:: Kompas Cyber Media ::

[::] Portal Berita Daerah [::]

Metro Banjar • Serambi Ummah Spirit Kalsel • Diafragma • PASAR

Berita Cetak
HOME
Berita Utama

Nusantara
Banjarmasin Plus
Banjarmasin Bungas
BISNIS
Sport Vaganza
Opini-Hot Line

Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Kalimantan Tengah

Hiburan-Gaya Hidup
Internasional
Berita Kemarin
Info Data & Media
Banjarmasin Post
Susunan Redaksi

Pasang Iklan
Order Cetak
Berlangganan
Supporting By

Jumat, 31 Maret 2006 02:49:16


Kisah Honorer Yang Dianulir Kelulusannya
Sempat Banjir Ucapan Selamat, Namun....

KECEWA. Itulah pengakuan seorang tenaga honorer di lingkungan Pemko Banjarmasin ketika tahu namanya dicoret dari daftar lulus. Cita-cita yang dinanti bertahun-tahun itu terhapus dalam hitungan jam. Begitu namanya nongol di sebuah koran sebagai satu dari 318 tenaga honorer yang dinyatakan lulus tes CPNS pada 11 Februari lalu, dia begitu gembira. Ucapan selamat pun sempat datang membanjirinya. Namun, selang beberapa jam kemudian, angan-angan yang telah dinanti bertahun-tahun pupus.

Rusdiansyah sujud syukur ketika mengetahui lulus seleksi CPNS. Nama Rusdiansyah muncul setelah ada ralat dari BKD Kota.

Memang dia masih terhibur dengan janji Menteri Negera Pendayagunaan Aparatur Negara (Menneg PAN) Taufik Effendi yang menegaskan bahwa mereka yang namanya masuk dalam database tenaga honorer dipastikan diangkat menjadi PNS secara bertahap sampai dengan tahun 2009 mendatang.

"Tetapi di koran nama saya tertera dalam deretan tenaga honorer yang dinyatakan lulus tes. Kok tiba-tiba saya dihubungi bahwa nama saya dianulir," ungkap seseorang yang mewanti-wanti namanya tidak dikorankan ini.

Ya, dalam pengumuman kelulusan tes CPNS di lingkungan Pemko Banjarmasin, Kamis (30/3), ada masalah dalam penentuan siapa saja dari 904 tenaga honorer yang mendapat jatah diangkat menjadi PNS.

Masalah itu yakni dianulirnya tiga nama dari 318 tenaga honorer yang telah dinyatakan lulus. Badan Kepegawaian Daerah setempat mengakui bahwa itu adalah kesalahan mereka.

"Terus terang saya kecewa. Bayangkan, pagi-pagi ke Pemko mau melihat pengumuman, di pintu gerbang saya dicegat teman-teman yang langsung mengucapkan selamat," ungkapnya.

"Tapi nggak taunya, beberapa jam kemudian nama saya dicoret. Sebagai bawahan saya harus sabar, tapi keluarga saya yang banyak berharap sepertinya masih sulit untuk menerima kenyataan," sambung tenaga honorer yang telah mengabdi selama 5 tahun ini.

Saat dikunjungi BPost di rumahnya, istrinya begitu syok. Dari matanya terlihat merah dan lebam seperti usai menangis. Wajahnya juga tampak masih begitu murung dan sesekali melamun saat berbincang-bincang di ruang tengah rumah mereka yang terbuat dari papan itu.

"Kecewa, sedih, semuanya campur aduk. Pagi-pagi suami saya pulang membawa kabar kalau dia lulus. Dia juga memastikan namanya ada di pengumuman itu. Mendengar kabar itu saya langsung sujud syukur. Sebab ini mukjizat, lulus tanpa pakai keluar uang. Tak lama ternyata dibatalkan," tutur ibu satu anak itu dengan sesenggukan menahan sedih.

Menurut perempuan yang terkena dampak PHK karena perusahaannya mengalami pailit pada tahun 2003 ini, perekonomian keluargannya kini benar-benar hanya mengandalkan penghasilan suami. Namun apa boleh dikata, gaji sang suami sebagai honorer lima tahun hanya mengalami kenaikan Rp75 ribu, kini besarnya menjadi Rp325 ribu per bulan.

Di benaknya ketika mendengar sang suami lulus, perekonomian keluarganya yang selama ini kembang kempis untuk membiayai kebutuhan mereka berdua dan anak yang sudah mulai masuk sekolah taman kanak-kanak, plus orangtua yang ikut tinggal di rumah mereka bisa teratasi.

"Mas tahu sendirikan sekarang apa-apa mahal. Coba kalau tidak dibatalkan tentunya sangat membantu bagi kehidupan kami. Sekarang kami benar-benar pasrah atas kehendak Yang Maha Kuasa," akunya pasrah.

Ia menambahkan, satu hal yang membuat mereka sedih, keluarga mereka yang tersebar di Kapuas, Barabai, Kurau, Tanah Laut, Tanah Bumbu semuanya telah menyampaikan ucapan selamat, karena melihat pengumuman di koran. Karena dianulir, ia pun terpaksa harus menjelaskan kepada mereka kondisi yang sebenarnya.

Kini ia benar-benar berharap dari pemerintah agar tahun depan ada jatah bagi suaminya untuk diangkat. "Sebab, hanya itu harapan kami selanjutnya," tandasnya.c2


Copyright © 2003 Banjarmasin Post


Berita Utama
Aa Gym ‘Tundukkan’ Blair

Pertanyaan Berat Santri


Tiap Jam Disuntik Morfin


Tiga Nama Dianulir


Digoyang Skandal Seks


Partai Balas Dendam


Kisah Honorer Yang Dianulir Kelulusannya Sempat Banjir Ucapan Selamat, Namun....


Lima Perusahaan Kayu Kolaps


Nasib Eks Karyawan Barito Pacific
Mudik Bareng Naik Kapal


Fikrah: Para Penghina Rasulullah SAW (2-Habis)


Noordin M Top Siapkan Serangan Juni


Giliran Deplu Dibobol Maling


Demo Nasional Buruh Dibahas


Gedung HJ Djok Mentaya, Jl AS Musyaffa No16 Banjarmasin 70111 Phone: +62-511-3354370 Fax: +62-511-4366123