Jakarta, BPost
Lama tak terdengar, diam-diam teroris buron nomor wahid, Noordin M Top, dikabarkan
telah membangun jaringan di 29 provinsi di Indonesia. Noordin disebut-sebut menggandeng
Abu Amar untuk merekrut pasukan hara-kiri dengan basis utama di Sulawesi
Tengah (Sulteng), Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Banten.
Dua gembong teroris ini ditengarai sudah mengubah bendera perjuangan mereka
dari Jamaah Islamiyah (JI) menjadi Qaidatul Jihad (QJ). Melalui bendera baru, Noordin
diperkirakan akan melakukan serangan perdana pada Juni 2006 mendatang. Momentumnya saat
penentuan bebas tidaknya Amir Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), Abu Bakar Baasyir
oleh Mahkamah Agung (MA).
Menurut peneliti masalah terorisme, Al Chaidar, Abu Amar yang digandeng Noordin
kemungkinan besar adalah nama lain dari Dulmatin alias Umar Patek. "Lewat bendera
baru Qaidatul Jihad, posisi Abu Amar sebagai amirul jihad (panglima). Sedangkan
Noordin menjadi penasihat ahli," kata Al Chaidar kepada BPost, Kamis (30/3).
Dijelaskan, pasca tewasnya Dr Azahari di Malang, Jawa Timur, kelompok ini sengaja
tiarap dengan menunda berbagai agenda serangan teror. Mereka lebih memfokuskan
konsolidasi yang menurut Al Chaidar sudah merambah 29 provinsi. Chaidar sendiri mengaku
tak hafal data ke-29 provinsi yang sudah dirambah.
Namun yang menjadi basis utama perekrutan kader-kader baru, menurut Al Chaidar, adalah
Sulsel, Sulteng dan Banten. Daerah lainnya yang cukup serius digarap, sebagian Jawa Barat,
Jawa Timur, Jawa Tengah, Riau dan Kaltim. Di daerah-daerah itu, QJ melakukan perekrutan
besar-besaran (massive) dan indoktrinasi mendalam.
"Setelah sempat macet, dana dukungan dari Al Qaeda mulai mengalir lagi ke Qaidatul
Jihad," beber Chaidar yang juga penulis buku Lampung Bersimbah Darah ini.
Cara transfer dana lewat bank kini dihindari karena khawatir terendus pendeteksian dari
Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK), sebuah lembaga milik pemerintah
yang bertugas mendeteksi aliran-aliran dana mencurigakan dari luar negeri.
Menurut Chaidar, dana dari Al Qaeda yang berbasis di Afghanistan, Irak dan Eropa,
disalurkan ke QJ lewat cara manual, yakni dibawa langsung oleh kurir atau perantara. JBP/abs