Oleh: KH Husin Naparin Lc MA
SIAPAKAH Abu Lahab? Nama aslinya adalah Abdul Uzza bin Abdul Muthalib, salah
seorang paman Rasulullah SAW. Ia dikenal dengan nama Abu Lahab, bahkan bila disebutkan
nama aslinya banyak orang yang tidak mengenalnya.
Menurut tafsir Al Khazin, ia dikenal dengan gelar Abu Lahab sebab nama Abu Uzza
mengandung kesyirikan. Karena kata Abdu (penyembahan) hanya teruntuk bagi Allah SWT, bukan
untuk berhala (al Uzza). Adapula yang mengatakan, penghinaannya kepada Rasulullah SAW
dengan perkataan celaka, berakibat ia dijebloskan ke dalam neraka yang bernyala-nyala (Al
Lahab), sehingga kata Lahab (artinya: bernyala-nyala) ini lengket terhadap dirinya.
Pada tahun ke 2 H terjadi perang Badar. Pasukan kuffar Quraisy menyerang Madinah.
Pasukan itu dihadang di Badar, satu tempat di kota Madinah. Waktu itu Abu Lahab tidak ikut
berperang. Setelah pasukan kembali ke Makkah, bertanyalah Abu Lahab tentang perang itu.
Seorang anggota pasukan menceritakan bahwa umat Islam menang karena dibantu oleh pasukan
putih yang tidak diketahui dari mana datangnya, sehingga leher-leher orang Makkah seperti
diserahkan saja untuk dipenggal oleh mereka.
Tersebutlah Abu Rafii (pesuruh Abbas RA) yang mendengar cerita itu nyeletuk dan
berkata: "Itu malaikat yang turun dari langit membantu umat Islam." Abu
Lahab marah mendengar perkataan Abu Rafii itu, serta merta Abu Rafii
dipukulnya dengan keras dan kasar. Beruntung waktu itu ada istri Abbas RA yang bernama
Ummu Fadhal menyelamatkannya. "Sudahlah, untuk Abu Lahab ketahui, kami sudah
beriman dan menjadi pengikut Muhammad," katanya kepada Abu Lahab. Abu Lahab pun
pergi dengan cemberut dan bermasam muka.
Seminggu kemudian Abu Lahab jatuh sakit. Ia menderita penyakit bisul yang luar biasa
parahnya. Sepertinya penyakit itu dikirim oleh Allah SWT akibat penghinaannya kepada
baginda Rasullah SAW. Akhirnya ia tewas mengenaskan. Tiga hari tiga malam mayatnya
terlantar. Tidak seorang pun yang berani menjamahnya apalagi menguburkannya karena
masyarakat pada waktu itu beranggapan bisul bisa menular.
Putra-putra Abu Lahab sendiri bingung, akan diapakan mayat Abu Lahab. Setelah mayat itu
membusuk, terpaksalah mereka menjamahnya dan menguburkannya. Allah SWT menandaskan harta
dan kekayaan Abu Lahab tidak bermanfaat baginya, karena tidak mampu mempertahankannya dari
siksa Allah WWT kendati hanya berupa bisul. "Tidaklah berfaedah kepadanya harta
bendanya dan apa yang ia usahakan." (QS al-Lahab ayat 2). Bahkan semua yang ia
miliki tidak mampu membela dirnya dari neraka: "Kelak dia akan masuk dalam api
neraka yang bergejolak." (QS al-Lahab ayat 3).
Kita yakin orang-orang yang menghina Rasullah SAW, kapan pun di mana pun dan siapa pun,
akan mendapatkan hukuman setimpal.