:: Kompas Cyber Media ::

[::] Portal Berita Daerah [::]

Metro Banjar • Serambi Ummah Spirit Kalsel • Diafragma • PASAR

Berita Cetak
HOME
Berita Utama

Nusantara
Banjarmasin Bungas
BISNIS
Sport Vaganza
Opini

Hot Line
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Kalimantan Tengah

Hiburan-Gaya Hidup
Internasional
Berita Kemarin
Info Data & Media
Banjarmasin Post
Susunan Redaksi

Pasang Iklan
Order Cetak
Berlangganan
Supporting By

Rabu, 31 Januari 2007 02:21


Kalimantan Minta Petunjuk Hamzah

  • Bingung tentukan dukungan
  • Syaifullah: Kalsel solid
  • Yudhoyono buka muktamar
  • Digagas koalisi jegal Suryadharma

Jakarta, BPost
Muktamar Partai Persatuan Pembangunan (PPP) telah dibuka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, malam tadi. Persaingan merebut kursi ketua umum kian terbuka. Namun, perwakilan Kalimantan masih bingung menentukan pilihan.

Di saat sejumlah kandidat ketua umum seperti Suryadharma Ali, Arief Mudatsir Manan, Endin J Soefihara, Yunus Yosfiah, Egi Sudjana dan Ali Marwan Hanan kian aktif berkampanye memperebutkan 1.164 suara peserta, utusan Kalsel dan provinsi-provinsi lain di Kalimantan justru bingung menentukan sosok calon ketua umum partai berlambang Kabah itu.

Bahkan, Senin (29/1) malam, petinggi PPP se-Kalimantan mengunjungi Ketua Umum DPP PPP Hamzah Haz di kediaman kawasan Kebon Pedas Bogor, Jawa Barat. Tujuan rombongan yang dipimpin Ketua DPW PPP Kalsel, Rudy Ariffin ini, meminta petunjuk mengenai calon-calon tersebut.

Sekretaris DPW PPP Kalsel, Syaifullah Tamliha yang ikut dalam pertemuan itu mengatakan arahan dari Hamzah diperlukan agar utusan Kalimantan tidak salah memilih. "Pak Hamzah berpesan agar kita benar-benar melihat back ground para calon sebelum menentukan pilihan. Yang penting kualitas orang, bukan fulus (uang) karena semua calon punya fulus," katanya.

Dalam pertemuan ini, Hamzah juga menyatakan Suryadharma Ali lebih baik mengundurkan diri sebagai Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM). "Sebab jika terpilih, akan terjadi benturan antara kepentingan pemerintah dan rakyat yang diwakili PPP," kata Hamzah sebagaimana ditirukan Syaifullah.

Bahkan, Hamzah mengaku telah menyampaikan harapannya ini kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Presiden menanggapinya dengan mengatakan dirinya tidak akan ikut-ikutan dalam pemilihan ketua, sebab menyadari memang berada di luar sistem.

"Alasan lain, Pak Hamzah mengatakan itu adalah kinerja Suryadharma sebagai menteri sedang menjadi sorotan. Kalau dia memimpin PPP, kemudian di tengah jalan diganti oleh presiden, tentu ini akan memengaruhi PPP," jelasnya.

Dalam pertemuan ini juga disinggung soal sinyal dukungan dari tokoh ulama PPP KH Maemum Zubair terhadap Arief Mudatsir. "Tanda-tandanya, waktu Muswil PPP Jawa Tengah, Mbah Maemun menyebut Mudatsir, jelas-jelas ini Arief Mudatsir. Jadi sekarang ada dua calon yang kuat, Suryadharma Ali dan Arief Mudatsir," katanya.

Didesak calon yang banyak mendapat dukungan dari perwakilan Kalsel, Syaifullah enggan menyebutkan. "Kita belum menentukan. Tetapi 40 suara Kalsel pasti solid. Demikian pula dengan Kalimantan," tegasnya.

Dengan mengenakan baju hijau berkerah Shanghai, Yudhoyono membuka muktamar yang berlangsung hingga 3 Februari mendatang. Dia didampingi Wakil MPR Hidayat Nurwahid dan Ketua DPR Agung Laksono.

