:: Kompas Cyber Media ::

[::] Portal Berita Daerah [::]

Metro Banjar • Serambi Ummah Spirit Kalsel • Diafragma • PASAR

Berita Cetak
HOME
Berita Utama

Nusantara
Banjarmasin Plus
Banjarmasin Bungas
BISNIS
Sport Vaganza
Opini-Hot Line

Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Kalimantan Tengah

Hiburan-Gaya Hidup
Internasional
Berita Kemarin
Info Data & Media
Banjarmasin Post
Susunan Redaksi

Pasang Iklan
Order Cetak
Berlangganan
Supporting By

Jumat, 31 Maret 2006 02:41:43


Lima Perusahaan Kayu Kolaps

Banjarmasin, BPost
Ambruknya kerajaan perkayuan di Kalimantan Selatan karena persoalan bahan baku menyebabkan 5.000 lebih buruh kehilangan pekerjaan. Sementara itu sepanjang 2005 hingga 2006 tercatat lima perusahaan di sektor ini dinyatakan kolaps. Sisanya bertahan karena melakukan efisiensi dan rasionalisasi.

Lima perusahaan yang kolaps tersebut tiga di antaranya di Kabupaten Barito Kuala, yakni PT Katan Prima Permai, PT Gucci dan PT Ratu Miri. Dua lainnya adalah PT Menara Hutan Buana di Banjarbaru dan PT Kodeco Plywood di Kotabaru. Kolapsnya lima perusahaan tersebut menyebabkan 2.299 orang kehilangan pekerjaan.

Berdasarkan data jumlah industri pengolahan kayu lapis di Kalsel dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kalsel, saat ini tercatat ada 32 perusahaan kayu atau perusahaan pendukungnya dari semula 37 perusahaan.

Jumlah tenaga kerja dari perusahaan yang masih aktif tersebut diperkirakan mencapai 27.763 orang. Terbanyak dari Kabupaten Batola sebanyak 18 perusahaan dengan total tenaga kerja mencapai 16.713 orang, menyusul Kota Banjarmasin 10 perusahaan dengan 10.170 tenaga kerja, Tanah Laut 2 perusahaan dengan 358 tenaga kerja dan Tabalong 2 perusahaan dengan 522 tenaga kerja.

Namun sejumlah perusahaan yang masih aktif itu pun kini melakukan efisiensi seperti meliburkan atau merumahkan karyawannya. Bahkan adapula yang mulai melakukan rasionalisasi dengan memutuskan hubungan kerja (PHK) terhadap seluruh atau sebagian karyawannya.

Hal itu seperti terjadi pada perusahaan kayu PT Daya Sakti Unggul yang merumahkan karyawannya sejak 22 Maret lalu. Rencananya karyawan dirumahkan sampai 17 April 2006.

PT Barito Pacific Timber, yang memiliki areal di sejumlah daerah di kawasan timur Indonesia, juga akan memberhentikan sekitar 1.800 karyawan tetapnya. Proses PHK dengan tawaran pensiun dini dilakukan per 31 Maret 2006.

Kasubdin Hubin dan Syaker Disnakertrans Kalsel Antonius Simbolon mengatakan pailitnya sejumlah perusahaan perkayuan tidak hanya karena bahan baku. Buruknya manajemen juga membuat beberapa perusahaan tak siap menghadapi perkembangan ekonomi yang cukup labil saat ini.

Kendati demikian ia mengatakan rasionalisasi yang ditempuh para pengusaha perkayuan sudah cukup baik karena tidak melakukan PHK secara serentak, melainkan bertahap.

"Kalau kondisi terakhir sih mungkin masih sama saja. Tapi memang sudah ada beberapa dari perusahaan-perusahaan yang telah meliburkan karyawannya itu mulai mempekerjakan karyawannya lagi, seperti PT Hendratna. Soalnya kayu yang semula di tahan polisi sudah diserahkan karena selesai dihitung," ungkapnya, Rabu lalu.

Dijelaskan Anton, saat ini pihaknya merumuskan solusi menangani membludaknya jumlah pengangguran termasuk malalui padat karya dan pelatihan. Dana, yang akan diajukan dalam anggaran belanja tahunan (ABT) sedang dihitung. Apalagi itu telah mendapat lampu hijau dari Gubernur Rudy Arifin.

Berdasarkan pemantauan BPost di sekitar kawasan industri di pinggiran Sungai Barito kemarin memang hanya PT Hendratna dan PT Surya Satria yang sibuk beroperasi, meski waktu telah menunjukkan pukul 18.00 Wita. Hal itu tampak dari cerobong perusahaan setempat yang tetap berasap.

Sedangkan sejumlah perusahaan lainnya seperti PT Barito Pacifik, PT Daya Sakti, PT Tanjung Raya Plywood yang juga terletak di kawasan sekitar tidak lagi terlihat aktivitas bekerja. Padahal sejumlah tongkang dengan muatan kayu-kayu gelondongan masih terlihat di depan area masing-masing perusahaan. nda


Copyright © 2003 Banjarmasin Post


Berita Utama
Aa Gym ‘Tundukkan’ Blair

Pertanyaan Berat Santri


Tiap Jam Disuntik Morfin


Tiga Nama Dianulir


Digoyang Skandal Seks


Partai Balas Dendam


Kisah Honorer Yang Dianulir Kelulusannya Sempat Banjir Ucapan Selamat, Namun....


Lima Perusahaan Kayu Kolaps


Nasib Eks Karyawan Barito Pacific
Mudik Bareng Naik Kapal


Fikrah: Para Penghina Rasulullah SAW (2-Habis)


Noordin M Top Siapkan Serangan Juni


Giliran Deplu Dibobol Maling


Demo Nasional Buruh Dibahas


Gedung HJ Djok Mentaya, Jl AS Musyaffa No16 Banjarmasin 70111 Phone: +62-511-3354370 Fax: +62-511-4366123