:: Kompas Cyber Media ::

[::] Portal Berita Daerah [::]

Metro Banjar • Serambi Ummah • Diafragma • PASAR

Berita Cetak
MAIN PAGE
Berita Utama
FEMALE
Nusantara
B O R N E O
Trans Kalimantan
Banjarmasin Bungas

Persona
Olahraga
Ragam
Internasional
Berita Kemarin
Info Data & Media
Banjarmasin Post
Susunan Redaksi

Pasang Iklan
Order Cetak
Berlangganan
Supporting By

Minggu, 21 Januari 2007 03:18


Jangan Mudah Copot Pejabat

  • Yudhoyono serang balik pengritiknya
  • Hariman peralat Try Sutrisno
  • Rapimnas PD bahas kelompok antipemerintah

Jakarta, BPost
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyerang balik para pengritiknya. Dia mengingatkan mereka agar tidak semaunya menuntut penggantian para pejabat pemerintah, terutama pejabat yang dipilih secara langsung oleh rakyat.

Yudhoyono menegaskan jika semua orang bebas meminta presiden, gubernur dan walikota/bupati berhenti di tengah masa tugasnya, stabilitas politik menjadi tidak kondusif. Kinerja mereka pun akan terganggu.

"Kalau bupati yang dipilih rakyat jangan diganti setiap tahun. Demikian juga gubernur. Juga berlaku bagi yang di tingkat nasional (presiden). Kalau tiap tahun pemimpin dijatuhkan, bagaimana dia bisa membangun?" katanya di sela-sela Silaturahmi Nasional Partai Bintang Reformasi (PBR) di Jakarta, Sabtu (20/1).

Sebaliknya, para pejabat pemerintah, terutama yang dipilih rakyat melalui Pemilu atau Pilkada dimintanya belajar menahan diri, sehingga keadaan menjadi tidak kacau.

Semua ini dikemukakan Yudhoyono menanggapi berbagai reaksi terhadap pemerintahannya yang antara lain dimotori tokoh Malari (malapetaka 15 Januari) 1974, Hariman Siregar terus mengampanyekan gerakan cabut mandat pemerintahan Yudhoyono-Kalla. "Saya mengajak mereka bersama-sama lebih kompak mengatasi masalah," katanya.

Pria asal Pacitan, Jawa Timur ini mengaku pascademo yang digelar Hariman cs, dirinya menerima banyak surat, telepon dan SMS yang mendesak agar mengambil tindakan tegas.

"Persoalannya bukan saya takut atau tidak takut. Tapi kalau setiap saat saya memberikan reaksi maka keadaan akan menjadi lebih rumit dan rawan. Saya mempertimbangkan dengan seksama apakah kalau saya mengeluarkan statement, itu membawa kebaikan atau tidak bagi rakyat," kata Yudhoyono.

Kian mempertegas pernyataannya itu, Yudhoyono juga mengatakan demokrasi yang sedang tumbuh dan berkembang di Indonesia memerlukan kepatuhan pada konstitusi dan kesabaran. "Tidak ada pemerintah yang sempurna. Masih ada hal-hal yang belum dicapai oleh pemerintah. Ada kekurangan yang menjadi pekerjaan rumah kita bersama," ujarnya.

Meski demikian bukan berarti Yudhoyono antikritik. "Kritik keras itu ibarat pil yang pahit. Jika dalam dosis yang tepat, pil yang pahit justru membuat badan semakin sehat. Jangan kita mundur ke belakang dengan coreng-moreng kembali. Malu kita kepada diri sendiri, kepada dunia, dan kepada Allah. Berpegang pada kebebasan, toleransi, dan aturan hukum, segaduh apapun demokrasi kita, kita akan selamat," ujarnya.

Peralat

Langkah Hariman menuai banyak kecaman. Ketua Umum Forum Aksi Studi Demokrasi (Fosad), Faisal Riza Rahmat menilai Hariman telah memperalat sejumlah tokoh nasional, seperti mantan Wapres Try Sutrisno.

