Kuala Lumpur, BPost
Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan saat ini Indonesia sedang mengembangkan sembilan
daerah perdagangan bebas (free trade zone/FTZ) untuk pengembangan industri dan
investasi. Dari tujuh daerah itu termasuk Kalimantan.
"Kita kembangan sembilan daerah perdagangan bebas (FTZ) seperti Batam, Bintan,
Aceh, Sumatera Utara, Banten, jawa Timur, Jawa Barat, Kalimantan dan Sulawesi," kata
Jusuf Kalla, saat berdialog dengan para pengusaha Malaysia di Kualalumpur, Kamis (30/3).
Menurut Wapres, wilayah FTZ tersebut bisa dikembangkan lebih banyak lagi kalau memang
sangat diperlukan. Namun, katanya, wilayah FTZ tersebut lebih ditujukan untuk pengembangan
industri manufaktur yang banyak memerlukan bahan bagi impor dan sebagainya. Sementara
untuk bidang perkebunan, Wapres FTZ tidak diperlukan.
Sebelumnya, pengusaha Malaysia juga mempertanyakan soal FTZ yang dikembangkan Indonesia
apakah termasuk untuk perkebunan. Dalam dialog tersebut, pengusaha Malaysia juga
mengeluhkan sulitnya penyedian lahan (pembebasan tanah) untuk pengembangan proyek di
Indonesia.
Atas keluhan tersebut, Wapres mengatakan, saat ini telah diputuskan untuk penyediaan
lahan akan dilakukan oleh pemerintah Indonesia.
"Sudah diputuskan untuk penyediaan lahan dilakukan pemerintah, tentunya melaluia
PT Jasa Marga. nantinya , setalah PT Jasa Marga selesai bekerja, baru investor
masuk," ujar Kalla.
Dalam pidatonya Wapres juga menjelaskan, kini pemerintah Indonesia menegaskan tidak ada
lagi perlakuan diskriminasi kepada para pengusaha (investor) dalam negeri maupun investor
asing (PMA dalam melalukan investasi di Indonesia. Hal itu, tambahnya akan diusahakan
masuk dalam peraturan perundangan yang ada.
Sementara untuk hubungan ekonomi antara Indonesai dan Malaysia, kata wapres, ke depan
harus dilakukan atas dasar kerjasama saling menguntungkan. Hal itu akan dilakukan dalam
pengembangan kelapa sawit.
Menurut wapres, Indonesia tidak akan lagi menggunakan pola jual-beli yakni Indonesai
menjual dan Malaysia membeli, tetapi menggubahnya dalam pola kerjasama.
"Model Indonesia menjual dna Malaysia membeli itu masa lalu, ke depan kita harus
bangun berdasarkan kerjasama saling menguntungkan kedua belah pihak," kata wapres.
Dalam kunjungan tiga hari ke Malaysia, Wapres Jusuf Kalla juga didampingi oleh menteri
perhubungan Hatta Radjasa, menteri Hukum dana HAM Hamid Awalludin serta wakil Dewan
Perwakilan daerah (DPD) Irman Gusman. aco/ant