:: Kompas Cyber Media ::

[::] Portal Berita Daerah [::]

Metro Banjar • Serambi Ummah Spirit Kalsel • Diafragma • PASAR

Berita Cetak
HOME
Berita Utama

Nusantara
Banjarmasin Bungas
BISNIS
Sport Vaganza
Opini

Hot Line
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Kalimantan Tengah

Hiburan-Gaya Hidup
Internasional
Berita Kemarin
Info Data & Media
Banjarmasin Post
Susunan Redaksi

Pasang Iklan
Order Cetak
Berlangganan
Supporting By

Selasa, 30 Januari 2007 03:10


JI Semarang Masuk Poso

  • BIN pastikan data baru
  • Asetnya di Indonesia jutaan dolar AS

Jakarta, BPost
Di tengah gencarnya tudingan keterlibatan Dulmatin di Poso, Badan Intelijen Negara (BIN) menemukan data baru. Lembaga ini memastikan bahwa kelompok Jamaah Islamiyah (JI) Semarang (Jateng) yang bermain di Poso.

Wakil Kepala BIN M As’ad membantah keterlibatan Dulmatin, gembong teroris di Asia Tenggara dalam konflik Poso yang berujung bentrok baku-tembak kelompok sipil bersenjata dengan kepolisian, 22 Januari lalu.

M As’ad justru menuding kelompok JI Semarang lah yang telah membantu menyediakan senjata bagi kelompok DPO Poso.

"Tidak, tidak (Dulmatin). Ini murni dibantu gerakan Jawa Tengah," kata As’ad, Senin (29/1).

Kelompok Jawa Tengah, katanya, menyuplai senjata via pelabuhan. "Kita melihat ada komunikasi ke Poso," ujarnya.

Siapa sosok JI asal Jawa Tengah tersebut? As’ad lupa nama-namanya. "Mereka itu memang dari Semarang. Namanya saya lupa. Dari mereka ini bahkan sudah ada yang ditangkap," jelasnya.

Menyangkut indikasi kaburnya sejumlah DPO dan pelaku teror Poso ke Jawa Tengah, As’ad juga tak mau mengiyakannya. "Yang pasti ruang gerak mereka di Poso sudah sempit," paparnya.

Prof Zachary Abuza, seorang cendekiawan terkemuka bidang terorisme di Asia Tenggara, dalam tulisannya yang diterbitkan The Australian edisi 10 September 2006, juga memperingatkan akan adanya peningkatan ancaman JI. Apalagi setelah pada 2005, Noordin M Top mengumumkan kelompok baru, Tanzim Qaidat al-Jihad. "Kelompok ini merupakan sempalan JI yang paling beringas," ujarnya.

Kelompok ini, kata Abuza, mengubah taktiknya dengan memberikan bantuan kemanusiaan di wilayah setempat, sehingga menarik lebih banyak dukungan publik.

"Dengan menggunakan selubung strategi layanan publik, JI dapat membentuk ikatan yang lebih akrab dengan kaum Islam yang menentang kekerasan," ujarnya.

Menurut Abuza, keengganan pemerintah untuk menghancurkan infrastruktur JI sebenarnya tindakan yang gegabah. Sebab JI memiliki visi untuk jangka waktu sangat panjang.

Abuza menduga, JI di Indonesia memiliki aset senilai jutaan dolar AS. Dalam tulisannya yang lain dan diterbitkan di Herald Sun edisi 8 November 2006, Abuza menyebut, aset JI yang sesungguhnya tersimpan dalam bentuk real estate, yaitu sejumlah kantor pusat dan kantor cabang. Bahkan, Abuza yang mengaku pernah singgah di salah satu madrasah milik Ba’asyir, al-Mukmin, menyatakan bila dirinya pernah diperlihatkan gambar arsitektur sebuah kampus baru.

"Bangunan itu tidak jauh berbeda dari National University of Singapore," ujar Abuza.

Serahkan diri

Sementara itu, satu per-satu tersangka kekerasan di Poso menyerahkan diri kepada polisi. Terbaru, Syukur alias Ukung dan Yuyun, menyerahkan diri, Senin (29/1), sekitar pukul 11.00 Wita dengan diantar oleh Muspika Poso Pesisir dan tokoh masyarakat setempat.

