga perusahaan RGM yaitu PT Riau Andalan Pulp &
Paper (RAPP), PT Riau Andalan Kertas (RAK), dan PT Riau Prima Energi (RPE).
Terkaya
Di kalangan bisnis, Sukanto Tanoto sangat terkenal. Bos Raja Garuda Mas yang kini
bermukim di Singapura ini dinyatakan sebagai orang terkaya di Indonesia versi Majalah
Forbes Asia. Mantan pemilik Unibank ini memiliki kekayaan hingga US$ 2,8 miliar atau
sekitar Rp25,5 triliun.
Posisi kedua diduduki mantan pemilik PT HM Sampoerna Tbk, Putera Sampoerna, yang
memiliki kekayaan US$ 2,1 miliar.
Di tempat ketiga orang diduduki oleh bos Sinar Mas Group, Eka Tjipta Widjaja, dengan
kekayaan sekitar US$ 2 miliar.
Sedangkan keempat hingga kesepuluh ditempati Rahman Halim (US$ 1,8 miliar), R Budi
Hartono (US$ 1,4 miliar), Aburizal Bakrie (US$ 1,2 miliar), Eddy Katuari (US$ 1 miliar),
Trihatma Haliman (US$ 900 juta), Arifin Panigoro (US$ 815 juta), dan Liem Sioe Liong (US$
800 juta). dtc