KIPER Real Madrid, Iker Casillas, menyimpan dendam besar menjelang lawatan El
Real ke kandang Barcelona, Stadion Nou Camp, pada jornada ke-31 kompetisi La
Liga, Minggu (2/4).
Bagi kiper Timnas Spanyol tersebut, pertandingan yang akan disiarkan secara langsung
oleh RCTI, Minggu (2/4) pukul 04.00 Wita ini merupakan ajang balas dendam atas
kekalahan 19 November 2005. Saat itu Madrid dipermalukan oleh Barcelona 0-3 di muka publik
sendiri, Stadion Santiago Bernabeu.
Casillas yang sangat malu karena gawangnya bobol tiga kali, berjanji untuk tampil lebih
baik. Ia berharap lini belakang timnya juga bekerja lebih baik, sehingga mereka tidak
menjadi bulan-bulanan penyerang lawan lagi.
"Setelah mereka membantai kami tiga gol tanpa balas, sekarang saatnya membalas.
Kami ingin mempermalukan mereka di depan publiknya," kata Casillas, kemarin (30/3).
Selain demi balas dendam, tambah Casillas, kemenangan Madrid juga membuat persaingan
merebut gelar juara kompetisi domestik tetap terbuka. Madrid bisa merapatkan jarak menjadi
sembilan poin.
Sebaliknya, jika Barcelona yang menang, berakhirlah harapan Madrid. Mereka tinggal
berjuang untuk tetap aman di peringkat kedua sampai akhir musim.
Meski penampilan Madrid musim ini tidak stabil, bukan berarti tidak ada peluang.
Casillas dkk juga terpacu untuk mengulang sukses tahun 2002 ketika mengalahkan Barcelona
2-1 di kandangnya pada semifinal Liga Champions.
Di kubu Barca sendiri Striker asal Swedia, Henrik Larsson sudah tak sabar ingin
mengubur Madrid. Baginya duel melawan musuh bebuyutan itu adalah membalas kekecewaannya
pada pertemuan pertama melawan El Real, November 2005.
Ketika itu, meski Bara menang 3-0, namun Larsson absen karena cedera.
Motivasi lainnya, karena ini merupakan kesempatan terakhirnya merasakan atmosfer
persaingan Barcelona dengan Madrid. Sebab, musim depan ia akan kembali ke negaranya dan
bermain di klub lokal Swedia. TT/ij/ant/rtr