:: Kompas Cyber Media ::

[::] Portal Berita Daerah [::]

Metro Banjar • Serambi Ummah Spirit Kalsel • Diafragma • PASAR

Berita Cetak
HOME
Berita Utama

Nusantara
Banjarmasin Bungas
BISNIS
Sport Vaganza
Opini

Hot Line
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Kalimantan Tengah

Hiburan-Gaya Hidup
Internasional
Berita Kemarin
Info Data & Media
Banjarmasin Post
Susunan Redaksi

Pasang Iklan
Order Cetak
Berlangganan
Supporting By

Rabu, 03 Januari 2007 02:25:44


Adam Air Misterius

  • Diisukan tabrak gunung dan 90 tewas
  • Keluarga korban merasa dipermainkan
  • Pencarian dialihkan ke Tanatoraja dan Majene

Jakarta, BPost
Nasib 96 penumpang Boeing 737-400 milik Adam Air masih belum diketahui. Hingga malam tadi, tim penolong belum menemukan tanda-tanda adanya pesawat yang jatuh di Sulawesi Barat.

Belum ditemukannya penumpang dan bangkai pesawat yang melayani rute Jakarta-Surabaya-Manado ini sangat mengecewakan para keluarga korban, baik di Manado, Surabaya dan Jakarta maupun 15 keluarga korban yang sudah berada di Makassar.

Kecewaan ini bertambah lagi dengan beredar informasi yang sudah menyebutkan bangkai pesawat ditemukan di Desa Rangoan Kecamatan Matanga, Kabupaten Polman, Sulawesi Barat, yang disampaikan Kepala Polwil Parepare Komisaris Besar Genot Haryanto dan Komandan Lanud Hasanuddin Marsekal Pertama Eddy Suyatno, Selasa (2/1).

Mereka mengatakan, kondisi pesawat Adam Air dengan nomor penerbangan KI 574 hancur setelah menabrak pegunungan di desa tersebut.

"Pesawat tersebut total lost. Jadi tidak dapat digunakan karena hancur. Tapi saya belum tahu kondisinya karena belum melihat gambarnya," kata Eddy.

Keterangan Eddy itu diperkuat dengan pernyataan Tim SAR yang sudah menemukan 90 jenazah dari 102 penumpang dan awak pesawat Boeing 737-400 milik Adam Air.

"Jenazah belum bisa dievakuasi dan masih tergeletak di tempat kejadian, sementara badan pesawat dilaporkan hancur berkeping-keping," ujar staf operasi Badan SAR Nasional Suyatno.

Namun, kenyataan ketika dicek, kabar itu tidak benar, Merasa dipermainkan dengan berita bohong itu, keluarga korban pun mengecam pemerintah dan Adam Air. "Perasaan kita berkecamuk, ternyata itu kabarnya tidak benar," keluh Delvi, seorang keluarga korban.

Delvi meminta pemerintah melakukan check and recheck sebelum mengeluarkan pernyataan.

Delvi juga kecewa dengan maskapai Adam Air yang dinilai tidak bertanggung jawab. Menurut pendeta gereja GPDI Kemiri Sidoarjo ini, sejak tiba di Makassar, Sulsel, pada pukul 22.13 Wita, keluarga sama sekali belum mendapat penjelasan dari Adam Air.

"Kita turun pesawat, langsung dinaikkan ke bus, langsung dibawa ke hotel. Tanpa ada pemberitahuan dibawa ke mana," tutur Delvi jengkel.

Keluarga korban yang diinapkan di sebuah hotel di Makassar juga belum melihat pejabat resmi Adam Air menemui mereka.

"Kita tidak melihat orang-orang Adam Air di hotel. Jangankan ketemu, melihat saja tidak. Terus kita mau diapakan? Tolong kepada Adam Air dan pemerintah, kami ini adalah keluarga yang terkena musibah, jangan dipermainkan," tandas Delvi.

Yang kecewa tidak saja keluarga korban, media elektronik, baik dalam maupun luar, yang secara langsung menyiarkan menit demi menit perkembangan pencarian pesawat Adam Air juga kecele berat. Bahkan, sebuah televisi terkemuka asing menyindir ‘kabar bohong’ ini dengan menyebutkan betapa buruknya sistem komunikasi di Indonesia sehingga bisa memicu berita yang tidak benar itu.

Khawatir berita ‘sampah’ itu menyebar luas, SAR Mission Coordinator, Marsekal Pertama Eddy Suyanto menggelar jumpa pers mendadak, malam tadi, di Ruang VIP Bandara Hasanuddin Makassar.

"Saya minta maaf atas informasi yang sudah menyebar luas. Jam 18.05 WIB tadi ada informasi dari Wakil Kepala Polda bahwa di lokasi yang disebutkan itu tidak diketemukan," kata Eddy.

