:: Kompas Cyber Media ::

[::] Portal Berita Daerah [::]

Metro Banjar • Serambi Ummah • Diafragma • PASAR

Berita Cetak
HOME
Berita Utama

Nusantara
Banjarmasin Plus
Banjarmasin Bungas
BISNIS
Sport Vaganza
Opini-Hot Line

Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Kalimantan Tengah

Hiburan-Gaya Hidup
Internasional
Berita Kemarin
Info Data & Media
Banjarmasin Post
Susunan Redaksi

Pasang Iklan
Order Cetak
Berlangganan
Supporting By

Jumat, 31 Maret 2006 02:14:52


Wapres Kunjungi Malaysia
Kalimantan Masuk Free Trade Zone

Kuala Lumpur, BPost
Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan saat ini Indonesia sedang mengembangkan sembilan daerah perdagangan bebas (free trade zone/FTZ) untuk pengembangan industri dan investasi. Dari tujuh daerah itu termasuk Kalimantan.

"Kita kembangan sembilan daerah perdagangan bebas (FTZ) seperti Batam, Bintan, Aceh, Sumatera Utara, Banten, jawa Timur, Jawa Barat, Kalimantan dan Sulawesi," kata Jusuf Kalla, saat berdialog dengan para pengusaha Malaysia di Kualalumpur, Kamis (30/3).

Menurut Wapres, wilayah FTZ tersebut bisa dikembangkan lebih banyak lagi kalau memang sangat diperlukan. Namun, katanya, wilayah FTZ tersebut lebih ditujukan untuk pengembangan industri manufaktur yang banyak memerlukan bahan bagi impor dan sebagainya. Sementara untuk bidang perkebunan, Wapres FTZ tidak diperlukan.

Sebelumnya, pengusaha Malaysia juga mempertanyakan soal FTZ yang dikembangkan Indonesia apakah termasuk untuk perkebunan. Dalam dialog tersebut, pengusaha Malaysia juga mengeluhkan sulitnya penyedian lahan (pembebasan tanah) untuk pengembangan proyek di Indonesia.

Atas keluhan tersebut, Wapres mengatakan, saat ini telah diputuskan untuk penyediaan lahan akan dilakukan oleh pemerintah Indonesia.

"Sudah diputuskan untuk penyediaan lahan dilakukan pemerintah, tentunya melaluia PT Jasa Marga. nantinya , setalah PT Jasa Marga selesai bekerja, baru investor masuk," ujar Kalla.

Dalam pidatonya Wapres juga menjelaskan, kini pemerintah Indonesia menegaskan tidak ada lagi perlakuan diskriminasi kepada para pengusaha (investor) dalam negeri maupun investor asing (PMA dalam melalukan investasi di Indonesia. Hal itu, tambahnya akan diusahakan masuk dalam peraturan perundangan yang ada.

Sementara untuk hubungan ekonomi antara Indonesai dan Malaysia, kata wapres, ke depan harus dilakukan atas dasar kerjasama saling menguntungkan. Hal itu akan dilakukan dalam pengembangan kelapa sawit.

Menurut wapres, Indonesia tidak akan lagi menggunakan pola jual-beli yakni Indonesai menjual dan Malaysia membeli, tetapi menggubahnya dalam pola kerjasama.

"Model Indonesia menjual dna Malaysia membeli itu masa lalu, ke depan kita harus bangun berdasarkan kerjasama saling menguntungkan kedua belah pihak," kata wapres.

Dalam kunjungan tiga hari ke Malaysia, Wapres Jusuf Kalla juga didampingi oleh menteri perhubungan Hatta Radjasa, menteri Hukum dana HAM Hamid Awalludin serta wakil Dewan Perwakilan daerah (DPD) Irman Gusman. aco/ant


Copyright © 2003 Banjarmasin Post


BISNIS
Wapres Kunjungi Malaysia
Kalimantan Masuk Free Trade Zone

Iklim Investasi Indonesia Membaik


Belum Ada Lonjakan Pembayar Pajak


Penyederhanaan SIUP
Saham Asing Boleh Lakukan Pembaruan


TKI Keluhkan Biaya Fiskal


Royalti Sawit Cuma Rp3/Kg


TDL Tak Naik, Dongkrak Penjualan AC


Gedung HJ Djok Mentaya, Jl AS Musyaffa No16 Banjarmasin 70111 Phone: +62-511-3354370 Fax: +62-511-4366123