:: Kompas Cyber Media ::

[::] Portal Berita Daerah [::]

Metro Banjar • Serambi Ummah Spirit Kalsel • Diafragma • PASAR

Berita Cetak
HOME
Berita Utama

Nusantara
Banjarmasin Plus
Banjarmasin Bungas
BISNIS
Sport Vaganza
Opini-Hot Line

Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Kalimantan Tengah

Hiburan-Gaya Hidup
Internasional
Berita Kemarin
Info Data & Media
Banjarmasin Post
Susunan Redaksi

Pasang Iklan
Order Cetak
Berlangganan
Supporting By

Jumat, 31 Maret 2006 02:41:09


Pertanyaan Berat Santri

SAAT berkunjung ke Ponpes Darunnajah, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, PM Inggris Tony Blair ditodong sejumlah pertanyaan berat dan membuatnya kaget. Pertanyaan para santri meliputi invasi Amerika Serikat dan Inggris ke Irak, kebebasan beragama, masalah Palestina dengan Israel serta perasaan Blair jika dirinya adalah warga Irak.

Soal invasi ke Irak, Blair menegaskan itu diperlukan agar negeri tersebut menjadi demokratis dengan tersingkirnya Saddam Hussein. "Kita perlu menyingkirkan Saddam. Kini di Irak dan Afganistan, rakyatnya mendapat hak yang sama seperti di Inggris dan Indonesia memilih pemimpin mereka," ujar Blair.

Tentang kebebasan beragama, Blair menilai itu merupakan hak asasi setiap orang dan dia melihat hal tersebut telah tercapai di Indonesia. "Saya juga belajar mengenai agama-agama lain. Pada dasarnya agama mengajarkan cinta dan perdamaian. Kita harus menghormati negara lain dan memahami," jelasnya.

Santri mengajukan pertanyaan kalau Blair orang Irak, apa yang dirasakan. Atas pertanyaan ini, Blair mengeluarkan senyuman. "Apa yang saya rasakan pasti berbeda dengan anda. Tapi bukan anda atau saya yang menentukan, tapi mereka sendiri yang merasakan. Untuk itu pemahaman itu perlu. Itu kenapa saya berada di sini untuk berdialog," urai Blair.

Investasi

Inggris ternyata menduduki urutan kedua sebagai investor setelah Singapura. Pada 2005, realisasinya 1,5 miliar dolar AS. Sedang volume perdagangan menoreh nilai 1,4 miliar dolar AS.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ketika menerima kunjungan PM Inggris Tony Blair di kantor Kepresidenan, Kamis (30/3), berharap terjadi peningkatan kerja sama di bidang ekonomi, investasi dan perdagangan antar kedua negara.

"Kita berharap investasi dan perdagangan bisa ditingkatkan lebih besar lagi di waktu mendatang. Kedatangan pebisnis dari Inggris diharapkan lebih meningkatkan investasi dan perdagangan diantara ke dua negara," kata Yudhoyono di sela-sela jumpa pers.

Meski Inggris merupakan investor kedua terbesar di Indonesia, sebut presiden, tapi jika melirik sepak terjang di negara tetangga China dan Vietnam, investasi Inggris di Indonesia jauh ketinggalan. Karenanya Yudhoyono mencibir, dunia investasi ternyata tidaklah selalu terkait dengan gembar-gembor demokrasi ala dunia barat.

PM Blair mengatakan, soal bisnis, investasi dan perdagangan antarkedua negara akan terus meningkat. Kata Blair, reformasi dan perubahan yang terjadi di Indonesia telah memberikan peluang bisnis dan potensi untuk menjadikan kerja sama lebih dekat di masa mendatang antara kedua negara.

"Saya tahu, saat ini semakin banyak perusahaan Inggris percaya bahwa Indonesia merupakan tempat yang aman berinvestasi, dan kami ingin bekerja sama sejauh yang bisa kami capai bersama," jelas Blair.JBP/ade/zil/h10


Copyright © 2003 Banjarmasin Post


Berita Utama
Aa Gym ‘Tundukkan’ Blair

Pertanyaan Berat Santri


Tiap Jam Disuntik Morfin


Tiga Nama Dianulir


Digoyang Skandal Seks


Partai Balas Dendam


Kisah Honorer Yang Dianulir Kelulusannya Sempat Banjir Ucapan Selamat, Namun....


Lima Perusahaan Kayu Kolaps


Nasib Eks Karyawan Barito Pacific
Mudik Bareng Naik Kapal


Fikrah: Para Penghina Rasulullah SAW (2-Habis)


Noordin M Top Siapkan Serangan Juni


Giliran Deplu Dibobol Maling


Demo Nasional Buruh Dibahas


Gedung HJ Djok Mentaya, Jl AS Musyaffa No16 Banjarmasin 70111 Phone: +62-511-3354370 Fax: +62-511-4366123