Jakarta, BPost
Ketua Gabungan Serikat Pekerja Merdeka Indonesia (Gaspermindo) Jumhur Hidayat
membantah pernyataan Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Erman Suparno bahwa akan ada demo
nasional para buruh, Sabtu (1/4) ini, menentang revisi UU Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun
2003.
"Kita bahas dulu bersama-sama. Belum tentu 1 April. Tapi yang jelas, mogok secara
nasional bisa terjadi pada April ini," ujar Jumhur kepada BPost, Kamis (30/3).
Demo buruh beberapa hari terakhir ini marak terjadi di daerah. Namun aksi mereka tidak
dilakukan serentak. Mereka menolak revisi UU ketenagakerjaan karena lebih berpihak kepada
pengusaha. Apalagi pemerintah yang tidak melakukan dialog terlebih dahulu atas rencana
ini.
"Menaker harusnya jangan menganggap rencana revisi ini sudah final. Apindo
(Asosiasi Pengusaha Indonesia, red) saya dengan ngotot agar revisi ini segera
dilaksanakan. Harusnya kan sama-sama berdialog dulu," tegas Jumhur.
Jumhur juga menyatakan keinginan melakukan revisi UU tersebut bukan keinginan investor
asing. "Ini keinginan pengusaha kita yang mau enak sendiri," elak Jumhur.
Jumhur menjelaskan rencana revisi UU ketenagakerjaan akan digulirkan ke DPR pada Mei
nanti setelah reses. Dalam pembahasan nanti, DPR memerlukan waktu berbulan-bulan untuk
menyetujui keinginan pemerintah tersebut.JBP/yat