Menurut keterangan Wakadiv Humas Mabes Polri Brigjen Anton Bachrul Alam, Syukur alias Ukung adalah salah satu tersangka pengeroyokan dan penganiayaan yang menewaskan anggota polisi Bribda Dedi Hendra saat pemakaman DPO Riyan pada 11 Januari lalu.

Sementara Yuyun adalah pemilik rumah di Jalan Irian, Poso Kota. Rumah Yuyun dipakai sebagai tempat persembunyian dan penyerangan kelompok sipil bersenjata saat terjadi penggerebekan pada 11 Januari lalu. Polisi juga menemukan senjata api dan bahan peledak di rumah Yuyun.

"Saat ini keduanya masih diperiksa. Sejauhmana keterlibatan dan peran mereka, kami masih memeriksanya," jelas Anton. Polri juga mengaku telah berhasil mengungkap 32 kasus kekerasan yang menonjol di Poso.

Menurutnya, sejak November 2005 hingga Mei 2006, Detasemen 88, Bareskrim dan Polda Sulteng mengungkap 13 kasus kekerasan menonjol. Terungkap pula 19 kasus kekerasan lainnya, sehingga keseluruhan mencapai 32 kasus.

.Sedangkan operasi penyisiran yang dilakukan Senin pagi di Gebang Rejo juga membuahkan banyak hasil.

"Ditemukan beberapa pucuk senjata api dan bahan peledak. Ada satu senjata organik MK-3, satu senjata organik SKS, Revolver, 3 senpi rakitan laras panjang, 5 magasin SS-1, 10 peluru GLM, 1 senpi Colt, 1 rompi anti peluru, 23 bom rakitan, 3 pasang sepatu PDL Polri, 7 tas pinggang berisi total 700 butir amunisi, 3 buah alat merakit bom ," jelas Anton.

Sedangkan penyisiran anggota Brimob Polda Sulteng di bukit pohon jati belakang Tanah Runtuh, juga menemukan 30 bom aktif, 589 amunisi, yakni dua karung berisi 280 butir amunisi kal 5,56 mm, 299 butir amunisi kal 3,8 mm, dan 10 butir amunisi jenis kal 7,62 mm.

Selain itu ditemukan pula 7 pucuk senjata api rakitan laras panjang, 3 sangkur, 2 bilah pedang, 4 magazen M16, 1 magazen Mk3, 2 buah pipa peluncur, 2 KTP An Sugianto dan Rahmad, 1 cadar warna hitam, 1 topi rimba, 1 avometer, 2 gulung kabel listrik warna merah, 1 botol minyak singer, dan 1 busur.

Secara terpisah Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Sisno Adiwinoto mengungkapkan adanya dugaan kelompok sipil bersenjata di Poso memiliki koneksi dengan kelompok bersenjata di tempat lain, seperti di Ambon dan Aceh.

Dugaan ini terkait dengan temuan senjata yang dipakai para kelompok sipil selama ini. "Tiga senjata diantara teridentifikasi dari Gudang Brimob. Yang lain ada yang diduga berasal dari daerah lain, seperti Ambon, Papua dan Aceh," ujar Sisno.

Tiga senjata yang diidentifikasi dari Gudang Brimob adalah senjata jenis SKS T23304, Revolver 4862, dan Brand MK3. Menurut Sisno untuk memastikan asal senjata tersebut, polisi akan melakukan pengecekan ke Filipina dan sejumlah negara ASEAN.

"Yang tidak terdaftar patut diduga dari luar. Kita akan melakukan pengecekan. Tapi patut diduga pula ini sisa senjata dari Aceh dan Papua," katanya. jbp/ugi/ade


Copyright © 2003 Banjarmasin Post

Berita Utama
JI Semarang Masuk Poso

Istri Kongkoli Pun Puas


Dua Kali Ditanduk


Peserta Audisi Boleh Duet


Happy Ending Menuju Surga


GURU SMP DI BANJARMASIN  PERTONTONKAN SMACK DOWN
"Setelah Dipukul Badan Saya Sakit Semua"


2 Jaksa Nakal Dituntut Dua Tahun


Mending Tanam Pohon Ketimbang Mabuk


Surya Klaim Suara Kalsel


Boyong 700 Penggembira


Disamakan Mantan Presiden Nigeria


Segera Urus Asuransi


Gedung HJ Djok Mentaya, Jl AS Musyaffa No16 Banjarmasin 70111 Phone: +62-511-3354370 Fax: +62-511-4366123