KECEWA. Itulah pengakuan seorang tenaga honorer di lingkungan Pemko Banjarmasin
ketika tahu namanya dicoret dari daftar lulus. Cita-cita yang dinanti bertahun-tahun itu
terhapus dalam hitungan jam. Begitu namanya nongol di sebuah koran sebagai satu dari 318
tenaga honorer yang dinyatakan lulus tes CPNS pada 11 Februari lalu, dia begitu gembira.
Ucapan selamat pun sempat datang membanjirinya. Namun, selang beberapa jam kemudian,
angan-angan yang telah dinanti bertahun-tahun pupus.
 |
| Rusdiansyah sujud syukur ketika mengetahui lulus seleksi CPNS. Nama
Rusdiansyah muncul setelah ada ralat dari BKD Kota. |
Memang dia masih terhibur dengan janji Menteri Negera Pendayagunaan Aparatur Negara
(Menneg PAN) Taufik Effendi yang menegaskan bahwa mereka yang namanya masuk dalam database
tenaga honorer dipastikan diangkat menjadi PNS secara bertahap sampai dengan tahun 2009
mendatang.
"Tetapi di koran nama saya tertera dalam deretan tenaga honorer yang dinyatakan
lulus tes. Kok tiba-tiba saya dihubungi bahwa nama saya dianulir," ungkap
seseorang yang mewanti-wanti namanya tidak dikorankan ini.
Ya, dalam pengumuman kelulusan tes CPNS di lingkungan Pemko Banjarmasin, Kamis
(30/3), ada masalah dalam penentuan siapa saja dari 904 tenaga honorer yang mendapat jatah
diangkat menjadi PNS.
Masalah itu yakni dianulirnya tiga nama dari 318 tenaga honorer yang telah dinyatakan
lulus. Badan Kepegawaian Daerah setempat mengakui bahwa itu adalah kesalahan mereka.
"Terus terang saya kecewa. Bayangkan, pagi-pagi ke Pemko mau melihat pengumuman,
di pintu gerbang saya dicegat teman-teman yang langsung mengucapkan selamat,"
ungkapnya.
"Tapi nggak taunya, beberapa jam kemudian nama saya dicoret. Sebagai
bawahan saya harus sabar, tapi keluarga saya yang banyak berharap sepertinya masih sulit
untuk menerima kenyataan," sambung tenaga honorer yang telah mengabdi selama 5 tahun
ini.
Saat dikunjungi BPost di rumahnya, istrinya begitu syok. Dari matanya terlihat
merah dan lebam seperti usai menangis. Wajahnya juga tampak masih begitu murung dan
sesekali melamun saat berbincang-bincang di ruang tengah rumah mereka yang terbuat dari
papan itu.
"Kecewa, sedih, semuanya campur aduk. Pagi-pagi suami saya pulang membawa kabar
kalau dia lulus. Dia juga memastikan namanya ada di pengumuman itu. Mendengar kabar itu
saya langsung sujud syukur. Sebab ini mukjizat, lulus tanpa pakai keluar uang. Tak lama
ternyata dibatalkan," tutur ibu satu anak itu dengan sesenggukan menahan sedih.
Menurut perempuan yang terkena dampak PHK karena perusahaannya mengalami pailit pada
tahun 2003 ini, perekonomian keluargannya kini benar-benar hanya mengandalkan penghasilan
suami. Namun apa boleh dikata, gaji sang suami sebagai honorer lima tahun hanya mengalami
kenaikan Rp75 ribu, kini besarnya menjadi Rp325 ribu per bulan.
Di benaknya ketika mendengar sang suami lulus, perekonomian keluarganya yang selama ini
kembang kempis untuk membiayai kebutuhan mereka berdua dan anak yang sudah mulai masuk
sekolah taman kanak-kanak, plus orangtua yang ikut tinggal di rumah mereka bisa teratasi.
"Mas tahu sendirikan sekarang apa-apa mahal. Coba kalau tidak dibatalkan tentunya
sangat membantu bagi kehidupan kami. Sekarang kami benar-benar pasrah atas kehendak Yang
Maha Kuasa," akunya pasrah.
Ia menambahkan, satu hal yang membuat mereka sedih, keluarga mereka yang tersebar di
Kapuas, Barabai, Kurau, Tanah Laut, Tanah Bumbu semuanya telah menyampaikan ucapan
selamat, karena melihat pengumuman di koran. Karena dianulir, ia pun terpaksa harus
menjelaskan kepada mereka kondisi yang sebenarnya.
Kini ia benar-benar berharap dari pemerintah agar tahun depan ada jatah bagi suaminya
untuk diangkat. "Sebab, hanya itu harapan kami selanjutnya," tandasnya.c2