:: Kompas Cyber Media ::

[::] Portal Berita Daerah [::]

Metro Banjar • Serambi Ummah Spirit Kalsel • Diafragma • PASAR

Berita Cetak
HOME
Berita Utama

Nusantara
Banjarmasin Bungas
BISNIS
Sport Vaganza
Opini

Hot Line
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Kalimantan Tengah

Hiburan-Gaya Hidup
Internasional
Berita Kemarin
Info Data & Media
Banjarmasin Post
Susunan Redaksi

Pasang Iklan
Order Cetak
Berlangganan
Supporting By

Selasa, 23 Januari 2007 04:42


10 Teroris Ditembak Mati

  • Tanah Runtuh Poso diserbu polisi
  • 25 Ditangkap, 2 di antaranya DPO
  • Presiden minta tegakkan hukum

Palu, BPost
Poso membara lagi. Satu polisi dan 10 warga tewas dalam baku tembak antara pasukan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror dengan kelompok sipil militan. Presiden pun langsung meminta Menkopolhukam Widodo AS menegakkan hukum di sana.

Klik untuk memperbesar grafisDua hari sebelum kejadian ini terjadi, Wapres Jusuf Kalla sudah meminta kepada polisi untuk memahami kultur masyarakat Poso dalam memburu buronan tersangka kerusuhan Poso. Tujuannya, agar langkah yang diambil polisi tidak menyebabkan bentrokan dengan masyarakat.

"Polisi itu kan selalu menjalankan penegakan hukum, walau bagaimanapun sulitnya, polisi harus banyak memahami masyarakat," kata Kalla, di Gedung Negara Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (20/1) lalu.

Tapi rupanya situasi berbicara lain. Senin (22/1) pagi, aparat Densus 88 dengan senjata lengkap turun ke Kelurahan Tanah Runtuh, Poso guna memburu warga sipil militan yang diduga merupakan jaringan teroris.

Ketika polisi menggerebek beberapa rumah, warga melakukan perlawanan. Kelompok warga itu rata-rata mengenakan sarung. Ternyata, sarung itulah yang digunakan untuk menyembunyikan senjata M-16 dan AK-47.

Kelompok warga itu diketahui memiliki senjata setelah polisi memberikan tembakan peringatan. Tembakan ke udara itu tak dihiraukan. Bahkan mereka membalas tembakan ke arah polisi. Saat itulah terjadi baku tembak dan saling kejar.

Akibatnya, 10 warga tewas. Diduga mereka sebagai jaringan Mujahidin Kayamanya Tanah Runtuh. Para korban tewas itu adalah Firmansyah alias Firman, Om Gam, Idrus Asapa, Ustad Mahmud, Humah, Andreas alias Mohammad Sapri, Aprianto, Toto, Yusuf.

Sedangkan dari pihak polisi tiga orang mengalami luka tembak dan satu tewas, yakni Brigadir Satu Polisi Roni Iskandar, personel BKO dari Brimo Kelapa Dua, Depok.

Tiga polisi yang mengalami luka tembak yaitu Ipda Muslihan yang tertembak paha kirinya di Jalan Pulau Irian, Bripda I Wayan Pandi tertembak di bagian pinggul di Jalan Pulau Madura dan Bripda Wahid tertembak di perut kiri di daerah Tanah Runtuh.

Sementara korban yang cedera karena mengalami luka tembak, antara lain Kusno (pedagang bakso), Paijo (tukang ojek motor).

Mabes Polri menyatakan, tidak ada warga sipil yang tewas dalam baku tembak itu. "Kami tidak akan menutup-nutupi, jika memang ada korban dari sipil," kata Kadivhumas Mabes Polri Irjen Sisno Adi Winoto.

Selain menawaskan sembilan warga sipil bersenjata, polisi juga menangkap 25 tersangka yang diduga kuat terkait dengan 29 nama DPO Poso yang masih diburu. Sebanyak 25 orang itu masih diperiksa Polda Sulteng.

"Kami belum bisa menyebutkan identitas 13 tersangka itu. Apakah mereka terkait dengan DPO yang diburu, atau masyarakat yang mendukung kelompok kriminal bersenjata, masih dalam pemeriksaan," ujar Sisno.

"Tapi siapa pun dia, dia termasuk tersangka dalam kelompok kriminal bersenjata. Mereka patut diduga melakukan tindak pidana karena kepemilikan senjata," lanjut Sisno.

Kapolda Sulteng Brigjen Badrodin Haiti menambahkan, dari penggerebekkan itu polisi menyita puluhan bom, 12 senjata api, ribuan peluru, belasan panah dan puluhan anak panah dan bahan pembuat bom berupa potasium klorat sebanyak lima kilogram.

Menyinggung mereka yang ditangkap, Badrodin diantara yang tertangkap tersebut ada dua nama tersangka teroris yang masuk dalam 29 nama daftar buronan, yakni Wiwin dan Tugiran.

"Dari 29 nama DPO, sudah 12 tertangkap. Sisanya, 17 orang masih dicari," ujarnya.

