:: Kompas Cyber Media ::

[::] Portal Berita Daerah [::]

Metro Banjar • Serambi Ummah Spirit Kalsel • Diafragma • PASAR

Berita Cetak
HOME
Berita Utama

Nusantara
Banjarmasin Bungas
BISNIS
Sport Vaganza
Opini

Hot Line
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Kalimantan Tengah

Hiburan-Gaya Hidup
Internasional
Berita Kemarin
Info Data & Media
Banjarmasin Post
Susunan Redaksi

Pasang Iklan
Order Cetak
Berlangganan
Supporting By

Jumat, 05 Januari 2007 02:14:40


Adam Air Diempas Badai

  • Terpaksa belok arah
  • Pencarian masih nihil
  • Agung: Saya tidak menghindar

Jakarta, BPost
Empat hari sudah, pesawat Adam Air dengan nomor penerbangan KI 574 tidak diketahui keberadaannya. Tim pencari gabungan berbagai instansi dibantu AU Singapura terus melakukan penyisiran di berbagai lokasi. Namun, hasilnya tetap nihil.

Setelah kabar pesawat berpenumpang 96 orang dan enam awak itu jatuh di Desa Rangoan Kecamatan Matanga, Kabupaten Polman, Sulawesi Berat, tidak terbukti kebenarannya, pada Kamis (4/1) ada dua informasi baru tentang keberadaan pesawat itu.

Informasi pertama menyebutkan pesawat jatuh di hutan Kecamatan Noangan, Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara. Untuk mengecek kebenaran informasi, tim penolong langsung melakukan pengecekan.

"Saya sempat berkomunikasi dengan Camat Noangan ketika hendak memasuki hutan. Namun, terputus karena di sana sinyal komunikasi tidak ada. Kita masih menunggu kabar selanjutnya apakah benar pesawat Adam Air jatuh di hutan tersebut. Hutannya sangat lebat dan susah ditempuh," ungkap Ketua DPRD Sulut Sahrial Damopoli, malam tadi.

Lain lagi dengan pengakuan warga Desa Tammalantik, Kecamatan Tandu Kalua, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat. Mereka mengaku pada Senin (1/1) siang mendengar ledakan dari pesawat yang baru saja melintasi desanya.

"Seorang warga bernama Halimah mengaku mendengar ledakan setelah pesawat yang dia lihat menghilang. Pesawat yang terbang rendah itu sempat berputar dua kali di atas desanya. Setelah itu pesawat menghilang di balik pegunungan dan tidak lama kemudian terdengar suara ledakan. Kita sedang memeriksa mereka," kata Kepala Polres Polewali Mandar, AKBP Sukria Gaos.

Operasi pencarian pun kian intensif dilakukan. Daerah yang diubek-ubek adalah Selat Makassar, Mamuju dan Tanatoraja. "Tapi kita belum mendapatkan hasil. Konsentrasi kita adalah mencari lokasi sinyal ELBA (sinyal pesawat menyentuh bumi) itu. Sebenarnya sinyal itu sudah tertangkap tiga hari lalu. Tapi baru kami terima laporannya," kata Danlanud Hasanuddin Marsekal Pertama Eddy Suyanto.

Berubah Arah

Terlepas dari kebenaran informasi itu, Menteri Perhubungan (Menhub) Hatta Radjasa mengungkapkan pesawat dengan pilot Kapten A Widodo itu diduga kuat telah berbalik arah karena terdorong angin kencang.

"Berdasarkan rekaman percakapan terakhir pilot dengan ATC Makassar, mereka mengalami cross wind (tertiup angin dari arah samping) sebesar 74-76 knots atau lebih dari 100 km/jam dan minta agar dipandu ke titik baru yang aman," ungkap Hatta di Kantor Presiden, Jakarta.

Hal tersebut disampaikannya seusai mengikuti rapat khusus membicarakan musibah Adam Air. Rapat yang dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan dihadiri tiga pakar penerbangan, yaitu Cheppy Hakim, Dudi Sudibyo, dan Sri Bekti.

Hatta menduga, karena kerasnya dorongan angin itu, pesawat berubah arah. Pasalnya, saat pilot menyampaikan adanya cross wind, di radar telihat pesawat mengarah ke barat. Tapi ketika pembicaraan putus, arah pesawat (heading) berbalik ke timur. "Saat itulah pesawat mulai menghilang dari radar," papar Hatta.

Ditambahkan Cheppy Hakim, sebenarnya cross wind merupakan fenomena biasa dalam penerbangan. Tapi bisa menjadi luar biasa bila kekuatannya sampai 74 knots. Dia menilai permintaan pilot agar dipandu ke titik yang lebih aman dinilai sudah benar. Sebab demi keselamatan memang seharusnya jalur rawan tersebut dihindari dengan berganti arah terbang. Bisa mengambil jalur di atas atau bawahnya.

Santunan

Musibah ini juga memancing Ketua DPR Agung Laksono angkat bicara. Dalam kapasitas sebagai pendiri, Agung menyatakan maskapai tetap memperhatikan keluarga korban. Dia pun menegaskan tidak akan menghindar dari tanggung jawab terkait dengan musibah itu.

"Sejak saya jadi Ketua DPR, saya tidak lagi jadi komisaris, sebagai pendiri. Kita sudah komitmen memberikan santunan kepada keluarga korban. Saya pun tidak akan menghindar. Namun, yang terpenting saat ini adalah upaya pencarian pesawat yang belum ditemukan. Kita berdoa saja karena kita tidak tahu nasib 102 orang di sana," ujarnya.

Untuk mengantisipasi terulangnya kembali kecelakaan penerbangan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta pengawasan pelaksanaan keamanan penerbangan diperketat, baik dari sisi regulator maupun dari sisi operator. "Hanya butuh pengawasan. Karena dari sisi regulasi kita sudah memadai sesuai standar aturan penerbangan sipil," tegasnya. dtc/mio/JBP/ewa


Copyright © 2003 Banjarmasin Post

Berita Utama
Adam Air Diempas Badai

5 Menit Mengerikan


Isobel Serang NTT


Urung Masak Sup Banjar


Jamaah Haji Tinggalkan Makkah


Sjachriel Jogging Di Sel


Nikmat Allah SWT


KRISTINA-AL AMIN NUR MENIKAH
Mas Kawinnya Batu Phirus Berlapis Emas


Polri Terkorup


"Saya Masih Cinta Yahya"


Pengagum Saddam Gantung Diri


Beredar Video Hot Gusti-Memey


Gedung HJ Djok Mentaya, Jl AS Musyaffa No16 Banjarmasin 70111 Phone: +62-511-3354370 Fax: +62-511-4366123