:: Kompas Cyber Media ::

[::] Portal Berita Daerah [::]

Metro Banjar • Serambi Ummah Spirit Kalsel • Diafragma • PASAR

Berita Cetak
HOME
Berita Utama

Nusantara
Banjarmasin Plus
Banjarmasin Bungas
BISNIS
Sport Vaganza
Opini-Hot Line

Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Kalimantan Tengah

Hiburan-Gaya Hidup
Internasional
Berita Kemarin
Info Data & Media
Banjarmasin Post
Susunan Redaksi

Pasang Iklan
Order Cetak
Berlangganan
Supporting By

Jumat, 31 Maret 2006 02:45:11


Aa Gym ‘Tundukkan’ Blair

Jakarta, BPost
Perdana Menteri Inggris Tony Blair dibuat ‘tak berkutik’ di depan lima tokoh Islam Indonesia. PM Blair bahkan hanya bisa tertunduk ketika KH Abdullah Gymnastiar alias Aa Gym memberikan wejangan dan pandangannya tentang kebijakan negara barat yang kerap memandang negatif terhadap Islam.

DENGAN ULAMA - Perdana Menteri Inggris Tony Blair bersalaman dengan KH Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym, Kamis (30/3), sebelum berdialog dengan sejumlah tokoh agama setelah mengunjungi Pesantren Darunnajah, Jakarta. Blair, yang melakukan kunjungan kerja selama sehari di Indonesia, sebelumnya melakukan pembicaraan dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Foto: AP/Achmad Ibrahim

"Pemimpin dunia yang dapat menjadikan dunia ini lebih baik adalah pemimpin yang punya hati nurani, yang melihat bangsa-bangsa di manapun sebagai saudaranya sendiri. Pemimpin dunia harus punya rasa adil dan tidak sampai menggunakan double standar," kritik Aa Gym kepada PM Blair, di kantor Kepresidenan, Kamis (30/3).

Menurut Aa Gym ditemui usai pertemuan, PM Blair hanya tertunduk saat diberikan wejangan. "Tadi Pak Blair hanya nunduk, mudah-mudahan kalau dilihat dari kata-kata yang disampaikan dia, pesan-pesan itu akan sampai di hati Blair. Allah yang membolak-balikin hatinya nanti," tutur pemimpin Ponpes Darut Tauhid, itu.

Kata Aa Gym, PM Blair memang tidak melulu tertunduk ketika diberikan wejangan, "Dia juga banyak memberikan sanggahan dan tanggapan," imbuhnya.

Diakui Aa Gym bahwa memang terjadi banyak perbedaan pemahaman. Untuk itu, dialog seperti itu terus menerus dilakukan sehingga dimengerti perasaan dan pemikiran umat Islam.

Selain Aa Gym, empat tokoh Islam lainnya ikut menyampaikan pesan dan pandangannya terhadap kebijakan Inggris dalam politik global. Keempat tokoh itu adalah Rektor UIN Syarif Hidatullah Prof Dr Azyumardi Azra, Ketua PP Muhammadiyah Dr Din Syamsuddin, Nazaruddin Umar dan mantan Menteri Agama Quraish Shihab.

Kelima tokoh Islam ini diundang Presiden Susilo Bambang Yudhoyono khusus untuk berdialog langsung dengan PM Blair yang tiba, Rabu (29/3) malam. Pertemuan yang juga dihadiri sejumlah anggota Kabinet Indonesia Bersatu, itu berlangsung singkat sekitar 45 menit. Namun baik PM Blair maupun lima tokoh Islam mengaku puas dengan hasil dialog tersebut.

PM Tony Blair menyampaikan terima kasih kepada para tokoh dan petinggi agama yang bersedia meluangkan waktu berdialog dengannya.

"Mereka semua sosok moderat namun tetap kritis. Bagi saya ini merupakan pertanda baik yang saya dapatkan dari politik yang saya terapkan selama ini. Sekali lagi saya mengucapkan terima kasih banyak dan ini akan menjadi inspirasi yang saya dapatkan di sini dari pertemuan itu," kata PM Blair.

Menurut dia, pertemuan itu merupakan era baru membangun hubungan antara Inggris dan Indonesia dan diharapkan menjadi awal untuk membuka peluang dan kerja sama yang berkelanjutan dan menguntungkan antara dua negara.

Aa Gym sendiri berharap dari pertemuan singkat itu PM Tony Blair mendapat informasi baru tentang Islam di Indonesia dan dunia.