Hukum

Terjadinya penggerebekan berdarah tersebut sangat disesalkan oleh Gubernur Sulteng H Bandjela Paliudju. "Saya sangat menyesalkan tindakan represif yang dilakukan oleh aparat. Saya kira masih ada cara lain yang bisa dilakukan (polisi) seperti mengintesifkan pendekatan persuasif untuk menghindari jatuhnya korban baik dari kalangan aparat maupun warga sipil," ujar purnawirawan Mayjen TNI-AD ini.

Untuk menghindari korban jiwa yang lebih banyak lagi, Paliudju mengimbau sebagian warga Poso yang selama ini terkesan "melindungi" para DPO menyerahkan mereka kepada petugas berwajib.

"Kasihan masyarakat di Poso. Mereka sudah lama merindukan kedamaian pasca kerusuhan beberapa waktu lalu, tapi kini kembali berada dalam suasana ketakutan yang tak menentu dan kapan berakhir," ujar dia.

Bandjela Paliudju mengaku sudah melaporkan kejadian ini kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Menyikapi laporan itu, Presiden Yudhoyono langsung meminta Menkopolhukam Widodo AS menegakkan hukum di sana. "Tadi Presiden memberikan arahan pokoknya hukum harus ditegakkan di Poso," ujar juru bicara kepresidenan Andi Mallarangeng.

Andi menjelaskan belum ada rencana Presiden memanggil pejabat-pejabat terkait yang bertanggung jawab atas keamanan di Poso.

"Belum ada. Presiden tadi kan sudah terima laporan dari Menkopolhukam. Beliau mengarahkan agar tindakan di Poso harus sesuai hukum," tandas Andi.

Penegakan hukum di Poso ini diamini oleh Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR RI, Sutan Bathoegana.

"Jangan pandang bulu, semuanya harus tunduk terhadap hukum. Makanya, tidak bisa ditolerir mereka (orang sipil) yang bersenjata, siapapun dia," ujarnya.

Saat terjadi baku tembak itu, aktivitas di Pasar Sentral Poso terhenti total. Pedagang memilih pulang lebih awal untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Para pegawai negeri sipil juga pulang ke rumah lebih awal karena alasan yang sama. Sementara anak-anak sekolah juga menghentikan proses belajar-mengajar. Murid-murid SD kebanyakan dijemput orangtuanya di sekolah.

Baku tembak mereda sekitar pukul 18.30 wita, bersamaan dengan berkumandangnya azan magrib. Untuk menghidari hal-hal yang tidak diinginkan angkutan umum diminta tidak beroperasi malam ini.

Sejumlah angkutan umum yang dilarang beroperasi, antara lain angkutan umum trayek Luwuk-Palu-Poso, Poso-Morowali-Tentena, dan Poso-Palu. Angkutan umum dari Makassar yang melewati Poso juga dilarang beroperasi.

Korban

Bripda Roni Iskandar (23) adalah salah seorang polisi yang tewas dalam insiden di Tanah Runtuh, Poso Kota itu. Anggota Brimob Pelopor yang diperbantukan ke Densus 88 itu tertembak di mata kirinya.

Jenazah Bripda, Senin (22/1), sudah dievakusi ke RS Bhayangkara Palu. Rencananya, jenazah diterbangkan ke Jakarta, Selasa (23/1) untuk dimakamkan.

Di RS Bhayangkara Palu, jenazah Ronny langsung dimasukkan ke kamar jenazah untuk kepentingan otopsi. Sementara itu, Inspektur Dua (Ipda) Maslikan, anggota Detasemen Khusus 88 Mabes Polri yang tertembak di bagian paha kaki kiri masih menjalani perawatan di RS Bhayangkara Palu.

Kondisi Maslikan sudah mulai membaik setelah menjalani perawatan sekitar empat jam.

Sedangkan jenazah Firman dan Om Gam, dua warga yang tewas, dijemput anggota keluarga masing-masing dari RSUD Poso. Firman dijemput pada Senin sore dan dibawa ke rumahnya di Jalan Pulau Sabang Kelurahan Kayamanya, Poso Kota. Selepas Magrib, jenazah siswa Madrasah Tsanawiah Negeri Poso yang mengalami luka tembak di bagian perut ini dikebumikan di belakang rumah neneknya di wilayah Kayamanya.

Sementara Om Gam, disemayamkan di rumah duka di Jalan Monginsidi Keluruhan Bonesompe, kota Poso. dtc/ant/rpo/tt


Copyright © 2003 Banjarmasin Post

Berita Utama
10 Teroris Ditembak Mati

Teriakkan Sabilillah


Desak Perbankan Bela Yang Lemah


Jusuf Kalla Di Mata Pengusaha Banjar
Membawa Angin Segar


2 WNI Dibom Di Srilanka


Kedatangan Molor 12 Jam


Kompleks Menteri Tak Terusik Flu Burung
Merpati Dan Elang Kesukaan MS Ka’ban


Parpol Dapat Beramal Saleh


Pasal Krusial Pemilu Disepakati


Ban Air Asia Pecah


Jaksa Penuntut Soeharto Meninggal


Gugatan Tommy Digelar Hari Ini


Sehari 25 Tentara AS Tewas


HOTLINE DARURAT NEW YORK
Terima Foto HP Tangkap Penjahat


Gedung HJ Djok Mentaya, Jl AS Musyaffa No16 Banjarmasin 70111 Phone: +62-511-3354370 Fax: +62-511-4366123