HP Penumpang Masih Bisa Dihubungi
- Tim SAR belum temukan jejak Adam Air
- Roy Suryo: Tidak mungkin!
- Keluarga yakin penumpang masih hidup
- Jalur Banjarmasin-Jakarta diwaspadai
Jakarta, BPost
Di saat Tim SAR menghadapi jalan buntu dalam pencarian pesawat Adam Air yang
lenyap secara misterius di udara Sulawesi, mencuat keyakinan bahwa para penumpang masih
hidup. Seorang dari 96 penumpang bahkan sempat menelepon keluarganya.
Adalah Suyanto, kakak kandung Faturrahman (16), penumpang Adam Air yang mengungkapkan
kemungkinan para penumpang masih hidup. Menurut warga Minahasa Selatan ini, Faturrahman
masih bisa dihubungi melalui telepon seluler selang enam jam, setelah pesawat dinyatakan
hilang, 1 Januari 2007 lalu.
"Hanya dua kalimat yang disampaikan, lalu terputus," ungkap Suyanto saat
ditemui di Hotel Transit I, Mandai, Maros, Sulawesi Selatan, Jumat (5/1). Telepon
(081340411284) Faturrahman itu terjadi pada pukul 23.00 Wita.
"Halo.." kata Suyanto. "Selamat Tahun Baru..." sahut orang yang
diduga menggunakan ponsel Faturrahman. "Posisi di mana?" tanya Suyanto.
"Kamu siapa?" tanya balik orang tadi. "Saya kakakmu," jawab Suyanto.
Setelah itu, bukan jawaban yang terdengar, melainkan suara tut..tut tanda hubungan
terputus.
Suyanto yang penasaran mencoba menghubungi ponsel adiknya. Anehnya, yang terdengar
hanya suara ..ssstt...kemudian terputus lagi. Apakah suara di telepon adalah suara
sang adik? "Saya tidak yakin suara itu suara adik saya, tapi itu pasti mengisyaratkan
sesuatu," tandas Suyanto.
Hingga hari kelima pencarian Adam Air berikut 96 penumpang dan 6 awak pesawat boeing
itu, Faturrahman dan penumpang lain belum ditemukan. Keluarga korban yang menginap di
Hotel Pakkarena, Makassar kemarin, makin gelisah.
Di tengah kekalutan itu para keluarga korban memanjatkan doa bersama, memohon Allah
memberi keselamatan dan kesehatan para korban. Apalagi, kesaksian Suyanto membangkitkan
harapan baru terhadap kemungkinan keselamatan para penumpang.
Selain Suyanto, Lince Sumurang pun mengalami hal serupa. Adiknya, Justin mendapat SMS
kosong yang dikirim Yuneke (32), adik Lince lainnya yang menjadi salah seorang penumpang
pesawat nahas tersebut. SMS ini tertanggal l 2 Januari 2006 sekitar pukul 21.00 Wita atau
sehari setelah insiden.
"Dia (Yuneke, Red) tidak biasanya kirim SMS kosong seperti ini," ujar
Lince.
Sebelumnya, Yuneke juga mengirim SMS ketika berada di Bandara Juanda Surabaya yang
meminta agar keluarga menjemput kedatangannya. "Setelah itu, tidak pernah lagi
terdengar kabarnya. Tetapi sehari setelah insiden tersebut terjadi, tiba-tiba terkirim SMS
kosong itu," ujarnya. Lince sendiri tidak begitu yakin pengirim SMS itu adiknya.
Namun di sisi lain, kemungkinan adiknya itu ingin memberikan petunjuk kepada keluarganya.
"Tapi sayang, nomornya tidak bisa lagi dihubungi," ujarnya.
Apa yang dialami Suyanto dan Lince tersebut, menurut pakar Telematika Roy Suryo sangat
tidak mungkin. "Kita sudah melakukan pelacakan. Hasilnya, seluruh nomor HP penumpang
Adam Air tidak aktif. Sehingga tidak ada satu pun ponsel yang terdeteksi," ujarnya.
Seperti hari-hari sebelumnya, proses pencarian pesawat itu belum juga menemukan hasil.
Tim penolong yang memusatkan pencarian di kawasan perairan sebagaimana sinyal yang
ditangkap radar Singapura juga tidak menemukan adanya tanda-tanda pesawat itu tenggelam.
Diwaspadai
Terlepas dari keanehan dan proses pencarian itu, warning baru
dilontarkan Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Banjarmasin Agus. Dia menyatakan
cuaca Kalsel dalam beberapa hari ke depan masih tidak bersahabat, sehingga penerbangan
dari Banjarmasin-Jakarta perlu diwaspadai.
Buruknya cuaca di beberapa daerah juga mendorong Mendagri M Maruf
menginstruksikan para gubernur segera melakukan siaga bencana dengan mengaktifkan posko
penanggulangan banjir dan longsor di wilayahnya, untuk mengantisipasi bencana yang
berlangsung hingga Maret 2007.
Kemarin, cuaca buruk ini hampir mencelakakan pesawat Adam Air dengan rute
Jakarta-Bengkulu. Penerbangan pesawat ini dialihkan ke Palembang.
Boeing 737-200 yang berpenumpang 127 orang itu mendarat di Bandara Internasional Sultan
Mahmud Badaruddin II Palembang pukul 08.30 WIB, Jumat (5/1).
Akibat hal serupa Bandar Udara Juwata di Tarakan, Kalimantan Timur, ditutup. Kondisi
ini diperparah, rusaknya landasan pacu menyusul hujan deras sehari sebelumnya.
Akibatnya pesawat Citilink Garuda yang seharusnya menerbangi rute Surabaya-
Balikpapan-Tarakan, setibanya di Balikpapan siang sekitar pukul 13.40 Wita terpaksa
kembali lagi ke Surabaya.
Pesawat terbang milik maskapai Batavia Air juga tertahan di Tarakan. dtc/mio/kcm/tmp/ant |