- BMG: Tunda perjalanan
- Pencarian Adam Air terganggu
- Nahkoda KM Senopati ditemukan
- Bandara Syamsudin Noor belum tanggap
Jakarta, BPost
Badai Isobel menyerang wilayah Indonesia, di antaranya Kalimantan Selatan. Masyarakat
diimbau menunda perjalanan baik jalur udara maupun laut.
Peringatan ini dilontarkan Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Sri Woro
Harijono di Jakarta, Rabu (3/1). "Lebih baik tunda dulu perjalanan menggunakan
transportasi udara dan laut sampai Kamis malam. Badai Isobel menyerang ditambah banyaknya
kumpulan awan comulunimbus," tegasnya.
Badai Isobel mengancam kawasan Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan bagian
Selatan dan Sulawesi. Badai yang juga disebut Badai Inigo ini bisa memicu gelombang laut
hingga dua setengah meter di Pantai Barat Sumatera hingga Bengkulu.
Peluang gelombang setinggi itu juga bisa terjadi di Samudera Hindia sebelah Selatan
Jawa, Bali hingga Laut Timor, Masalembo hingga Laut Flores, Selat Sunda, Selat Bali dan
perairan sekitar Nusa Tenggara. Selain tingginya gelombang, badai ini ditandai tingginya
intensitas hujan dan angin kencang
"Dan banyaknya awan tebal comulusnimbus yang menyelimuti sebagian besar wilayah
Indonesia dapat mengganggu penerbangan," tuturnya.
Masyarakat pun perlu mengantisipasi diri agar tidak berada di dekat bangunan yang semi
permanen. Sementara, pemerintah disarankan menginventarisasi pohon-pohon tua. Angin puting
beliung biasanya terjadi sekitar 5-20 menit.
Badai tropis yang sudah melanda Australia Utara ini terus bergerak ke Indonesia.
Akibatnya, cuaca lebih memburuk di berbagai wilayah di Tanah Air. Masyarakat harus mulai
mengantisipasi cuaca buruk tersebut yang ditandai dengan timbulnya awan hitam bergumpal
seperti kembang kol.
Jika prediksi ini benar, situasi kian parah. Musibah akibat kemarahan alam terus
terjadi. Kemarin saja, kecelakaan kapal kembali terjadi di Kupang, NTT. KM Harapan Jaya
yang mengangkut kayu gelondongan dari Sulawesi Tenggara tenggelam di perairan Tanjung
Bolang, sebelah Timur Pulau Semau. Dalam kecelakaan ini, seorang awak kapal bernama Sius
Tokan meninggal.
Jumlah korban hilang akibat meninggalnya KM Senopati Nusantara di Perairan Mandalika,
Jepara, Jateng pun masih banyak yang belum ditemukan. Dari posko yang ada di Pelabuhan
Tanjung Mas, Semarang, jumlah korban yang belum ditemukan masih sekitar 400 orang dengan
korban tewas sebanyak 15 orang dan korban selamat 213 orang
Siang kemarin, ada tiga korban yang dimakamkan secara massal di Desa Kabongan Kidul,
Rembang, Jateng. Dan malam tadi, nahkoda kapal, Kapten Wiratno TJ berhasil diselamatkan.
Wiratno yang patah tangannya bersama sejumlah penumpang ditemukan Kapal Perang RI Hiu
terapung di sebuah sekoci yang tersangkut di sebuah rig pengeboran lepas pantai.
Ketika itu, KRI Hiu tidak dapat mendekat karena khawatir menabrak rig, sehingga
mengancam keselamatan para korban. Beruntung, saat bersamaan melintas kapal tugboat dan
lalu membantu pengevakuasian korban dan dibawa ke RS Pelabuhan Petrochemical Center
Surabaya.
Mengenai penyebab karamnya kapal tersebut, Asosiasi Perawatan dan Perbaikan Inflatable
Life Raft Indonesia (APPILRI) menyatakan akibat tidak berfungsinya alat keselamatan kapal.
Dari 47 alat yang berfungsi hanya lima unit saja.
Tim Penyelamat juga berhasil menemukan titik lokasi bangkai Kapal Tristra yang
tenggelam di Selat Batam. Namun, karena cuaca buruk evakusi ditunda hingga hari ini.
Hingga kemarin, dari 58 penumpang, sebanyak 33 orang telah ditemukan, 30 di antaranya
selamat dan tiga orang meninggal dunia. Sedangkan 25 orang masih dalam pencarian.
Pesawat
Pengaruh cuaca pun juga mempengaruhi pencarian pesawat Adam Air. Pesawat pengintai
Boeing 737-200 milik TNI AU dan pesawat Nomad TNI AL serta tiga kapal perang yakni KRI
Acak, KRI Fatahillah dan KRI Pulau Rengat terpaksa menghentikan pencarian pada sore
kemarin karena cuaca yang buruk.
Gangguan juga terjadi di Makassar. Sebanyak 6 pesawat mengalami penundaan keberangkatan
selama 3 jam di Bandara Hasanuddin. Sedangkan 6 pesawat lain yang akan mendarat terpaksa
dialihkan ke bandara lain.
Pesawat yang mengalami penundaaan dan dialihkan itu berasal dan bertujuan Jakarta,
Denpasar dan Surabaya. "Sejak pagi cuaca sangat buruk. Hujan deras dan angin
kencang," ujar Asisten Manajer Sistem Informasi Manajemen Data dan Laporan Bandara
Hasanuddin, Yan Daulima.
Lalu bagiamana dengan Bandara Syamsudin Noor? Pengelola bandara dan sejumlah maskapai
penerbangan mengaku masih belum menentukan sikapnya atas instruksi bernada larangan
tersebut. "Kita masih belum bisa bersikap. Sebelum jelas ada perintah resmi secara
tertulis tentang larangan tersebut. Kalau dilarang sama sekali, saya kira juga
tidak," ujar Manajer operasional PT AP I Bandara Syamsudin Noor, Siswadi.
Dia berpendapat, pelarangan terkait cuaca buruk adalah batasan minimalnya. Jadi bukan
melarang total, melainkan dihentikan dengan kondisi persyaratan minimal. dtc/kcm/mtc/niz