:: Kompas Cyber Media ::

[::] Portal Berita Daerah [::]

Metro Banjar • Serambi Ummah Spirit Kalsel • Diafragma • PASAR

Berita Cetak
HOME
Berita Utama

Nusantara
Banjarmasin Plus
Banjarmasin Bungas
BISNIS
Sport Vaganza
Opini-Hot Line

Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Kalimantan Tengah

Hiburan-Gaya Hidup
Internasional
Berita Kemarin
Info Data & Media
Banjarmasin Post
Susunan Redaksi

Pasang Iklan
Order Cetak
Berlangganan
Supporting By

Jumat, 31 Maret 2006 02:48:43


Nasib Eks Karyawan Barito Pacific
Mudik Bareng Naik Kapal

RATUSAN orang berjejal memenuhi ruang tunggu Pelabuhan Bandarmasih di Trisakti Banjarmasin, Kamis (30/3). Cuaca yang cukup gerah meski langit mendung membuat beberapa di antara para penumpang mengipas-ngipaskan tangan, koran atau benda apapun yang dipegangnya.

Di antara para penumpang itu tampak mendominasi penumpang keluarga. Namun yang menarik perhatian adalah barang bawaan mereka yang cukup banyak dan terlihat berat.

PULANG KAMPUNG - Hampir 75 persen penumpang kapal laut tujuan Surabaya dan Semarang yang berangkat dari Pelabuhan Bandarmasih, Banjarmasin, Kamis (30/3), adalah mantan karyawan PT Barito Pacific. Mereka pulang kampung karena tidak punya tempat tinggal lagi di Banjarmasin. Mess perusahaan, yang selama ini ditinggali, harus dikosongkan sebelum Sabtu (1/4). Foto: BPost/Apunk

Tak hanya itu. Di halaman parkir pelabuhan, berjejer sejumlah truk besar yang ditutupi terpal. Ketika diperhatikan isinya sejumlah perabot rumah tangga seperti kasur dan almari.

Perabotan rumah tangga yang dimuat di fuso-fuso itu milik sejumlah penumpang, yang merupakan mantan karyawan PT Barito Pacific Timber. Kemarin, puluhan eks karyawan perusahaan kayu yang terletak di Desa Jelapat, Kecamatan Tamban, Kabupaten Barito Kuala, itu mudik ke kampung halamannya di Pulau Jawa.

Selain memboyong seluruh anggota keluarga, mereka juga membawa serta perabot rumah tangganya dengan menyewa truk secara patungan agar lebih murah. Maklum saja, sewa sebuah truk di atas Rp5 juta, tergantung rute yang dituju. Satu truk biasanya disewa dua hingga tiga keluarga.

Pasangan Wardi dan Noor merupakan salah satu pemudik yang kemarin menumpang KM Egon tujuan Semarang yang bertolak sekitar pukul 19.00 Wita. Rencananya mantan karyawan salah satu perusahaan kayu terbesar di Kalsel itu pulang ke Klaten, Jawa Tengah.

"Sebenarnya kami sudah lama ingin pulang sejak keadaan perusahaan mulai gonjang ganjing. Rencananya mau memulangkan istri yang sudah hamil tua. Tapi belum persiapan malah sudah keburu ada penawaran pengunduran diri, ya sudah sekalian saja," kata Wardi.

Selain ke Pulau Jawa, ada pula yang mudik ke pulau lainnya atau ke daerah seputar Kalsel dan Kalteng. Khusus pemudik lokal ini pulang dengan memanfaatkan sarana transportasi truk atau kelotok.

Seperti dilakukan keluarga Ipung dari Kapuas. Pria berkulit putih, yang masih keturunan Suku Dayak, ini pulang ke kampung halamannya bersama istri dan dua anak mereka.

Saat ditemui BPost, Ipung menumpang kelotok terbuka memuat perabot rumah tangga seperti kasur, almari, sepeda sampai drum penyimpan air. Sedangkan istrinya akan menyusul Sabtu nanti, setelah menginap di tempat kerabatnya.

Penawaran pensiun dini kepada seluruh karyawan tetapnya membuat PT Barito Pacific mulai ditinggalkan penghuninya. Praktis suasana di areal perusahaan sepi dan berantakan. Soalnya sarana dan fasilitas yang ada tidak lagi terawat. Bilik-bilik mess juga tampak semrawut karena ditinggal penghuninya.

Sedangkan yang tersisa cuma fasilitas umum seperti poliklinik dan kantin untuk supplai makan karyawan yang masih bertugas. Kendati demikian jam kerja petugas di bagian tersebut dibatasi menyesuaikan kondisi perusahaan.

Menurut Direktur PT Barito Pacific, Marzuki, para karyawan yang belum menerima pesangon tinggal 70 orang. Rencananya Jumat ini perhitungan pesangon selesai.

"Kita sebenarnya target tanggal 29 selesai. Tapi ternyata uangnya datang kesorean sehingga tertunda sampai besok (hari ini). Tapi setelah itu tidak ada lagi tanggungan karena sudah selesai," katanya dihubungi via telepon, Kamis (30/3).

Lebih lanjut dikatakan dia, dalam rangka menjaga kondisi di perusahaan agar tetap aman dan stabil saat ini perusahaan masih dijaga sejumlah personil keamanan yang statusnya kontrak. Mereka dibantu sejumlah aparat dari kepolisian dan ditpolair.

"Mereka akan menjaga aset perusahaan selama transisi. Soalnya saat ini belum bisa diputuskan apakah langsung beroperasi lagi atau tidak. Untuk itu perlu waktu 1 sampai 2 bulan," imbuhnya.

Sementara itu, aktivitas mudik para mantan karyawan berdampak pada naiknya jumlah penumpang armada angkutan laut seperti KM Egon. "Hari ini lumayan lebih banyak dari kemarin mencapai 214 penumpang. Sedangkan untuk truk besar tercatat 15 unit, dimana 8 di antaranya memuat perabot pemudik," kata Kepala Cabang PT Pelni Banjarmasin, Bachtiar Sipahutar kemarin.

Kendati demikian pihak operator justru khawatir dengan kelangsungan jasa pelayarannya jika semakin banyak perusahaan merugi dan mem-PHK karyawannya. "Kalau di sini mata pencaharian mereka diputus masa mereka mau kemari lagi. Padahal selama ini mereka yang paling sering bolak balik menggunakan jasa kita," imbuhnya. anjar wulandari


Copyright © 2003 Banjarmasin Post


Berita Utama
Aa Gym ‘Tundukkan’ Blair

Pertanyaan Berat Santri


Tiap Jam Disuntik Morfin


Tiga Nama Dianulir


Digoyang Skandal Seks


Partai Balas Dendam


Kisah Honorer Yang Dianulir Kelulusannya Sempat Banjir Ucapan Selamat, Namun....


Lima Perusahaan Kayu Kolaps


Nasib Eks Karyawan Barito Pacific
Mudik Bareng Naik Kapal


Fikrah: Para Penghina Rasulullah SAW (2-Habis)


Noordin M Top Siapkan Serangan Juni


Giliran Deplu Dibobol Maling


Demo Nasional Buruh Dibahas


Gedung HJ Djok Mentaya, Jl AS Musyaffa No16 Banjarmasin 70111 Phone: +62-511-3354370 Fax: +62-511-4366123