:: Kompas Cyber Media ::

[::] Portal Berita Daerah [::]

Metro Banjar • Serambi Ummah Spirit Kalsel • Diafragma • PASAR

Berita Cetak
HOME
Berita Utama

Nusantara
Banjarmasin Plus
Banjarmasin Bungas
BISNIS
Sport Vaganza
Opini-Hot Line

Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Kalimantan Tengah

Hiburan-Gaya Hidup
Internasional
Berita Kemarin
Info Data & Media
Banjarmasin Post
Susunan Redaksi

Pasang Iklan
Order Cetak
Berlangganan
Supporting By

Jumat, 31 Maret 2006 02:40:52


Noordin M Top Siapkan Serangan Juni

Jakarta, BPost
Lama tak terdengar, diam-diam teroris buron nomor wahid, Noordin M Top, dikabarkan telah membangun jaringan di 29 provinsi di Indonesia. Noordin disebut-sebut menggandeng Abu Amar untuk merekrut pasukan ‘hara-kiri’ dengan basis utama di Sulawesi Tengah (Sulteng), Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Banten.

Dua gembong teroris ini ditengarai sudah mengubah bendera ‘perjuangan’ mereka dari Jamaah Islamiyah (JI) menjadi Qaidatul Jihad (QJ). Melalui bendera baru, Noordin diperkirakan akan melakukan serangan perdana pada Juni 2006 mendatang. Momentumnya saat penentuan bebas tidaknya Amir Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), Abu Bakar Ba’asyir oleh Mahkamah Agung (MA).

Menurut peneliti masalah terorisme, Al Chaidar, Abu Amar yang digandeng Noordin kemungkinan besar adalah nama lain dari Dulmatin alias Umar Patek. "Lewat bendera baru Qaidatul Jihad, posisi Abu Amar sebagai amirul jihad (panglima). Sedangkan Noordin menjadi penasihat ahli," kata Al Chaidar kepada BPost, Kamis (30/3).

Dijelaskan, pasca tewasnya Dr Azahari di Malang, Jawa Timur, kelompok ini sengaja ‘tiarap’ dengan menunda berbagai agenda serangan teror. Mereka lebih memfokuskan konsolidasi yang menurut Al Chaidar sudah merambah 29 provinsi. Chaidar sendiri mengaku tak hafal data ke-29 provinsi yang sudah dirambah.

Namun yang menjadi basis utama perekrutan kader-kader baru, menurut Al Chaidar, adalah Sulsel, Sulteng dan Banten. Daerah lainnya yang cukup serius digarap, sebagian Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Riau dan Kaltim. Di daerah-daerah itu, QJ melakukan perekrutan besar-besaran (massive) dan indoktrinasi mendalam.

"Setelah sempat macet, dana dukungan dari Al Qaeda mulai mengalir lagi ke Qaidatul Jihad," beber Chaidar yang juga penulis buku Lampung Bersimbah Darah ini.

Cara transfer dana lewat bank kini dihindari karena khawatir terendus pendeteksian dari Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK), sebuah lembaga milik pemerintah yang bertugas mendeteksi aliran-aliran dana mencurigakan dari luar negeri.

Menurut Chaidar, dana dari Al Qaeda yang berbasis di Afghanistan, Irak dan Eropa, disalurkan ke QJ lewat cara manual, yakni dibawa langsung oleh kurir atau perantara. JBP/abs


Copyright © 2003 Banjarmasin Post


Berita Utama
Aa Gym ‘Tundukkan’ Blair

Pertanyaan Berat Santri


Tiap Jam Disuntik Morfin


Tiga Nama Dianulir


Digoyang Skandal Seks


Partai Balas Dendam


Kisah Honorer Yang Dianulir Kelulusannya Sempat Banjir Ucapan Selamat, Namun....


Lima Perusahaan Kayu Kolaps


Nasib Eks Karyawan Barito Pacific
Mudik Bareng Naik Kapal


Fikrah: Para Penghina Rasulullah SAW (2-Habis)


Noordin M Top Siapkan Serangan Juni


Giliran Deplu Dibobol Maling


Demo Nasional Buruh Dibahas


Gedung HJ Djok Mentaya, Jl AS Musyaffa No16 Banjarmasin 70111 Phone: +62-511-3354370 Fax: +62-511-4366123