"Tugas saya hanya menyempurnakan ikhtiar, bedanya waktu Bush datang kan perang baru mulai, jadi masih semangat-semangatnya. Sekarang kan sudah terkena getahnya, tidak enaknya. Mudah-mudahan input itu dapat memberikan pemahaman yang lebih baik dan bisa menjadi solusi terbaik di depannya," ucap Aa Gym disinggung hasil dialog tersebut.

Hanya memang, Aa Gym menegaskan kepada PM Blair bahwa Islam masuk ke Indonesia tanpa kekerasan, tanpa darah, dan ternyata Indonesia bisa menjadi mayoritas terbesar di dunia umat Islam. "Justru dari Eropa lah yang membawa senjata dan sebagainya. Indonesia menjadi negara Islam terbesar tanpa kekerasan," tuturnya.

Ketua PP Muhammadiyah, Dien Syamsuddin ditemui usai pertemuan, mengatakan dalam pertemuan semua pihak sepakat bahwa terorisme adalah musuh bersama sebagai kejahatan kemanusian dan peradaban. Namun menurut dia, dia dan empat rekannya mengusulkan pada PM Tony Blair agar cara memberantas dan memerangi terorisme jangan mengambil bentuk teror itu sendiri.

"Kami mengkritik pendekatan Inggris mendukung AS dalam memerangi terorisme yangg mengambil pendekatan unilateral secara sepihak dan mengabaikan peran dari lembaga multilateral seperti PBB," kata Dien.

Terkait Irak, sebut dia, PM Blair tidak menanggapi permintaan penarikan pasukan Inggris dari Irak. "Saya berharap mudah-mudahan itu bisa dibawa di dalam mimpinya. Sehingga nanti malam akan saat bangun dari mimpi, dia akan sadar bahwa saran itu sangat baik," tutur Dien.

PM Blair, katanya, sempat terkesima dengan pandangan bahwa barat mengembangkan stereotip terhadap Islam, bahwa Islam itu agama kekerasan, agama terorisme, dan bahwa Islam ancaman bagi barat. "Itu dugaan dan tuduhan kita."

Ternyata, PM Blair sendiri menilai adanya kesalahpahaman Islam terhadap barat. Hal-hal semacam inilah yg saya kira menarik dan penting dibicarakan lagi lebih lanjut dalam forum dialog.

Melunak

Sementara Azyumardi Azra pada kesempatan itu meminta Inggris pasukannya dari Irak dan pasukan sekutu lainnya dan menggantinya dengan pasukan pemelihara keamanan dari PBB dan negara-negara konferensi Islam.

"PM Blair bilang setuju jika memang PBB dan organisasi konferensi Islam segera mengkonsolidasikan kekuatan untuk bisa menggantikan peran AS dan sekutunya di Irak," jelasnya.

Menurut Rektor UIN Syarif Hidatullah ini, PM Blair cukup terbuka, dan mendengarkan kritik-kritik yang disampaikan terkait kebijakan-kebijkannya yang selama ini kurang kondusif menciptakan situasi yang lebih baik dan dunia yang lebih adil.

Terkait Palestina dan Israel, Blair mendukung two state solution. Namun, kalau sekarang Inggris dan AS menolak Hamas dan tidak mau berunding dengan Hamas, maka itu mencerminkan sikap standar ganda. "Saya kritik itu dan menilai Inggris tidak konsisten dengan demokrasi."

Terpenting, Azyumardi melihat kunjungan Blair menunjukkan Indonesia tetap merupakan negara penting bagi kekuatan besar seperti Inggris. "Itu artinya Indonesia diperlukan. Tidak hanya pada tingkat pemerintah, tapi juga masyarakatnya." JBP/ade/zil


Copyright © 2003 Banjarmasin Post


Berita Utama
Aa Gym ‘Tundukkan’ Blair

Pertanyaan Berat Santri


Tiap Jam Disuntik Morfin


Tiga Nama Dianulir


Digoyang Skandal Seks


Partai Balas Dendam


Kisah Honorer Yang Dianulir Kelulusannya Sempat Banjir Ucapan Selamat, Namun....


Lima Perusahaan Kayu Kolaps


Nasib Eks Karyawan Barito Pacific
Mudik Bareng Naik Kapal


Fikrah: Para Penghina Rasulullah SAW (2-Habis)


Noordin M Top Siapkan Serangan Juni


Giliran Deplu Dibobol Maling


Demo Nasional Buruh Dibahas


Gedung HJ Djok Mentaya, Jl AS Musyaffa No16 Banjarmasin 70111 Phone: +62-511-3354370 Fax: +62-511-4366123