Sebanyak 1.164 suara diperebutkan dalam muktamar bertema Berkhidmat Melayani Umat ini. Kalimantan memiliki 137 suara, Sumatera sebanyak 350 suara, Jawa dan DKI Jakarta sebanyak 347 suara, dan sisanya suara milik Bali, NTB dan Indonesia Timur.

Permainan Uang

Rumor telah terjadinya money politics, kian berembus pada hari pertama muktamar yang digelar di Hotel Mercure, Ancol ini. Modusnya bermacam-macam, menjanjikan uang hingga ratusan juta sebagai ucapan terima kasih telah memilih, membiayai perjalanan dan menanggung akomodai peserta hingga menempatkan peserta di hotel-hotel berbintang.

Tragisnya, Ketua Departemen Kaderisasi dan Keanggotaan DPP PPP Ahmad Gozali Harahap membenarkan adanya politik uang itu. Ia menyebutnya sebagai ongkos politik. "Hal itu lumrah di dunia demokrasi Indonesia. Sebutannya pun bukan politik uang, melainkan ongkos politik yang harus dikeluarkan dalam proses pemenangan calon," ujar Gozali.

Saat dikonfirmasi, seperti biasa para kandidat Kandidat Ketua Umum Endin AJ Soefihara menyatakan ia antipolitik uang. "Saya proklamasikan diri anti-money politics. Saya sudah tanda tangani," ujar Endin diamini Suryadharma dan Ali Marwan.

Lucunya, agar pendukungnya tidak tergiur tawaran uang kandidat lain, pendukung Suryadharma diisolusi di hotel mewah, Hotel Borobudur. Ongkosnya tentu saja ditanggung Suryadharma.

"Sejak Minggu (28/1), 720 pendukung kami telah menginap di Hotel Borobudur," ujar tim sukses Suryadharma, Emron Pangkapi.

Pun dengan Arief Mudatsir. Dia menempatkan para pendukungnya di Hotel Sofyan Betawi. "Tidak bukan permainan uang. Kita mendukung setelah bertemu di daerah. Tidak ada kaitan dengan ongkos politik," kata Sekretaris DPC Blitar Syafi’i Zamzam yang mendukung Arief Mudatsir.

Koalisi

Informasi yang diperoleh BPost, sejumlah kandidat sedang menjajaki koalisi untuk menjegal Suryadharma yang dinilai menjadi titipan Istana.

Secara diam-diam, mereka melakukan pertemuan di rumah Hamzah Haz, Minggu (28/1) malam. Mereka yang hadir adalah Yunus Yosfiah, Ali Marwan, Arief Mudatsir, Endin Soefihara dan Dimyati Natakusumah. "Dalam politik, kemungkinan ke arah itu (berkoalisi) bisa saja terjadi," kata Arief.

Endin pun mengaku tak mempermasalahkan wacana koalisi untuk menjadi orang nomor satu di PPP. "Tidak tertutup kemungkinan akan terjadi penggabungan sesama calon. Saya akan melakukan kemungkinan itu," katanya.

Menyikapi jegalan terhadap dirinya itu, Suryadharma balik menantang dibuktikannya rumor itu. "Saya bukan titipan dari siapa pun. Presiden sudah secara tegas menyatakannya. Buktikan kalau saya titipan Istana," sangkalnya.

Wakil Ketua DPP Partai Demokrat Achmad Mubarok juga menegaskan Yudhoyono tidak melakukan intervensi ke Muktamar PPP. "Itu gaya politik kuno. Yudhoyono tidak punya tipikal seperti itu," tandasnya. mur/rbt/dtc/kcm/ant


Copyright © 2003 Banjarmasin Post

Berita Utama
Kalimantan Minta Petunjuk Hamzah

Meninggal Di Pangkuan Anak


Target Terganjal Sejuta Euro


Anjlok Akibat As Patah


Ayo Ikutan Pildacil


JAMAAH TABALONG WAFAT DI DALAM PESAWAT
"Mama Minta Dipeluk, Dia Kedinginan..."


Musharraf Temui Yudhoyono


Istri Presiden Dituding Terlibat


Pasal Rapelan Dewan Dicabut


Keluarga Tabur Bunga


Korban Ajukan Judicial Review


Bom Asyura Tewaskan 38 Orang


Gedung HJ Djok Mentaya, Jl AS Musyaffa No16 Banjarmasin 70111 Phone: +62-511-3354370 Fax: +62-511-4366123