"Hariman adalah orang yang masuk dalam daftar black list, sakit, dan frustrasi berat. Mestinya sebagai warga bangsa berjuang memperkuat pemerintahan yang ada, membela bangsa dan negaranya, dan bukan memperkeruh suasana dengan memperalat tokoh-tokoh senior," katanya.

Menurut Faizal, Hariman dan Egi Sudjana adalah orang-orang yang bermasalah dan menyeret-nyeret serta memanfaatkan keberadaan orang lain untuk kepentingan politiknya. "Saya paham betul, Hariman memperalat mantan Wapres Try Sutrisno untuk kepentingan politiknya, untuk menggulingkan presiden dan atau paling sedikit agar diakomodir oleh presiden menjadi pembantunya," katanya.

Dibahas Rapimnas

Partai penyokong Yudhoyono, Partai Demokrat (PD) bahkan menjadikan gerakan Hariman cs itu sebagai pembahasan dalam Rapimnas yang dimulai hari ini. "Selain membahas masalah internal partai, kami juga akan membahas masalah eksternal. Mulai dari bermunculannya parpol baru dan sikap partai oposisi, hingga gerakan cabut mandat dan lain-lain," kata Ketua Umum DPP PD, Hadi Utomo.

Menurut ipar Yudhoyono ini, gerakan cabut mandat merupakan gerakan inkonstitusional. "Itu akan dibahas karena Pak Yudhoyono itu kan Ketua Dewan Pembina kita," tegas Hadi.

Menyinggung adanya gerakan lain seperti Dewan Revolusi yang menyeret-seret mantan KSAD Tyasno Sudarto, Hadi menegaskan Yudhoyono tidak panik menanggapinya.

Dia menyangkal pertemuan para purnawirawan dengan Menkopolkam Widodo AS dan Kepala Badan Intelejen Negara (BIN) Syamsir Siregar adalah bentuk kepanikan Yudhoyono. "Karena yang mau ketemu orang-orang jenderal, jadi yang datang harus dari lingkungan itu juga biar proses komunikasinya nyambung," kata Hadi.

Tokoh Muhammadiyah, Muslim Abdurrahman yang ikut dalam aksi Hariman cs menyangkal mereka ingin menggulingkan pemerintah. Aksi yang mereka lakukan lebih bertujuan memberikan pendidikan politik kepada masyarakat tentang kondisi negara yang makin buruk.

"Presiden bisa menyanyi, bersolek sepanjang lima tahun. Tapi,kita juga berhak mengingatkan bahwa setelah Pemilu, rakyat masih punya hak untuk berekspresi. Salah satunya adalah dengan cara turun ke jalan. Saat kita punya hak memberikan mandat kepada pemerintah, maka kita juga punya hak mencabut mandat itu," tegasnya. dtc/kcm/ant

Copyright © 2003 Banjarmasin Post


Berita Utama
Jangan Mudah Copot Pejabat

4 Menteri Diawasi


Inter vs Fiorentina
Patahkan Rekor


Black Box Ditemukan


Disambar Petir Saat Panen


Coba Gugah Nurani Bangsa


MAKAN BERSAMA 1.000 TUKANG BECAK BANJARMASIN
Anak-Istri Pun Diboyong


Bos Abu Sayyaf Dipastikan Tewas


Peternak Ayam Rugi Rp90 M


Kyrill Renggut 40 Orang


Praktikkan Syariat Islam


Pinggul TKW Cicih Remuk


Erwin Pelesir Ke Luar Negeri


Al Zaytun Bantah Dirikan NII


Dirut Jamsostek Dinonaktifkan


Gedung HJ Djok Mentaya, Jl AS Musyaffa No16 Banjarmasin 70111 Phone: +62-511-3354370 Fax: +62-511-4366123