:: Kompas Cyber Media ::

[::] Portal Berita Daerah [::]

Metro Banjar • Serambi Ummah Spirit Kalsel • Diafragma • PASAR

Berita Cetak
HOME
Berita Utama

Nusantara
Banjarmasin Plus
Banjarmasin Bungas
BISNIS
Sport Vaganza
Opini-Hot Line

Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Kalimantan Tengah

Hiburan-Gaya Hidup
Internasional
Berita Kemarin
Info Data & Media
Banjarmasin Post
Susunan Redaksi

Pasang Iklan
Order Cetak
Berlangganan
Supporting By

Jumat, 31 Maret 2006 02:40:47


Para Penghina Rasulullah SAW (2-Habis)

Oleh: KH Husin Naparin Lc MA

SIAPAKAH Abu Lahab? Nama aslinya adalah Abdul Uzza bin Abdul Muthalib, salah seorang paman Rasulullah SAW. Ia dikenal dengan nama Abu Lahab, bahkan bila disebutkan nama aslinya banyak orang yang tidak mengenalnya.

Menurut tafsir Al Khazin, ia dikenal dengan gelar Abu Lahab sebab nama Abu Uzza mengandung kesyirikan. Karena kata Abdu (penyembahan) hanya teruntuk bagi Allah SWT, bukan untuk berhala (al Uzza). Adapula yang mengatakan, penghinaannya kepada Rasulullah SAW dengan perkataan celaka, berakibat ia dijebloskan ke dalam neraka yang bernyala-nyala (Al Lahab), sehingga kata Lahab (artinya: bernyala-nyala) ini lengket terhadap dirinya.

Pada tahun ke 2 H terjadi perang Badar. Pasukan kuffar Quraisy menyerang Madinah. Pasukan itu dihadang di Badar, satu tempat di kota Madinah. Waktu itu Abu Lahab tidak ikut berperang. Setelah pasukan kembali ke Makkah, bertanyalah Abu Lahab tentang perang itu. Seorang anggota pasukan menceritakan bahwa umat Islam menang karena dibantu oleh pasukan putih yang tidak diketahui dari mana datangnya, sehingga leher-leher orang Makkah seperti diserahkan saja untuk dipenggal oleh mereka.

Tersebutlah Abu Rafi’i (pesuruh Abbas RA) yang mendengar cerita itu nyeletuk dan berkata: "Itu malaikat yang turun dari langit membantu umat Islam." Abu Lahab marah mendengar perkataan Abu Rafi’i itu, serta merta Abu Rafi’i dipukulnya dengan keras dan kasar. Beruntung waktu itu ada istri Abbas RA yang bernama Ummu Fadhal menyelamatkannya. "Sudahlah, untuk Abu Lahab ketahui, kami sudah beriman dan menjadi pengikut Muhammad," katanya kepada Abu Lahab. Abu Lahab pun pergi dengan cemberut dan bermasam muka.

Seminggu kemudian Abu Lahab jatuh sakit. Ia menderita penyakit bisul yang luar biasa parahnya. Sepertinya penyakit itu dikirim oleh Allah SWT akibat penghinaannya kepada baginda Rasullah SAW. Akhirnya ia tewas mengenaskan. Tiga hari tiga malam mayatnya terlantar. Tidak seorang pun yang berani menjamahnya apalagi menguburkannya karena masyarakat pada waktu itu beranggapan bisul bisa menular.

Putra-putra Abu Lahab sendiri bingung, akan diapakan mayat Abu Lahab. Setelah mayat itu membusuk, terpaksalah mereka menjamahnya dan menguburkannya. Allah SWT menandaskan harta dan kekayaan Abu Lahab tidak bermanfaat baginya, karena tidak mampu mempertahankannya dari siksa Allah WWT kendati hanya berupa bisul. "Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan." (QS al-Lahab ayat 2). Bahkan semua yang ia miliki tidak mampu membela dirnya dari neraka: "Kelak dia akan masuk dalam api neraka yang bergejolak." (QS al-Lahab ayat 3).

Kita yakin orang-orang yang menghina Rasullah SAW, kapan pun di mana pun dan siapa pun, akan mendapatkan hukuman setimpal.


Copyright © 2003 Banjarmasin Post


Berita Utama
Aa Gym ‘Tundukkan’ Blair

Pertanyaan Berat Santri


Tiap Jam Disuntik Morfin


Tiga Nama Dianulir


Digoyang Skandal Seks


Partai Balas Dendam


Kisah Honorer Yang Dianulir Kelulusannya Sempat Banjir Ucapan Selamat, Namun....


Lima Perusahaan Kayu Kolaps


Nasib Eks Karyawan Barito Pacific
Mudik Bareng Naik Kapal


Fikrah: Para Penghina Rasulullah SAW (2-Habis)


Noordin M Top Siapkan Serangan Juni


Giliran Deplu Dibobol Maling


Demo Nasional Buruh Dibahas


Gedung HJ Djok Mentaya, Jl AS Musyaffa No16 Banjarmasin 70111 Phone: +62-511-3354370 Fax: +62-511-4366123