:: Kompas Cyber Media ::

[::] Portal Berita Daerah [::]

Metro Banjar • Serambi Ummah Spirit Kalsel • Diafragma • PASAR

Berita Cetak
HOME
Berita Utama

Nusantara
Banjarmasin Plus
Banjarmasin Bungas
BISNIS
Sport Vaganza
Opini-Hot Line

Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Kalimantan Tengah

Hiburan-Gaya Hidup
Internasional
Berita Kemarin
Info Data & Media
Banjarmasin Post
Susunan Redaksi

Pasang Iklan
Order Cetak
Berlangganan
Supporting By

Jumat, 31 Maret 2006 02:41:20


Tiga Nama Dianulir

Banjarmasin, BPost
Pengumuman hasil seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) jalur honorer di lingkungan Pemerintah Kota Banjarmasin, Kamis (30/3), ternyata kacau. Pasalnya, terdapat tiga nama yang awalnya dinyatakan lulus ujian, dianulir dengan alasan usia dan formasi yang tersedia tidak cocok, serta masa kerja belum memenuhi syarat.

Selain itu, penempelan lembar pengumuman juga sangat lamban. Berdasar pantauan BPost di Balaikota, sekitar pukul 09.00 Wita lembar pengumuman kelulusan tenaga honorer belum juga ditempelkan oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD) setempat. Di papan pengumuman justru masih terpajang nama-nama yang lulus dari pelamar umum.

Padahal, seperti yang telah dijanjikan, lembar pengumuman tersebut ditempel di tiga tempat yakni, Balaikota, Balai Diklat dan Kantor Diknas dan bisa dilihat mulai pukul 08.00 Wita. Hal ini membuat tenaga honorer yang sudah menanti sejak pagi menjadi harap-harap cemas. Mereka terpaksa harus bolak-balik di tiga tempat tersebut, namun tetap saja hasilnya nihil.

Mereka pun akhirnya mencari namanya di salah satu media. "Di koran pengumumannya ada, tetapi kok tidak ditempelkan di papan pengumuman. Ini benar atau tidak ya, kalau benar kok tidak ditempelkan?" keluh seorang tenaga honorer.

Lembar pengumuman kelulusan tenaga honorer Pemko tersebut, baru dipasang sekitar pukul 14.00 Wita. Dari pengumuman itu, ternyata ada yang telah diralat. Tiga nama tenaga honorer yang sebelumnya dinyatakan lulus dicoret, digantikan tiga nama baru.

Saat dikonfirmasi, Pelaksana tugas (Plt) Kepala BKD Kota Banjarmasin, M Nispuani mengatakan, pihaknya tidak menempelkan lembar pengumuman tersebut karena data nama-nama tenaga honorer yang lulus (seperti juga yang telah dirilis salah satu media) akan diperbaiki atau diralat terlebih dulu.

"Nama-nama tenaga honorer yang telah diumumkan lulus itu tidak salah, tetapi memang perlu perbaikan sedikit atau ralat. Kami sadari pagi tadi menemukan kesalahan. Di mana tenaga honorer yang dinyatakan lulus seharusnya tidak lulus," ungkapnya.

Kata Nispuani, pihaknya terpaksa mencoret tiga nama yang telah dinyatakan lulus itu. Mantan pejabat Propinsi Kalsel itu meminta pengertian dari yang bersangkutan, dan menjanjikan akan mendapat prioritas pada pengangkatan selanjutnya. "Asalkan tidak bertentangan dengan PP No 48/2005, mereka juga kan pasti diangkat sampai 2009 nanti, jadi tidak perlu kuatir," sambungnya. Ketiga nama yang dianulir, yakni Nuur Jannah Hayati dengan formasi jabatan guru kimia SMA. Pertimbangannya, karena usia dan formasi yang tersedia. Nuur Jannah (32) digantikan Rusdiyansyah (36) dengan formasi jabatan yang sama. Kemudian dua orang tenaga honorer di Satpol PP, Hamsan (37) dan Sulaiman (37). Keduanya digantikan oleh Syarifudin (31) dan Machmud Riaz (31). Alasan pencoretan dengan pertimbangan masa kerja belum memenuhi syarat.

Ancam Demo

Di Kota Banjarbaru, sejumlah honorer usia kritis, untuk ukuran menjadi PNS (menjelang 45 tahun), yang tidak lulus dalam penerimaan CPNS, kemarin mengancam melakukan demo besar-besaran ke BKD pada Senin, 3 April mendatang.

Mereka menganggap, kriteria para tenaga honorer yang diterima menjadi PNS, sama sekali tak jelas. Karenanya, banyak tenaga honorer yang memasuki masa kritis dan telah lama mengabdi, dinyatakan tak lulus.

Beberapa honorer yang datang ke Redaksi BPost Biro Banjarbaru, mengaku sedih dan kecewa, sekaligus terpukul. Pasalnya, di samping sudah memasuki usia kritis, mereka juga mengaku sudah mengabdi bertahun-tahun sebagai tenaga honorer.

"Saya sudah sangat yakin akan lulus. Di samping usia sudah kritis, yakni 42 tahun dan masa pengabdian juga sudah lebih dari 21 tahun sebagai guru bantu di satu SDN di Banjarmasin," ujar seorang honorer dengan mimik kecewa. Tapi, lanjutnya, ternyata namanya tak tercantum di daftar tenaga honorer yang lulus.

Dari daftar yang lulus itu, dia menemukan sejumlah keganjilan-keganjilan. "Banyak yang lulus usianya jauh lebih muda dari saya. Selain itu, ada yang baru setahun atau dua tahun mengabdi sebagai guru bantu, tapi bisa lulus," cetusnya, seraya mewanti-wanti namanya tidak dikorankan.

Menanggapi ancaman demo sejumlah honorer usia kritis yang gagal lolos dalam penerimaan CPNS, Kepala BKD Kalsel Drs HM Thamrin MSi, menyatakan siap melayaninya.

Thamrin mengatakan, BKD siap memperlihatkan kepada mereka data-data hasil pengolahan LJK seluruhnya.

Menanggapi pertanyaan para honorer yang merasa usia mereka kritis namun ternyata tak lulus, Thamrin mengatakan ini akibat formasi jabatan dan pendidikan yang dialokasikan Menneg PAN tak sesuai dengan database honorer di Kalsel.

Thamrin membantah anggapan para honorer bahwa usia 42 tahun termasuk usia kritis. "Yang kami maksud usia kritis adalah usia 45 tahun, karena bila tidak diangkat tahun ini, mereka tidak akan bisa diangkat menjadi pegawai pada penerimaan berikutnya," ujarnya. c2/adi/ary


Copyright © 2003 Banjarmasin Post


Berita Utama
Aa Gym ‘Tundukkan’ Blair

Pertanyaan Berat Santri


Tiap Jam Disuntik Morfin


Tiga Nama Dianulir


Digoyang Skandal Seks


Partai Balas Dendam


Kisah Honorer Yang Dianulir Kelulusannya Sempat Banjir Ucapan Selamat, Namun....


Lima Perusahaan Kayu Kolaps


Nasib Eks Karyawan Barito Pacific
Mudik Bareng Naik Kapal


Fikrah: Para Penghina Rasulullah SAW (2-Habis)


Noordin M Top Siapkan Serangan Juni


Giliran Deplu Dibobol Maling


Demo Nasional Buruh Dibahas


Gedung HJ Djok Mentaya, Jl AS Musyaffa No16 Banjarmasin 70111 Phone: +62-511-3354370 Fax: +62-511-4366123