Menhub Hatta Rajasa, yang juga hadir dalam jumpa pers juga memastikan bahwa Adam Air hingga Selasa (2/1) pukul 19.20 WIB malam masih hilang. Lokasi jatuhnya Adam Air belum diketahui. "Jadi 90 Korban tewas tidak benar," ujar Hatta.

Dia lantas berjanji menyampaikan perkembangan kasus ini langsung kepada presiden.

Panglima Kodam VII Wirabuana Mayjen TNI Arief Budi Sampurno juga mengaku tidak habis pikir dengan beredarnya rumor itu.

"Saya sudah mendapat informasi dari aparat di lapangan dan mereka tidak menemukan pesawat yang jatuh. Jadi kabar itu tidak benar sama sekali," tandasnya.

Sejumlah warga yang melakukan pencarian mengatakan hal serupa. "Dari pagi saya mencari tapi tidak ada tanda-tanda pesawat jatuh. Kami sudah memutari desa dan hutan di sekitarnya, tapi tetap tidak ada," jelas Butong, petani Desa Bulo Kecamatan Mapilli.

Bupati Majene Kalma Katta yang dicegat saat usai ke lokasi juga mengatakan hal sama.

"Tidak ada tanda-tanda ada pesawat jatuh. Kami sudah cari sekeliling desa tapi tetap tidak ada," ujarnya.

Bahkan warga di Desa Rangoan Kecamatan Matanga justru bingung dengan kedatangan banyak orang ke desa mereka. Warga mengaku tidak tahu menahu bila di desa mereka ada pesawat jatuh.

Dengan belum ditemukannya bangkai pesawat Adam Air tersebut, puluhan ambulance yang sudah berada di Desa Ranguan terpaksa pulang kembali ke Polewali.

Sedangkan Tim SAR bertahan di Desa Bulo, Kecamatan Mappili, Kabupaten Polman, Sulawesi Barat. Mereka menunggu kejelasan lokasi dan baru bergerak jika titik ordinat sudah dipastikan.

Lalu di manakah sebenarnya pesawat Adam Air nahas itu? Belum pasti. Masih misterius. Hanya saja, radar milik Singapura menangkap pancaran emergency locator beacon (elba) di Rantepao, Tanatoraja, Sulsel dengan titik koordinat 3.135.257 Lintang Selatan dan 119.917 Bujur Timur.

Pesawat yang hilang sejak Senin kemarin itu, seperti disebutkan Dirjen Perhubungan Udara Mohammad Iksan Tatang, putus kontak saat berada pada 85 mil laut (157,42 kilometer) sebelah Barat Laut Makassar dengan ketinggian 35.000 kaki (10.668 meter).

Menurutnya, pencarian bisa saja dilakukan dengan penelusuran yang dimulai dari lokasi saat putus kontak, atau bisa juga dengan menggunakan informasi dari radar milik Singapura sehingga pencarian dilakukan di Tanatoraja.

"Informasi bahwa para nelayan yang melaut di perairan Majene, Sulawesi Barat, mendengar ledakan keras nampaknya juga perlu disimak," katanya.

Oleh para nelayan, kesaksian itu sudah dilaporkan ke kepolisian setempat. Tapi, apa benar ledakan itu datang dari pesawat Adam Air? Hingga malam tadi juga belum mendapat kepastian.

Setelah mengetahui ketidakbenaran berita soal bangkai pesawat, Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Bambang Karnoyudho menandaskan, pencarian bangkai pesawat Adam Air yang hilang akan dialihkan ke wilayah Kabupaten Tana Toraja dan Kabupaten Majene, Sulbar.

"Kami akan melanjutkan pencarian di perairan sekitar Majene. Lokasinya pada 83 mil laut dan 100 mil laut dari Makassar. Ada pula tim yang akan menyisir Rantepao, Toraja," ujar Bambang. JBP/tof/amb/dtc/tt/ant


Copyright © 2003 Banjarmasin Post

Berita Utama
Adam Air Misterius

"Hati Saya Campur Aduk"


Keluar Jalur


Ada Dugaan Disabotase


AIR MATA TRAGEDI ADAM AIR (1)
Ibu, Kakak, Dan Keponakan Jadi Korban


Ombak Telan 4 Warga Katingan


12 Perairan Berbahaya


Nikahi Anggota DPR


LKMI Gugat Pemerintah


Jamaah Kembali Ke Makkah


HPH Tak Ada Lagi Di Aceh


PP Insentif Pajak Investasi Diterbitkan


Penjualan Wanita Meningkat


Ditemukan Obat Diabetes Mujarab


Gedung HJ Djok Mentaya, Jl AS Musyaffa No16 Banjarmasin 70111 Phone: +62-511-3354370 Fax: +62-511-4366123